Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Vision 2020 : "To be one of the best integrated Engineering, Procurement and Construction (EPC) and Investment Companies in South East Asia."

Prestasi

Info Bank Award 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda keunggulan yang dimiliki WIKA dalam pengerjaan proyek adalah

  • Mutu (28%, 263 Votes)
  • Inovasi (23%, 218 Votes)
  • Berorientasi lingkungan (22%, 206 Votes)
  • Sistem Metode kerja (7%, 65 Votes)
  • Tepat waktu (5%, 48 Votes)

Total Voters: 932

Loading ... Loading ...

Tidak Ada Tender Jalan Tol pada 2012

9 Januari 2012

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berencana untuk tidak menggelar tender proyek-proyek jalan tol baru pada 2012. Pasalnya, pada tahun ini, pemerintah fokus pada proses pembebasan lahan dan konstruksi proyek pengembangan jalan tol lama.

Kepala BPJT Achmad Gani Gazali mengatakan PU akan mendorong penyelesaian proses pembebasan lahan pada 35 jalan tol yang telah ditenderkan untuk mengejar target operasional pada 2014, terutama untuk ruas tol Trans Jawa.

“Saat ini seluruhnya masih dalam proses pembebasan lahan dan belum selesai. Kalau secara prinsip seluruh pembebasan lahan sudah tuntas, baru ada lelang proyek tol baru. Selama masalah tanah belum selesai, kami tidak akan lelangkan proyek baru,” ujar Gani ketika dihubungi, Minggu (8/1).

Gani menuturkan, tender yang akan dilaksanakan kementerian pada tahun ini hanya akan difokuskan pada proyek-proyek lama yang pembebasan lahannya telah berjalan. Proyek-proyek tersebut juga telah ditawarkan kepada pihak swasta dan mendapat persetujuan dukungan pemerintah.

Proyek-proyek tersebut adalah ruas tol Medan Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 60 kilometer senilai Rp5 triliun, Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,28 kilometer senilai Rp5 triliun, Pandaan-Malang sepanjang 37,62 kilometer senilai Rp2,2 triliun, dan Soreang-Pasir Koja sepanjang 15 kilometer dengan nilai Rp918 miliar.

“Keempat proyek itu pembebasan lahannya sudah berjalan dan kami harapkan tuntas tahun ini sehingga bisa segera dilelangkan. Yang pasti ruas-ruas ini sudah mendapatkan kepastian dukungan,” tutur Gani.

Gani mengungkapkan, ruas tol Cisumdawu yang telah mendapatkan kepastian pembebasan lahannya, telah mendapatkan persetujuan pendanaan dari Kementerian Keuangan sebesar Rp1,6 triliun. Nantinya, dana tersebut akan dikucurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012.

“Hampir semua akan mendapat dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansialnya. Hanya ruas tol Pandaan-Malang yang tidak mendapat dukungan karena proyek ini dinilai sudah sangat feasible dan pasti diminati swasta,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Djoko Murjanto mengungkapkan, proyek lainnya yakni ruas Soreang-Pasir Koja telah mendapatkan kepastian alokasi dana untuk pembebasan lahannya melalui APBN tahun depan sebesar Rp 240 miliar.

“Untuk pembebasan tanah untuk Soreang-Pasir Koja sudah ditangani oleh pemerintah daerah, karena kemarin kendalanya terkait masalah sosial dengan masyarakat. Mereka yang lebih mengerti persoalan. Sekarang sudah hampir beres. Awal tahun rasanya sudah tuntas,” ungkap Djoko.

Berdasarkan data BPJT, ruas tol Pandaan-Malang membutuhkan dukungan pemerintah sebesar Rp 293 miliar, sementara ruas Soreang-Pasir Koja yang terletak di Jawa Barat sebesar Rp 510 miliar.

Djoko menjelaskan, ruas tol Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 60 kilometer yang akan terintegrasi dengan jalan Trans Sumatra.

Ruas itu diproyeksikan menjadi akses baru menuju Bandar Udara Kualanamu. Untuk ruas tol Pandaan-Malang yang panjangnya mencapai 37,6 kilometer, lanjut Djoko, pemerintah tengah mengupayakan agar proses pembebasan tahannya dapat dituntaskan pada 2012. Ruas ini nantinya akan menghubungkan kota Surabaya dan kota Malang.

Adapun untuk ruas tol Cisumdawu yang panjangnya mencapai 60,1 kilometer, sebagian pembebasan tanah dan konstruksinya akan dilakukan oleh pemerintah. ruas tol ini akan menghubungkan Bandung dan Cirebon serta memberikan dukungan akses ke rencana pembangunan Bandar Udara Majalengka dan Pelabuhan Cirebon.

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/08/289965/4/2/-Tidak-Ada-Tender-Jalan-Tol-pada-2012



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>