Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Vision 2020 : "To be one of the best integrated Engineering, Procurement and Construction (EPC) and Investment Companies in South East Asia."

Prestasi

Info Bank Award 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda keunggulan yang dimiliki WIKA dalam pengerjaan proyek adalah

  • Mutu (28%, 263 Votes)
  • Inovasi (23%, 218 Votes)
  • Berorientasi lingkungan (22%, 206 Votes)
  • Sistem Metode kerja (7%, 65 Votes)
  • Tepat waktu (5%, 48 Votes)

Total Voters: 932

Loading ... Loading ...

Proyek PLTA Peusangan Diminta Libatkan Pengusaha Aceh

27 Januari 2011

Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan I dan II yang akan dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tengah, diharapkan dapat melibatkan pengusaha lokal di Aceh.

Proyek yang dibiayai dengan dana pinjaman dari Japan Bank International Coorporation (JBIC) sebesar Rp4 triliun tersebut, rencananya akan mulai dibangun pada pertengahan Februari 2011.

Sampai saat ini, untuk pelaksanaan proyek tersebut masih dalam proses tender internasional di PLN Jakarta. Dua perusahaan asing yang ikut tender itu, adalah Shimizu Contraction (Jepang) kerjasama operasi (KSO) dengan perusahaan BUMN PT Wijaya Karya, dan Hyundai Corp (Korea Selatan) KSO dengan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Pemenang tender baru diumumkan pertengahan Februari 2011. PLTA Peusangan I dan II dengan kapasitas 87 megawatt (MW) itu, direncanakan akan dimulai tahun ini dengan target pada 2014 bisa beroperasi. Terkait dengan itu, sejumlah pengusaha Aceh yang tergabung dalam Kadin, HIPMI, Asosiasi Kontraktor Aceh (AKA) dan Aceh Tengah, PD Pembangunan Tanoh Gayo, dan tokoh masyarakat Aceh Tengah melakukan pertemuan dengan General Manager (GM) PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (Pikitring) Sumut, Aceh dan Riau (SUAR), Bintatar Hutabarat.

“Kita tidak mempersoalkan siapapun pemenang tender tersebut, tapi yang paling penting dalam pembangunan proyek PLTA Peusangan nantinya perlu melibatkan pengusaha Aceh melalui joint operation (JO),” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Aceh, Fakhrizal Murphy kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (26/1). Selain itu, ia juga mengharapkan kontraktor pelaksana yang memenangkan tender nantinya dapat memprioritaskan rekrutmen karyawan dan tenaga kerjanya dari masyarakat Aceh dan warga setempat.

Sambut Baik

Dijelaskan, kalangan pengusaha Aceh menyambut baik proyek pembangunan PLTA Peusangan I dan II di Kecamatan Silih Nara dan Lut Tawar, guna memenuhi kebutuhan energi listrik di kawasan dataran tinggi Gayo dan sekitarnya, yang selama ini masih mengalami defisit.

“Kita menyambut baik pembangunan pembangkit listrik itu. Karena, berbicara listrik, merupakan kebutuhan infrastruktur dasar dalam upaya menciptakan dunia usaha dan investasi yang kondusif untuk percepatan pembangunan ekonomi di Aceh,” ujar Fakhrizal Murphy yang juga Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh.

Ia menilai, pemerintah pusat saat ini sangat serius membangun pembangkit listrik tenaga air di Aceh Tengah guna mengatasi krisis listrik di daerah dingin tersebut. Selama ini, katanya, kebutuhan energi listrik di dataran tinggi Gayo dipasok melalui jaringan interkoneksi dari Medan Sumatera Utara.Setelah PLTA Peusangan beroperasi, energi listrik yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan warga Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, katanya.

Seluruh elemen masyarakat sangat mendukung penyelesaian pembangunan PLTA Peusangan I dua Peusangan II, bahkan proyek pengadaan energi lisrik tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Gayo. “Kebutuhan energi listrik semakin hari semakin bertambah, sedangkan pasokan listrik terbatas. Bila pembangkit energi listrik tidak dibangun di tempat kita, maka dalam beberapa tahun ke depan, kita akan sulit mendapatkan pasokan energi listrik ke rumah warga,” ungkapnya.

Seperti diketahui, PT PLN yang didukung pendanaan oleh JBIC dan Konsultan teknis Nippon KOI Jepang akan terus melanjutkan proyek PLTA Peusangan I dan II yang sempat tertunda 10 tahun akibat konflik Aceh. Bila pembangunan fisik PLTA Peusangan I dan Peusangan II sudah rampung, diperkirakan dapat menghasilkan daya sebesar 86-88 MW yang dihasilkan dua turbin. Daya yang dihasilkan itu nanti akan dialirkan ke Kota Takengon dan sebagian dialirkan melalui jaringan tegangan tinggi (SUTT) 150 KV menuju Kabupaten Bireuen untuk disambung (koneksi) ke sistem trans Sumatera dan sebagiannnya masuk kembali lagi ke Aceh Tengah.

Sumber : Rakyat Merdeka online , 26 Januari 2011


1 Tanggapan to Proyek PLTA Peusangan Diminta Libatkan Pengusaha Aceh

  1. Ayu Finta says:

    saya sbg warga Aceh Tengah sgt berharap mdh2an mega project Pembangunan PLTA Peusangan I dan II ini melibatkan masyarakat setempat utk tenaga kerjanya.

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 1 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>