Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Vision 2020 : "To be one of the best integrated Engineering, Procurement and Construction (EPC) and Investment Companies in South East Asia."

Prestasi

Info Bank Award 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda keunggulan yang dimiliki WIKA dalam pengerjaan proyek adalah

  • Mutu (28%, 263 Votes)
  • Inovasi (23%, 218 Votes)
  • Berorientasi lingkungan (22%, 206 Votes)
  • Sistem Metode kerja (7%, 65 Votes)
  • Tepat waktu (5%, 48 Votes)

Total Voters: 932

Loading ... Loading ...

Jembatan Selat Sunda, Revolusi Jawa-Sumatra

9 Juli 2012

Kalau Prancis punya Menara Eiffel, atau Colloseum yang menjadi kebangaan Roma, maka nanti Indonesia punya landmark bernama Jembatan Selat Sunda (JSS). Inilah jembatan yang akan menjadi kebangaan Indonesia.

JSS tak hanya menjadi landmark Indonesia. Lebih dari itu, dan ini yang penting, jembatan yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra ini, akan menggerakkan sumber daya ekonomi antara kedua pulau tersebut. Asal tahu saja, sekitar 81,3% penduduk Indonesia berada di dua pulau ini. Pada tahun 2011, 78% dari PDB yang mencapai Rp 7.400 triliun disumbangkan oleh Jawa dan Bali.

Jembatan, yang direncanakan beroperasi tahun 2024 ini, akan dibangun dengan panjang 29 km. Beberapa bagian di antaranya merupakan konstruksi gantung dengan rentang 3.000 meter. Lebar jembatan 60 meter terdiri dari 6 lajur yang dibuat dua arah untuk kendaraan bermotor. Selain sebagai jembatan utama untuk kendaraan bermotor, JSS akan mengakomodasi lintasan kereta api, jalur pipa gas, pipa minyak, dan jalur kabel listrik

Selama ini—selain lewat angkutan udara—lalu lintas manusia dan barang dari Jawa ke Sumatra atau sebaliknya, dihubungkan oleh sarana angkutan penyeberangan selat. Setiap hari tidak kurang dari 50.000 orang menggunakan jasa angkutan penyeberangan. Komoditas hasil bumi, komoditas pertanian, dan produk-produk insdustri mengalir dari Pelabuhan Merak ke Bakauheuni atau sebaliknya. Penyeberangan ini dikelola oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), satu-satunya BUMN yang mengelola transportasi antarpulau.

Menurut data ASDP, setiap hari hampir 3.000 truk, 200 bus, dan ratusan kendaraan pribadi menggunakan sarana angkutan penyeberangan kedua pulau ini. Angka ini melonjak tajam mendekati Lebaran atau Natal dan Tahun Baru. Kemacetan tak bisa dihindari. Kemacetan dan antrean panjang bisa terjadi berhari-hari. Akibatnya komoditas pertanian berupa buah-buahan, sayuran, makanan mengalami kerusakan.

Nah, berdirinya JSS akan membabat semua keruwetan ini. Boleh jadi, akan terjadi lonjakan frekuensi transportasi darat dari Jawa dan Sumatra. Arus barang dan jasa antarkedua pulau akan semakin lancar. Belum lagi bila kereta api beroperasi menyambungkan Jakarta menuju Lampung dan Palembang pulang pergi.

Kabel serat optik Telkom, pipa gas PGN, dan kabel listrik PLN dapat pula disambungkan melalui fasilitas JSS ini. Jawa tidak perlu lagi membangun pembangkit baru. Cukup di Sumatra pembangkit dibangun di mulut tambang batubara yang memang berlimpah. Listriknya dapat disambungkan melalui JSS menjadi bagian dari interkoneksi Sumatra, Jawa, dan Bali.

Di Atas 10%
Pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa dan Sumatra bisa di atas 10% (double digit) jika JSS beroperasi. Jembatan yang akan menyatukan dua pulau pengontribusi hampir 80% dari PDB nasional itu dipastikan bakal menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Banyak nilai tambah yang dihasilkan dari terkoneksinya Jawa dan Sumatra, seperti menciptakan kawasan pengembangan ekonomi baru, menjadi sentra produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional, solusi bagi permasalahan distribusi, logistik bagi efisiensi produksi nasional, serta meningkatkan konektivitas nasional ke arah efisiensi nasional. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, JSS akan menyerap tenaga kerja sebanyak 82.736 orang.

Pengendali Perdagangan
Pembangunan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS), yang salah satu ikonnya adalah pembangunan JSS, juga berpotensi mengeruk devisa dari pembangunan pelabuhan internasional di kawasan tersebut. Soalnya, perairan Selat Sunda bisa menjadi komplementer dari Selat Malaka yang mulai jenuh. Kondisi ini akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pengendali perdagangan internasional.

Dengan invesasi Rp 215 triliun, proyek JSS adalah proyek terbesar bangsa Indonesia yang akan diminati oleh bangsa-bangsa lain. Masuknya investasi ke dalam proyek ini tentu saja melahirkan peluang bagi masyarakat untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi negeri.

Bayangkan, bagaimana kegiatan ekonomi, transportasi, mobilisasi barang dan jasa dari Banda Aceh di ujung utara Pulau Sumatra hingga Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa menjadi satu. Penyatuan kekuatan raksasa, tentu saja akan memicu pertumbuhan kawasan yang luar biasa besar. Banyak ahli menyebut, ini adalah revolusi ekonomi Jawa-Sumatra.

Ekonom Cides, Umar Juoro mengatakan, JSS akan menguntungkan bangsa Indonesia. “Di sana akan ada area development baru yang bisa menjadi daya dukung ekonomi nasional. Ini proyek besar dan prestisius,” kata Umar kepada InilahREVIEW.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-45 yang terbit Senin, 9 Juli 2012. [tjs]

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1880418/jembatan-selat-sunda-revolusi-jawa-sumatra



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>