Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Rencana Kerja

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2009

  1. Situasi Eksternal
  2. Kondisi Internal Perusahaan

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2009

SITUASI EKSTERNAL

Situasi ekonomi Nasional tahun 2009 diharapkan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2008. Hal ini tercermin dari membaiknya angka-angka indikator makro ekonomi pada RAPBN tahun 2009 dibandingkan dengan APBN tahun 2008. Pertumbuhan ekonomi menurut RAPBN tahun 2009 sebesar 6,5 % – 7,0 % lebih baik dibanding APBN 2008 sebesar  6,0 %.

Angka inflasi pada RAPBN 2009 dipatok 6,0 % – 6,5 % lebih baik dari angka inflasi APBN 2008 sebesar 8 %. Nilai tukar Rupiah terhadap,           US Dollar  tahun 2008 tidak stabil pada kisaran Rp 9.300 –             Rp 12.270,- per US Dolar, sedangkan pada RAPBN 2009 ditargetkan      tetap stabil pada kisaran Rp 9.300 – Rp 10.000,- per US Dollar, sehingga memudahkan para pelaku bisnis melakukan prediksi.

Suku bunga SBI pada tahun 2008 diasumsikan 9,0 %, sedangkan RAPBN 2009 mentargetkan 7,0 % – 8,0 %, hal ini dapat mendorong turunnya suku bunga kredit yang pada gilirannya akan mendorong investasi.

Volume pasar industri konstruksi Sektor Pemerintah tahun 2009 diharapkan adanya perubahan yang signifikan dibanding tahun 2008.

Pada Sub sektor Prasarana Jalan dari APBN 2008, pada APBN 2009 diharapkan ada kenaikan.

Pada Sektor Pengairan dari APBN 2008, diharapkan pada APBN 2009 nanti akan meningkat.

Sektor Pembangunan Daerah diharapkan juga mengalami peningkatan dari tahun APBN 2008.

Sedangkan Sektor-sektor Lain diharapkan ada perubahan yang cukup berarti dari angka-angka RAPBN 2009 terhadap angka-angka APBN 2008. Dengan demikian volume pasar industri konstruksi Sektor Pemerintah dan Pemerintah Daerah diperkirakan akan terjadi perubahan yang cukup berarti.

Pasar sektor BUMN / BUMD dan Sektor Swasta juga diperkirakan akan mengalami kenaikan mengingat adanya kenaikan yang berarti pada indikator-indikator ekonomi makro Nasional.

Disamping volume pasar yang diperkirakan akan ada kenaikan yang cukup berarti, namun patokan harga layanan jasa yang dianut pasar masih memakai patokan hanya yang sangat tidak menguntungkan Perusahaan Konsultan, hal ini menyulitkan Harga Pokok Penjualan.

Pemain pada industri ini terlalu banyak, baik Nasional maupun Asing, BUMN maupun Swasta. Akibatnya, ruang gerak menjadi terbatas dan tingkat persaingan menjadi tajam. Hal ini semakin memperburuk margin pada industri ini.

KONDISI INTERNAL PERUSAHAAN

Memasuki awal tahun 2009, kondisi internal Perusahaan belum beranjak  jauh dari kondisi tahun 2008.

Dibidang Pemasaran, Perusahaan memiliki reputasi yang cukup baik dalam menyelesaikan desain maupun supervisi proyek-proyek besar berteknologi tinggi, serta memiliki akses yang cukup baik pada segmen pasar Departemen Pekerjaan Umum. Akses ke segmen pasar pada Departemen Lain, Pemerintah Daerah, BUMN / BUMD maupun Swasta masih perlu ditingkatkan, khususnya kepada investor Jalan Tol.

Dibidang Produksi, Perusahaan telah berpengalaman menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan desain maupun supervisi pada proyek-proyek besar berteknologi tinggi.

Dibidang Keuangan, saldo piutang usaha akhir tahun 2008 cukup untuk menutupi kewajiban hutang. Perusahaan masih mengalami kesulitan cash flow karena lambatnya proses penarikan piutang, sehingga masih diperlukannya kredit Modal Kerja.

Dibidang Sumber Daya Manusia, Perusahaan masih mampu memenuhi kebutuhan akan Tenaga Ahli melalui kontrak-kontrak dengan Tenaga Ahli Lepas. Karena, Tenaga-tenaga Ahli milik Perusahaan sendiri sangat terbatas.

Dibidang Organisasi, Perusahaan sudah melakukan Restrukturisasi Organisasi sejak pertengahan 2003, dan saat ini perlu disesuaikan dengan perubahan situasi dunia usaha dan disesuaikan dengan perubahan jumlah anggota Direksi saat itu.