Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Vision 2020 : "To be one of the best integrated Engineering, Procurement and Construction (EPC) and Investment Companies in South East Asia."

Prestasi

Info Bank Award 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda keunggulan yang dimiliki WIKA dalam pengerjaan proyek adalah

  • Mutu (28%, 263 Votes)
  • Inovasi (23%, 218 Votes)
  • Berorientasi lingkungan (22%, 206 Votes)
  • Sistem Metode kerja (7%, 65 Votes)
  • Tepat waktu (5%, 48 Votes)

Total Voters: 932

Loading ... Loading ...

Percepat Program Konversi BBM ke BBG, Pemerintah Bakal Bagikan Gratis 30 Ribu Konverter Kit

1 Juni 2012

Pemerintah akan melaksanakan prgram konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) dengan pembagian 25.000 sampai dengan 30.000 konverter kit. Rencananya 25.000 hingga 30.000 konverter kit ini akan dibagikan secara gratis kepada angkutan umum di wilayak Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) untuk mempercepat program konversi BBM ke BBG.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan regulasi mengenai standar konverter kit yang digunakan bagi kendaraan di dalam negeri.

“Regulasinya sedang dalam proses dan Kemenperin akan menggerakan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk membantu pemasangan alatnya. Selain itu, akan disiapkan standar khusus yang harus diperhatikan pada saat pemasangan konverter kit ke dalam kendaraan roda empat,” paparnya di Jakarta, Rabu (30/5).

Lebih lanjut, penggunaan alat konverter utnuk mobil yang akan diproduksi secara teknis bisa langsung ditambahkan baik menggunakan switch khusus maupun tanpa switch. “Alat tersebut bisa ditambahkan ke mobil baru karena ini sudah pernah diterapkan pada taksi dan angkutan umum. Kalau kendaraan yang hanya berbahan gas, seperti Transjakarta tak perlu pakai switch dan mobil probadi masih perlu sehingga bisa digunakan untuk gas dan bensin,” ujarnya.

Dari aspek produksi, perlu ada perombakan signifikan jika pemasangan alat tersebut langsung di tingkat pabrik perakitan kalangan ATPM. “Untuk SNI alat konverter kit sedang disiapkan karena substansinya sudah hampir final. Kalau belum memungkinkan, pemerintah bisa memakai peraturan teknis yang merujuk pada standar nasional ISO,” tandasnya.

Di tempat berbeda, Teddy Caster Sianturi, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mensin Pertanian Kementerian Perindustrian mengungkapkan terkait program konversi BBM ke BBG, pemerintah harus menjamin ketersediaan infrastruktur BBG. Termasuk SPBBG dan konverter kit. Untuk konverter kit, pemerintah telah mendapatkan angin segar dengan ketertarikan perusahaan asal Korea Selatan dan Italia untuk investasi.

Sebanyak 12 investor asal Korea Selatan dan tiga perusahaan Italia menyatakan minatnya untuk menjalin kerjasama dengan tiga badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah sebagai produsen konverter kit.

Tiga BUMN
Teddy menuturkan ada sektiar 12 produsen alat konverter dari Korea Selatan yang tertarik untuk investasi di Tanah Air. Untuk itu, mereka akan menjajaki kerjasama dengan tiga BUMN tersebut dalam hal memproduksi alat konverter kit. Tiga BUMN itu, yakni PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad (Pindad) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

“Ada 12 perusahaan Korea yang sudah jelas menyatakan minatnya memproduksi konverter dan tabung gas. Antara lain Dymco Co. Ltd, CGS, Finetech Korea Co. Ltd, Motomics, dan Iljin Group. Iljin malah mau membangun SPBG,” paparnya.

Selain dari Korea Selatan, lanjut Teddy, tiga produsen alat konverter dari Italia juga tertarik apda hal yang sama, yakni Faber SpA, Landirenzo SpA, dan BRC. “Sejauh ini yang udah menandatangani MoU (nota kerja sama) adalah Dymco dengan PT Pindad dan Faber dengan WIKA,” jelasnya.

Menurut dia, investor -investor asal Korea dan Italia tersebut masih menunggu proses lelang pengadaan alat konverter, yang akan diselenggarakan oleh Kementerian ESDM, untuk merealisasikan minatnya. “Jadi kuncinya adalah siapa (BUMN) yang menang tender tahun ini. Misalkan WIKA menang, maka mereka baru masuk ke WIKA untuk menyatakan minat investasi sekian,” katanya.

Aji Dwi Wibowo, Support Engineering Autogas Indonesia Autogas mengungkapkan pihaknya menyediakan konverter bahan bakar gas, yang bisa langsung dipasangkan ke mobil. Pengaplikasian konverter gas ini cukup mudah tanpa harus merubah perangkat mobil. Perangkat konverter ini tidak mengorbankan komponen asli kendaraan.

Pemasangannya haanya ditambahkan perangkat pada mobil seperti injektor gas, reducer (fungsinya untuk mengurangi tekanan yang ada pada tangki dari 12 bar sampai 2 bar), filter gas dan juga tangki gas. “Kita juga menambahkan kontrol unit gas, sehingga tidak mengganggu kinerja mesin. Kita hanya melubangi intake manifold,” ujar Aji.

Neraca, 31 Mei 2012, hal. 10



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>