Wika Beton Kebanjiran Proyek

 PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memperkirakan perolehan kontrak baru sebesar Rp 1,5 triliun selama kuartal I-2017, meningkat 50% dibandingkan periode sama 2016 yang sebesar Rp 1 triliun. Adapun total kontrak pada kuartal I tahun ini mencapai Rp 5,3 triliun atau dua kali lipat dari raihan kuartal I tahun lalu yang sebesar Rp 2,6 triliun.


Direktur Keuangan Wijaya Karya Beton (Wika Beton) Mohammad Syafi’i mengungkapkan, nilai perolehan kontrak baru pada kuartal I-2017 cukup besar. Biasanya, nilai kontrak baru pada awal tahun relatif kecil, karena masih proses tender dan persiapan. “APBN saja baru keluar Mei tahun ini,” kata dia di Jakarta, Senin (13/3).


Dia menegaskan, karakter bisnis konstruksi mulai ramai pada semester II. Pada masa itu, semua proyek infrastruktur sudah siap untuk dikerjakan.


Direktur Utama Wika Beton Hadian Pramudia menjelaskan, beberapa kontrak yang diperoleh Wika Beton di antaranya adalah pembangkit listrik Tanjung Lontar, Tanjung Jati, Batang, dan Cilacap. Perseroan juga memperoleh kontrak dari jalan tol Lampung, jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 15 kilometer (km) dan light rail train (LRT) Jakarta.


Proyek pembangkit listrik berkontribusi sebesar 20% dari total kontrak baru dan kontrak dari jalan tol sebesar 25% dari total kontrak baru. Sedangkan sisa kontrak baru perseroan berasal dari proyek lainnya.


Tahun ini, Wika Beton menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 6,3 triliun, meningkat dari perolehan kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 6 triliun. Tahun lalu meningkat signifikan dibandingkan dengan target awal sebesar Rp 4 triliun. Perolehan tersebut meningkat seiring dengan percepatan pembangunan dan meningkatnya investasi bidang infrastruktur pemerintah maupun swasta.


Beberapa proyek yang telah diperoleh dan sedang dikerjakan Wika Beton di antaranya adalah jalan tol Balikpapan-Samarinda, Fly Over Semanggi Jakarta, LRT Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun, Bogor Outer Ringroad seksi 2, jalan layang non-tol Tendean-Ciledug paket Kebayoran Lama-Seskoal, serta pembangkit listrik di Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara.

http://id.beritasatu.com/home/wika-beton-kebanjiran-proyek/157662


Kategori Berita