Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Vision 2020 : "To be one of the best integrated Engineering, Procurement and Construction (EPC) and Investment Companies in South East Asia."

Prestasi

Info Bank Award 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda keunggulan yang dimiliki WIKA dalam pengerjaan proyek adalah

  • Mutu (28%, 263 Votes)
  • Inovasi (23%, 218 Votes)
  • Berorientasi lingkungan (22%, 206 Votes)
  • Sistem Metode kerja (7%, 65 Votes)
  • Tepat waktu (5%, 48 Votes)

Total Voters: 932

Loading ... Loading ...

Jembatan Selat Sunda tetap dibangun

16 November 2010

Pemerintah menegaskan nilai investasi megaproyek pembangunan jembatan Selat Sunda sampai saat ini masih bersifat fluktuatif, hingga hasil studi kelayakan proyek rampung dilaksanakan.

Namun, pemerintah memastikan jembatan sepanjang 30 kilometer ini tetap dilanjutkan karena telah menjadi salah satu proyek prioritas.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah sekaligus Tim Pelaksanan Proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) Luky Eko Wuryanto mengatakan saat ini kisaran kebutuhan dana yang dikeluarkan pemerintah hanya bersifat sementara, hingga hasil studi kelayakan dikeluarkan. Untuk studi kelayakan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun.

Sampai saat ini semuanya masih berupa perkiraan kebutuhan anggaran, karena untuk mengetahui angka pasti yang dibutuhkan harus menunggu proses studi kelayakan selesai, baru itu menjadi angka fix yang dibutuhkan. “Jadi ini bukan berarti terjadi pembengkakan biaya, hanya karena memang belum ada figure dana yang pasti,” ujar Luky kemarin.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta Kementerian PPN/ Bappenas Bastary Panji mengatakan kebutuhan pendanaan untuk pembangunan proyek jembatan Selat Sunda diperkirakan mencapai Rp250 triliun atau melonjak dari perkiraan sebelumnya Rp100 triliun. (Bisnis, 15 Nov.) Luky mengatakan perkiraan nilai yang disebutkan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang naik dari semula Rp100-Rp150 triliun menjadi Rp250 triliun, disebabkan oleh adanya rencana pembangunan jalur kereta api dan pengembangan kawasan strategis di jembatan Selat Sunda tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan tetap akan membangun jembatan Selat Sunda (JSS) meskipun estimasi biaya pembangunannya membengkak lebih dari 100%. Proyek tersebut akan direalisasikan dalam waktu 5 tahun-10 tahun.

Pilih teknologi Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan studi kelayakan terhadap proyek tersebut guna menentukan teknologi serta kelengkapan infrastruktur apa saja yang akan diterapkan.

Untuk itu, lanjut dia, besaran nilai investasi untuk realisasi jembatan yang rencananya menggunakan sistem suspensi ini belum diketahui secara pasti karena masih dilakukan pengkajian detail engineering design (DED) yang melibatkan sejumlah pakar dan ahli jembatan di Indonesia.

“Dalam penghitungan biayabiaya itu tentunya muncul estimasi nilai investasi yang fantastis, tetapi hal itu jangan disikapi berlebihan karena masih bersifat fluktuatif, pada prinsipnya kami siap untuk merealisasikannya,” katanya kepada Bisnis secara terpisah.

Meskipun nilai kebutuhan cukup tinggi, Luky menegaskan proyek ini tetap dilanjutkan karena sudah menjadi komitmen pemerintah yang juga ditegaskan oleh Presiden jika jembatan Selat Sunda merupakan salah satu proyek prioritas.

Untuk sumber pembiayaannya, akan berasal dari BUMN, BUMD dan juga melibatkan pihak swasta, mengingat kebutuhan anggaran yang tinggi tersebut tidak mungkin ditutupi oleh pemerintah melalui APBN.

Kontribusi pemerintah dalam pembangunan itu sendiri, lanjutnya, berupa regulator dan juga memberikan insentif seperti pemberian dukungan penjaminan ataupun konsensi pada pelaksanaan proyek.

Untuk persiapan pelaksanaan proyek jembatan sepanjang 30 km itu, dia menjelaskan saat ini pemerintah masih menunggu penerbitan peraturan presiden terkait dengan rencana pembangunan jembatan Selat Sunda.

Dirjen Bina Marga menuturkan untuk merealisasikan megaproyek tersebut, pihaknya akan segera membentuk konsorsium untuk percepatan pembangunannya guna membahas bentuk badan usaha yang menampung rancana proyek tersebut.

Dia menambahkan konsorsium yang akan dibentuk nantinya terdiri atas BUMN, BUMD di kedua provinsi yakni Banten dan Lampung, serta investor swasta.

“Dalam merealisasikan JSS [jembatan selat sunda] ini, nantinya akan dibentuk konsorsium yang terdiri dari investor dan pemerintah, yang agenda awal merumuskan pembentukan badan usaha yang mengakomodasi rencana dan realisasi proyek tersebut,” kata dirjen.

Setelah dibentuk badan usaha seperti perseroan terbatas (PT), selanjutnya akan dibahas estimasi total biaya, investasi dan pelaksanaan proyek tersebut, baru akhirnya diputuskan sharing profit antara pemerintah pusat, pemerintah daerah di kedua provinsi itu dan investor.

Meski demikian, lanjut dia pembahasan estimasi biaya dan pelaksanaan proyek yang rencananya termasuk jembatan terpanjang di dunia itu, belum akan dibicarakan pada tahun ini mengingat tingkat kesulitan dan biaya yang relatif tinggi.

Source :Bisnis Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>