Groundbreaking Pembangunan Bareskrim, Kapolri: Terima Kasih Pak Buwas

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membuka secara resmi groundbreaking pembangunan Gedung Bareskrim Polri di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

"Groundbreaking pembangunan gedung Bareskrim secara resmi saya nyatakan dilaksanakan. Semoga tuhan yang maha kuasa memberikan yang terbaik bagi kita," kata Tito di sisi barat, Mabes Polri, Kamis (20/4/2017).

 

Turut hadir di acara tersebut pejabat utama Mabes Polri yakni Wakapolri Komjen Syafruddin, Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto. Begitu juga dengan Kepala Badan Nasional Narkotika Komjen Budi Waseso, dan Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA) Bintang Perbowo selaku kontraktor yang akan mengerjakan bangunan 17 lantai yang didanai dengan dana APBN tersebut.

Tito menjelaskan, pembangunan dedung ini merupakan langkah yang sangat tepat dan berguna. Sebab gedung Bareskrim dinilai sudah tidak layak.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menceritakan siapa orang-orang yang paling berperan dalam merencanakan dan memperjuangkan pembangunan gedung Bareskrim ini. Salah satunya adalah Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) yang saat itu tahun 2015 menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

"Yang punya inisiatif dan ide pertama adalah Kepala BNN Pak Budi Waseso. Saya paham persis, karena waktu itu saya sebagai Asrena (Asisten Perencanaan Kapolri) dan beliau yang gigih sekali memperjuangkan," beber Tito.

Tito melanjutkan, dia yang kala itu menjabat sebagai Asrena Kapolri Jenderal Komjen (Purn) Badrodin Haiti mempertanyakan apa mungkin gedung Bareskrim ini dibangun dengan sejumlah kendala yang ada kepada Budi Waseso.

"Saya sampaikan, apa mungkin kita 2016 sudah bisa dimulai? Karena 2015 biasanya ada kendala pertama masalah tahun anggaran kemudian saat itu belum ada perencanaan untuk pembangunan gedung Bareskrim dalam grand design kita yang ketiga ada semacam moratorium oleh presiden untuk pembangunan markas-markas, kantor-kantor, tetapi diefektifkan kantor-kantor yang ada," ulasnya.

"Setelah itu dana yang ada digunakan untuk infrastruktur dalam rangka kepentingan layanan publik lainnya seperti jalan dan lain-lain," sambungnya.

Namun tanpa mengingat kendala terang Tito, Budi Waseso tetap gigih memperjuangkan pembangunan gedung yang menjadi markas para reserse di tingkat Mabes Polri ini.

"Namun ya itulah memang kecanggihan Kepala BNN Pak Budi Waseso, Kabareskrim saat itu yang mampu menembus semuanya dengan alasan layanan publik dan memang betul karena memang Bareskrim ini memberikan layanan publik akhirnya semua alasan itu diterima baik oleh Bapak Presiden, Menteri Bappenas, Menteri Keuangan, semua yang terkait, termasuk dari DPR semua ditembus oleh beliau," katanya.

Kehadiran Budi Waseso dalam groundbreaking ini, tambah Tito merupakan undangannya secara pribadi dan Polri sebagai instansi.

"Ini tidak boleh lepas dari sejarah perjuangan itu. Idenya pun berasal dari Bapak Kepala BNN. Karena memang melihat saat itu gedung yang kondisinya sudah tidak layak lagi untuk sekelas Badan Reserse Kriminal Mabes Polri yang merupakan FBI Indonesia tapi gedungnya memprihatinkan," katanya.

Oleh karena itu, Tito mengungkapkan rasa terima kasih yang besar kepada Budi Waseso yang telah memperjuangkan ide pembangunan gedung Bareskrim ini.

"Gedung lama, hanya ruangan Kabareskrim sama Wakabareskrim yang bagus. Yang lainnya ya begitulah. Naik turun tangga. Kemudian ruangannya ruangan lama yang sudah tua. Yang jelas saya mengucapkan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Komjen Budi Waseso yang telah meninggalkan legacy yang baik untuk Polri. Ini akan menjadi kenangan untuk beliau," tukasnya.

(wal)

 

http://news.okezone.com/read/2017/04/20/337/1672323/groundbreaking-pembangunan-bareskrim-kapolri-terima-kasih-pak-buwas


Kategori Berita