Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Timah (Persero) Tbk : "Menjadi Perusahaan Pertambangan terkemuka di dunia yang ramah lingkungan

Prestasi

Awarding Night PT Timah (Persero) Tbk : Social Business Innovation 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Harga Nikel dan Timah Kian Mengkilap

17 Pebruari 2010

Dalam lima hari terakhir, harga timah dan nikel terus merangsek naik. Pada Senin (15/2) lalu, harga nikel untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) melompat 3,81% menjadi US$ 19.350 per ton. Ini adalah harga tertinggi nikel sejak Oktober 2009.

Pada saat yang sama, harga timah untuk pengiriman tiga bulan di LME juga naik 1,6% menjadi US$ 16.495 per ton. Meski terus merangkak naik, analisis memperkirakan, peningkatan harga komoditas logam tersebut tidak akan berlangsung secara masif.

“Kenaikan harga komoditas terutama karena mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia,” kata Analis Indosukses Futures, Herry Setyawan, kemarin (16/2).

Sampai pukul 16.00 WIB kemarin, harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Maret 2010 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) naik 0,97% menjadi US$ 74,85 per barel. Pada akhir pekan lalu, harga minyak jenis ini masih bertengger di posisi US$ 74,13 per barel.

Menurut Herry, kenaikan harga nikel dan timah belum dipengaruhi faktor fundamental. Permintaan terhadap kedua komoditas itu belum banyak. Buktinya, Departemen Perdagangan mencatat, ekspor timah Indonesia Januari 2010 justru melorot 20,37% dari Desember 2009 menjadi 6.774,57 ton.

Herry meramal, pengetahuan likuiditas di China menyebabkan perbankan di sana ikut mengerem kreditnya. Dus, kondisi itu menahan ekspansi kalangan industri di Negeri Tembok Raksasa itu. “Saat ini, industri akan membeli komoditas kalau mereka butuh. Sebaliknya, jika tidak membutuhkan, mereka akan menahan diri,” imbuhnya.

Jika pemulihan ekonomi tidak sesuai dengan harapan, Herry meramal, harga timah akan nikel masih akan terkonsolidasi di kisaran US$ 18.750 hingga US$ 20.300 per ton. Harga timah pun akan bergerak dengan kisaran 5% ke atas dan 5% ke bawah dari harga saat ini, atau di level US$ 15.670 hingga US$ 17.320 per ton.

Ibrahim, analis Asia Kapitalindo Futures, menambahkan kenaikan harga nikel dan timah tidak lepas dari pergerakan harga minyak mentah dunia. “Karena yang menjadi patokan harga komoditas saat ini adalah minyak mentah,” kata Ibrahim.

Source :Kontan



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>