PT Timah Sabet 2 Penghargaan Dalam IGCG Award 2017

PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Good Corporate Governance (IGCG) 2017. Dalam gala dinner yang digelar di Hotel Crown Plaza, Jakarta, Kamis (3/11), BUMN pertambangan timah ini terpilih sebagai satu dari 20 Besar Perusahaan GCG Terbaik di Indonesia dan Peringkat III dalam kategori Perusahaan BUMN (Persero) Tbk.

IGCG sendiri merupakan bentuk apresiasi tertinggi yang didedikasikan kepada perusahaan-perusahaan terbaik dalam penerapan GCG. Even ini digelar oleh Economic Review bekerjasama dengan IPMI International Business School, Sinergi Daya Prima, dan Indonesia Asia Institute-Ideku Group. Tahun ini, IGCG memasuki perhelatan ketiga.

Komisaris Utama PT TIMAH, Fachry Ali, usai menerima penghargaan mengatakan, Award ini merupakan suatu bukti bahwa PT Timah sudah bekerja keras bukan hanya dalam meningkatkan kinerjanya, melainkan juga menegakkan etika bisnisnya.

"Korporasi tidak hanya terjun dalam konteks technical corporate tapi juga dalam aspek etic. Bagaimanapun, corporate governance sangat penting bagi korporasi yang listing di pasar modal," ujarnya.

Dikatakan Fachry, penghargaan adalah pengakuan kelompok lain secara objektif terhadap internal perusahaan.
"Keliru jika kita melakukan sesuatu hanya untuk mengharapkan penghargaan. Kalaupun akhirnya penghargaan itu diterima, hal itu harus kita anggap sebagai peringatan agar peringkat itu tidak turun lagi,” kata Fachry.

Dalam sambutannya saat membuka IGCG Award 2017, Direktur Utama Economic Review, Irlisa Rachmadiana mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak korporasi yang terpuruk dalam implementasinya, karena tata kelola perusahaan yang tidak baik sehingga banyak fraud alias tidak ada investor yang berminat membeli saham dari perusahaan tersebut.

"Oleh karenanya, penting bagi sebuah korporasi untuk memiliki pengetahuan GCG dalam menjalankan roda bisnisnya. Penerapan prinsip GCG akan membuat perusahaan di Indonesia semakin kompetitif. Ini merupakan tantangan, bagaimana memberikan edukasi kepada perusahaan untuk menerapkan sistem GCG secara tepat," ujar Irlisa.
 
“Perusahaan yang terpilih saat ini merupakan perusahaan yang terbukti mumpuni bertahan, tangguh dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, serta dapat menerapkan etika bisnis, sehingga dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan transparan. Mereka inilah jawaranya,” ungkapnya.
 
Herris B. Simandjuntak, Ketua Dewan Juri menegaskan bahwa proses penjurian IGCGA-III-2017 dilakukan secara objektif, adil, oleh Dewan Juri yang berkompeten serta independen di bidang GCG. Adapun indikator penilaiannya berdasarkan pada Laporan Audit Keuangan 2016 (25%), Laporan Tahunan 2016 (40%), Kelengkapan Infrastruktur CGC (20%), Kelengkapan Soft-structure GCG (10%), juga Keterbukaan atas Masalah yang dihadapi Perusahaan (5%).

Kategori Berita
Sub Kategori Kegiatan,Prestasi,Publikasi