Wika Tertarik Berinvestasi di Kaltara



PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Salah satu BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, PT Wijaya Karya (Wika) tertarik berinvestasi di Kalimantan Utara. Dan telah menandatangani MoU dengan Pemprov Kaltara, Selasa (1/8).

“Tapi baru MoU, pernyataan penjajakan. Kalau serius mau berinvestasi, nanti mereka akan mengurus perizinan. Baik di pusat, provinsi dan kabupaten. Misal, izin lokasi dan izin lingkungan dari gubernur,” ungkap Gubernur Kaltara Irianto Lambrie usai pertemuan dengan jajaran PT Wika.

Irianto mengatakan, selain ingin berinvestasi, PT Wika yang memiliki pengalaman di bidang konstruksi juga ingin berpartisipasi dalam pembangunan di Kaltara.

Beberapa program yang dilirik PT Wika di antaranya pembangunan Jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan), Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning dan pembangunan pembangkit listirk tenaga air (PLTA). Termasuk ingin berpartisipasi membangun Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor.

Meskipun sejauh ini sudah ada beberapa investor yang tertarik berinvestasi di Kaltara seperti membangun PLTA, namun menurut Irianto, skemanya bisa kerja sama dengan investor yang lebih dahulu berinvestasi.

“Misal, PT Kayan Hydro Energy membangun bendungan besar. Mereka butuh kontraktor nasional berkualitas. Itu bisa kita fasilitasi dengan PT Wika,” jelasnya.

Dari tiga peluang investasi itu, menurut Irianto, kemungkinan yang pertama dikerjakan PT Wika yaitu KIPI Tanah Kuning. Termasuk Kota Baru Mandiri. “KBM sangat memungkinkan investasi swasta. Misal, membangun perumahan, sarana rekreasi, fasilitas olahraga. Itu kan komersial,” lanjutnya.

Hanya saja, meski sudah ada MoU dengan Pemprov Kaltara, PT Wika belum memaparkan nilai investasi yang disiapkan. Besaran dana yang akan disiapkan, kata Irianto, akan tergambar dalam izin penanaman modal.

Ditambahkan Irianto, meski dikerjakan investor luar, namun tetap ada kerja sama dengan kontraktor lokal. Kebijakan ini diambil untuk memberdayakan kontraktor lokal. “Supaya kontraktor lokal juga diberdayakan. Mungkin skemanya 70:30. Kalau dipaksakan kontraktor lokal, sementara tidak punya pengalaman, peralatan dan modal yang cukup. Jadi harus bermitra dan kerja sama dengan kontraktor lokal. Kebijakan kita seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Wika Bintang Perbowo mengatakan, ingin bekerja sama dengan Pemprov Kaltara seperti membangun fasilitas PLTA, KIPI dan Jembatan Bulan. “PT Wika ini kan BUMN, jadi kami ingin ikut berkontribusi dalam membangun Kaltara,” katanya.

Diakuinya kerja sama ini ada dalam bentuk investasi maupun bangunan konstruksi yang didanai pemerintah. “Kemungkinan yang PLTA kita investasi. Kalau Jembatan Bulan itu dana pemerintah,” lanjutnya.

Khusus untuk PLTA, saat ini pihaknya tengah menghitung berapa besaran dana investasi yang perlu disiapkan. Yang jelas, kata dia, besaran investasi tergantung kapasitasnya. “Tergantung besar megawatt (MW)-nya. Kalau 1 MW sekitar USD 2,5 juta,” katanya.

Ditanya target mulai kegiatan, menurut dia, siap mengikuti ketentuan yang ada di Pemerintah Provinsi Kaltara. Misal, apakah harus mengikuti tender. “FS (feasibility study)-nya mulai dibuat. Insya Allah 2018 kita bisa,” ujarnya. (har/fen)


http://bulungan.prokal.co/read/news/8789-wika-tertarik-berinvestasi-di-kaltara.html


Kategori Berita