Kontrak Baru WIKA Per September 2011 Naik 81% Dibanding Tahun Lalu
1 November 2011Jakarta, 1 November 2011–Perolehan Proyek Baru PT WIjaya Karya (Persero) Tbk. (“WIKA”) di bulan September 2011 sebesar Rp 1,3 Trilyun membuat kenaikan Kontrak Baru (order book) hingga September tersebut menjadi Rp 9,4 Trilyun, yang bulan sebelumnya mencatat Kontrak Baru senilai Rp 8,1 Trilyun. Pencapaian ini melebihi perolehan Kontrak Baru sampai September tahun lalu yang senilai Rp 5,2 Trilyun, atau naik sebesar 81,5% tahun ini. Dengan demikian Omzet Kontrak Dihadapi sampai September tahun ini naik 50,7% dibanding tahun lalu, yaitu dari Rp 15,7 Trilyun menjadi Rp 22,2 Trilyun. Proyek-proyek yang didapatkan bulan September di antaranya adalah Proyek Hauling Road di Kutai Barat, Kalimantan Timur senilai Rp 311,6 Milyar, Terminal LPG Bossowa Makassar dengan nilai kontrak Rp 221 Milyar, Pipa Minyak Mentah Tampino di Plaju dengan nilai kontrak Rp 134,6 Milyar dan Jalan Akses Baru Gunung Putri Bogor senilai Rp 118,2 Milyar. Pencapaian di bulan September ini merupakan 77,1% dari Target Kontrak Baru tahun 2011.
Kontrak yang didapatkan tersebut mempengaruhi penjualan sampai bulan September 2011 yang juga naik 50,2% dari Rp 4,7 Trilyun di tahun lalu, naik menjadi Rp 6,4 Triliun. Laba kotor juga mengalami kenaikan Rp 108 Milyar. Sehingga laba Perseroan sebelum pajak atau Earning After Tax (EAT) sampai September 2011 juga naik Rp 11 Milyar jika dibandingkan tahun lalu, yaitu Rp 204 Milyar menjadi Rp 215 Milyar.
Menguatnya pendapatan menjelang akhir tahun 2011 ini mengindikasikan tetap optimisnya WIKA memenuhi profit tahun 2011 sebesar Rp 350 Milyar. Oleh sebab itu, untuk mencapai angka tersebut, perusahaan berusaha memacu penjualan dan perolehan laba secara berkelanjutan (recurring income) melalui strategi bisnis WIKA yaitu investasi dan backward-forward integration serta sinergi dengan BUMN lain untuk membuka kesempatan bisnis baru. Pembangunan infrastruktur relatif besar memacu Perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha guna mendukung pertumbuhan investasi yang pada akhirnya memberikan kontribusi berupa reccuring income. Dalam hal ini WIKA telah melakukan investasi di bidang energi yang akan menyumbang laba perseroan 10% atau kurang lebih Rp 45 Milyar pada tahun –tahun mendatang yang dimulai tahun 2012.
Didukung oleh proyek investasi di bidang energi ini diharapkan akan tetap mendukung penjualan WIKA menjadi lebih meningkat. Sejak Februari 2011, WIKA sudah menyelesaikan proyek investasi pertama pada bidang Energi, yaitu PLTD Pesanggaran Bali 3×18 MW dan telah membukukan penjualan Perseroan dari daya yang dihasilkan.
Contact Person:
Natal Argawan, Corporate Secretary ,
Ph. 6221-8192808 / 08111988685,
Faks. 6221-85911969
Email. natal.argawan@wika.co.id
Humas WIKA


Acung Jempol!!