Peningkatan laba bersih PT. TIMAH (Persero) Tbk

Peningkatan laba bersih PT. TIMAH (Persero) Tbk Didorong Oleh Peningkatan Kinerja Operasi Dan Efisiensi Yang Berkelanjutan

Jakarta, 31 Oktober 2017, PT. TIMAH (Persero) Tbk (IDX:TINS) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk  periode sembilan bulan yang berakhir pada  30 September 2017. Perseroan mencatatkan laba periode berjalan1) sebesar Rp300,6 miliar yang mana mengalami peningkatan sebesar 2 kali lipat dari semester I 2017 dan mengalami peningkatan sebesar 5 kali lipat bila dibandingkan dengan priode yang sama pada tahun 2016. 

Seketaris Perusahaan PT Timah, Amin Haris Sugiarto, mengatakan: “Sampai dengan 30 September 2017 Perseroan meningkatkan kinerja positif dengan peningkatan volume penjualan logam timah  sebesar 49,9% dibandingkan dengan semester I 2017 dan meningkat sebesar 16,1%  dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016. Dengan terus meningkatkan kinerja operasi dan melakukan upaya efisiensi secara berkelanjutan, kami berharap dapat mencapai hasil yang maksimal pada akhir tahun 2017. “

Ringkasan kinerja keuangan Perseroan:

Kinerja Keuangan Q3 Timah 

ANALISA KINERJA KEUANGAN UNTUK SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2017

  • Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp6,6 triliun yang mana mengalami peningkatan sebesar Rp2,0 triliun dari periode yang sama tahun 2016. Peningkatan pendapatan ini didorong oleh peningkatan permintaan logam timah untuk barang elektronik salah satunya di negara China sehingga sampai dengan 30 September 2017 volume penjualan logam timah Perseroan mengalami peningkatan sebesar 16,1%menjadi 21,588 Mton dari 18,600 Mton pada periode yang sama tahun 2016. Selain itu, kenaikan harga jual rata-rata logam timah pada 30 September 2017 menjadi $20,557/Mton dari $17,296/Mton pada periode yang sama tahun 2016 juga menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan pendapatan usaha Perseroan.

  • Beban pokok pendapatan mengalami peningkatan sebesar  37,2% yang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kenaikan biaya bahan baku bijih timah  seiring dengan meningkatnya produksi bijih timah menjadi 23,854 ton dari 15,973 ton pada periode yang sama pada tahun 2016. Sampai dengan 30 September 2017 Perseroan mencatatkan biaya bahan baku timah sebesar Rp3,5 triliun atau meningkat sebesar Rp1,8 triliun dari periode yang sama pada tahun 2016 yaitu sebesar Rp1,6 triliun. Selain itu kenaikan pembayaran royalti seiring dengan peningkatan pendapatan Perseroan juga menjadi salah satu faktor peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan.

  • Peningkatan EBITDA sebesar 65,8% menjadi Rp1,0 triliun dari Rp618,5 miliar pada periode yang sama tahun 2016. Peningkatan tersebut seiring dengan membaiknya harga jual rata-rata logam timah pada kuartal ke III dan meningkatnya volume penjualan logam timah serta kebijakan efisiensi yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

  • Sampai dengan akhir September 2017 total belanja modal perseroan sebesar Rp539,9 Miliar. Dari total belanja modal tersebut, Perseroan telah mengalokasikan untuk pembesaran kapasitas, sarana pendukung produksi, rekondisi dan replacement dan untuk kebutuhan operasional lainnya.

 

Ringkasan kinerja operasi Perseroan:

Kinerja Operasi Q3 Timah 

 

Untuk keterangan lebihi lanjut hubungi:

Amin Haris Sugiarto, Seketaris Perusahaan

Telepon                               : +62 (21) 2352 8000

Email                                     : Corporatesecretary@pttimah.co.id

Website                               : www.timah.com

 

**** akhir siaran pers ****


Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Berita,Kinerja