Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Vision 2020 : "To be one of the best integrated Engineering, Procurement and Construction (EPC) and Investment Companies in South East Asia."

Prestasi

Info Bank Award 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda keunggulan yang dimiliki WIKA dalam pengerjaan proyek adalah

  • Mutu (28%, 263 Votes)
  • Inovasi (23%, 218 Votes)
  • Berorientasi lingkungan (22%, 206 Votes)
  • Sistem Metode kerja (7%, 65 Votes)
  • Tepat waktu (5%, 48 Votes)

Total Voters: 932

Loading ... Loading ...

Investasi Perkuat Bisnis WIKA

26 September 2011

Jakarta 26 September 2011 – Sesuai dengan Road Map pencapaian VISI PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (“WIKA”) 2020 menjadi perusahaan EPC (engineering, procurement dan construction) dan menjadi perusahaan investasi, kegiatan investasi yang telah dilakukan oleh WIKA menunjukkan hasilnya, baik dari kegiatan investasi WIKA Induk maupun Perusahaan Anak. Sejak bulan Februari 2011, WIKA sudah menyelesaikan proyek investasi pertama yaitu PLTD Pesanggaran Bali 3×18 MW yang dijalankan dengan sistem BOT (Build, Operate, Transfer) dan telah membukukan penjualan dan laba berdasarkan daya yang dihasilkan(Rp/kWh). Selain itu saat ini WIKA melaksanakan 3 proyek investasi pembangkit sekaligus, yaitu PLTD Ambon 25 MW, PLTD Borang 60 MW dan PLTG Rengat 20 MW yang diharapkan akan semakin meningkatkan kinerja perusahaan. Adapun total penjualan/tahun mulai 2012 hingga 2019 dari keempat proyek investasi tersebut adalah Rp469,99 milyar dan total laba/tahun adalah Rp 46,998 milyar. Dengan demikian WIKA mendapatkan penjualan yang relative stabil dan berkelanjutan yang akan memperbaiki fluktuasi penjualan pada proyek-proyek konstruksi. Pada tahun 2012 WIKA berencana berinvestasi untuk PLTG Siak 28 MW dengan nilai kontrak Rp350 milyar dan kerjasama investasi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro) 13 MW Jawa Barat senilai Rp300 milyar. Sementara untuk kegiatan investasi yang dilakukan oleh WIKA Beton yaitu penambahan pabrik beton seluas 15,5 Ha di Karawang, Jawa Barat, juga telah menunjukan hasil. Saat ini pabrik baru tersebut telah mendapatkan order girder sebanyak 28 ributon yang diproduksi sejak 15 Juli 2011 lalu, untuk memenuhi kebutuhan beberapa proyek  yang salah satunya adalah Proyek Jalan Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang yang dikerjakan oleh WIKA, Jasa Konstruksi, Adhi Karya, Istaka Karya dan Waskita Karya.

Selain investasi di bidang energi  WIKA juga melakukan investasi di bidang infrastruktur. Setelah diresmikannya Tol Sumo Seksi 1-A (Waru-Sepanjang) yang didanai oleh Marga Nujyasmo Agung (JasaMarga-WIKA-Moeladi) sepanjang 2,3 km dari total panjang 36,27km pada tanggal 27 Agustus 2011 lalu, saat ini WIKA sedang menyelesaikan jalan tol Sumo Seksi IB dan Seksi 4 (Krian-Mojokerto). WIKA juga akan berinvestasi untuk jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa di Bali sepanjang 10 km dimana akan dibangun oleh konsorsium, JasaMarga, Pelindo III, PT AngkasaPura I, Bali Tourism Development Center, Hutama Karya, WIKA, dan Adhi Karya. Selain WIKA Beton, WIKA Realty juga berinvestasi untuk pembangunan apartemen, kondotel dan perkantoran di Wilayah Cawang Jakarta Timur (Kav.3-4).

Dalam kesempatan press conference yang dilakukan di Jakarta (25/9), DirekturUtamaWIKA, Bintang Perbowo mengungkapkan, “Dengan adanya recurring income dari kegiatan investasi tersebut akan lebih memperkuat penjualan dan laba perseroan sehingga perseroan akan semakin selektif terhadap pasar,” ungkapnya.

Tercatat pada Agustus 2011 ini WIKA membukukan KontrakBaru (Orderbook) senilai Rp1,5 trilyun. Dengan demikian total Kontrak Baru hingga Agustus 2011 adalah Rp 8,1 trilyun atau 156% dari realisasi tahun lalu pada bulan yang sama, dan merupakan 65,9% dari target Kontrak Baru 2011. Pencapaian tersebut diperoleh dari beberapa proyek baru, baik untuk unit bisnis WIKA Induk (konstruksi sipil, bangunan gedung, industrial plant dan energi)maupun Perusahaan Anak (WIKA Beton, WIKA Intrade, WIKA Realty, WIKA Jabar Power, WIKA Insan Pertiwi). Beberapa proyek konstruksi sipil yang diperoleh antara lain adalah Proyek Jembatan Merah Putih senilai Rp 219,26 milyar dan Proyek Fly Over Ahmad Yani Summarecon Bekasi senilai Rp 144,50 milyar. Ada pun bangunan gedung beberapa proyeknya yaitu Bandara Sepinggan Balikpapan senilai Rp 335,9 milyar dan Proyek Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar senilai Rp 561 milyar. Sedangkan bisnis unit industrial plant salah satu proyeknya adalah Proyek Out of Pit Crushing & Conveying (OPCC) yang berlokasi di Tutupan-Tobalong Kalimantan Selatan dari Adaro Group senilai Rp738,06milyar. Sementara untuk Energi diantaranya adalah Proyek PLTGU Borang 60 MW di Sumatera  Selatan senilai Rp 815,66 milyar, Proyek PLTU 2×10 MW Ketapang Kalimantan Barat senilai Rp296,57 milyar, dan  PLTG Rengat 20 MW Riau senilai Rp128 milyar .

Dengan tercapainya Kontrak baru senilai Rp 8,1 trilyun ini maka WIKA optimis mampu mencapai target Kontrak Baru senilaiRp 12,3 trilyun sampai akhir 2011, bahkan diperkirakan mampu melampaui target.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Natal Argawan Pardede
Sekretaris Perusahaan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Phone : 021-8192808 / 08111988685



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>