JASA KONSULTASI PMI RUAS JALAN TOL JAKARTA OUTER RING ROAD (JORR) W2 UTARA

UMUM

Ruas Jalan Tol JORR W2 Utara yang membentang di 2 (dua) wilayah kota Jakarta, yaitu Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, disebut juga dengan Ruas Jalan Tol Kebon Jeruk - Ulujami. Ruas jalan sepanjang 7,87 km. tersebut mulai dikerjakan pada awal tahun 2012 dan diselesaikan pada pertengahan tahun 2014. Sebagai Penyedia Jasa jalan Tol adalah Badan Usaha JalanTol PT. Marga Lingkar Jakarta (PT. MLJ).

Dalam pembangunannya, PT. MLJ membagi ruas jalan tersebut menjadi 4 (empat) paket pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa yang berbeda-beda seperti dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

JORR

PT. Virama Karya KSO PT. Giritama Persada memperoleh kontrak kerja dari PT. Marga Lingkar Jakarta dengan Nomor Kontrak  26/Kontrak-Dir/MLJ/V/2012 tanggal 1 Mei 2012. Dalam perjalanannya, kontrak tersebut mengalami 2 (dua) kali perubahan, yaitu adendum pertama tanggal 30 Oktober 2013, dan adendum kedua tanggal 28 Desember 2013. Khusus pada adendum kontrak yang kedua adalah untuk penyediaan jasa pengendalian mutu independen pada Paket 4 (Sta.14+129 – 16+200).

Adapun sketsa peta lingkup pekerjaan jalan tol tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

PETA JORR

LINGKUP PEKERJAAN JASA KONSULTAN PMI

Keberadaan Konsultan PMI didasarkan pada adanya Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara Badan Pengatur JalanTol (BPJT) dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dimana lingkup tugas dan tanggungjawab Konsultan PMI sebagaimana tertera pada pasal 7.1 perjanjian tersebut.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut, Konsultan PMI mengacu pada standar internasional ISO 9001: 2008 tentang Quality Management System dan Standar Nasional Indonesia SNI 19 tentang Sistem Manajemen Mutu, serta ketentuan-ketentuan turunannya yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Ketentuan tersebut menyangkut pelaksanaan manajemen mutu yang wajib dilaksanakan oleh setiap Penyedia Jasa yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Dengan menerapkan sistem manajemen mutu pada pekerjaan pembangunan jalaN tol diharapkan hasil pekerjaan dari penyedia jasa kontraktor dapat bermutu baik. Hal ini mengingat bahwa tidak mungkin dapat dihasilkan suatu produk jalan yang bermutu tanpa melalui sebuah proses mutu.

Sistem Manajemen Mutu adalah sistem manajemen operasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan non konstruksi Penyedia jasa dalam hal pencapaian mutu.Terdapat 3 (tiga) tahapan proses yang harus dilaksanakan dalam penerapan sistem tersebut, yaitu Perencanaan Mutu (Quality Planning), Penjaminan Mutu (Quality Assurance), dan Pengontrolan Mutu (Quality Control).

Dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, utamanya, Konsultan PMI melakukan:

  1. Pengawasan terhadap pemenuhan rencana mutu, baik rencana mutu proyek, dan rencana mutu kontraktor, maupun rencana mutu konsultan;
  2. Pengawasan terhadap pemenuhan standar mutu produk.
  3. Pengawasan terhadap pemenuhan jadwal pelaksanaan pekerjaan.

Dengan diresmikannya pengoperasian jalan tol Paket 4 oleh Menteri Pekerjaan Umum pada tanggal 21 Juni 2014 yang lalu, maka jalan tol outer ring road kota Jakarta telah terhubung secara keseluruhan.

Di bawah ini dapat dilihat beberapa foto pekerjaan pembangunan jalan tol pada Paket 4 (KebonJeruk – Ulujami; Sta. 14+129 – 16+200).


fofo jorr w2 utara


Kategori PRODUK