Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Vision 2020 : "To be one of the best integrated Engineering, Procurement and Construction (EPC) and Investment Companies in South East Asia."

Prestasi

Info Bank Award 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda keunggulan yang dimiliki WIKA dalam pengerjaan proyek adalah

  • Mutu (28%, 263 Votes)
  • Inovasi (23%, 218 Votes)
  • Berorientasi lingkungan (22%, 206 Votes)
  • Sistem Metode kerja (7%, 65 Votes)
  • Tepat waktu (5%, 48 Votes)

Total Voters: 932

Loading ... Loading ...

WIKA Bidik Utang Bank Senilai Rp 400 Miliar

22 April 2008

JAKARTA (KONTAN): Rencana PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengakuisisi PT Catur Insan Perkasa dan perusahaan kontraktor batubara bakal berjalan mulus. Kini, jumlah bank yang telah bersedia mengucurkan pinjaman semakin banyak.


Sebagai catatan, untuk mengakuisisi dua perusahaan itu, WIKA menganggarkan dana maksimal Rp 400 miliar. Duitnya akan berasal dari utang bank atau obligasi. “Kini, sudah ada enam bank yang siap memberi pinjaman,” Eddy Sularso, Sekretaris Perusahaan WIKA kepada KONTAN kemarin (20/4). Mereka adalah Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mega, Bank Bukopin, dan DBS Bank. Rencananya, sindikasi bank itu akan memberi utang maksimal Rp 400 miliar.


Selain pinjaman bank, WIKA juga menyiapkan opsi pendanaan lain yakni obligasi dengan nilai sama. “Kami bisa menerbitkannya kuartal tiga nanti,” imbuh Eddy. Selain untuk membiayai akuisisi, surat utang itu juga akan menggantikan obligasi WIKA yang baru lunas 11 April lalu. Sebetulnya, Obligasi III/2003 yang terbit lima tahun silam memiliki nilai pokok Rp 200 miliar. Hanya saja, WIKA sudah menyicil pokoknya dua kali sehingga tinggal tersisa Rp 133,87 miliar. Sebagai catatan, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA untuk obligasi tersebut.


Tapi, Eddy menegaskan bahwa pilihan antara pinjaman bank dan obligasi masih tergantung pada tingkat bunga keduanya. “Mana yang bunganya lebih murah itu yang kami pilih,” ujarnya.


Bidik Pendapatan Rp 10 triliun


WIKA berniat melakukan akuisisi untuk mendongkrak penjualan dan bisnisnya. Maklum, pada 2010 nanti, WIKA menargetkan pendapatannya mencapai Rp 10 triliun. Nah, menurut Eddy, proses akuisisi kedua perusahaan itu telah memasuki pembahasan segi hukum dan keuangan serta uji tuntas.


Sekedar catatan, Catur Insan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor permesinan. Eddy bilang, proses uji tuntas untuk mengakuisisi 70% saham perusahaan ini akan rampung minggu ini. Sayang, dia enggan membeberkan nilai akuisisi tersebut. Yang jelas, harga akuisisi WIKA akan mencapai sekitar 1,375 kali nilai buku Catur Insan. WIKA berharap proses akuisisi ini selesai pada kuartal dua ini. PT Trimegah Securities telah ditunjuk sebagai penasehat keuangan akuisisi ini. Pasca-akuisisi, Catur Insan akan mengerjakan permesinan yang ada di delapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik WIKA.


Selain Catur Insan, WIKA juga tengah memproses akuisisi perusahaan kontraktor batubara di Kalimantan. Kali ini, WIKA mendaulat PT Danatama Makmur selaku penasehat keuangan. Sebetulnya, WIKA berharap akuisisi perusahaan ini rampung semester I 2008. “Tapi, kesepakatan harga belum ketemu, jadi kami harap bisa selesai Agustus atau September nanti,” ujar Eddy.


Selain keduanya, WIKA juga sedang memproses akuisisi 20% saham perusahaan jalan tol PT Marga Nujyasumo Agung (MNA). Tapi, anggaran Rp 400 miliar tadi belum termasuk dana akuisisi saham perusahaan ini.


Sekedar informasi, tahun lalu, WIKA mencetak pendapatan Rp 2,7 triliun dan laba bersih Rp 129,1 miliar. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Mei nanti, manajemen akan mengusulkan pembagian dividen 30%. WIKA juga akan meminta restu pembagian tantiem direksi dan komisaris sebesar Rp 1,9 miliar.


Nah, tahun ini, perusahaan pelat merah itu berharap bisa mencetak pendapatan Rp 6 triliun. Pencapaian ini akan naik menjadi Rp 8 triliun tahun depan dan Rp 10 triliun pada 2010.

Source :Kontan



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>