Thursday, 17 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Taspen (Persero)

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

(Indonesia) Sinergi Bank Mandiri, PT Taspen, dan PT POS Indonesia

31 January 2013

Jakarta, 31 Januari 2013 -Tiga perusahaan Negara, Bank Mandiri, PT Pos Indonesia dan PT Dana Tabungan Asuransi dan Pegawai Negeri (Taspen) melakssanakan penandatanganan nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka membentuk bank joint venture. Hal tersebut bertujuan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Penandanganan kerjasama tersebut dilakukan oleh Zulkifli Zaini selaku Direktur Bank Mandiri, Agus Haryanto selaku Direktur Utama PT Taspen (Persero), dan I Ketut Mardjana selaku Direktur Utama PT Pos Indonesia Yang disaksikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam sambutannya mengatakan kerjasama tersebut merupakan langkah yang bagus ,saling menguntungkan dan sepenuhnya mendukung terbentuknya aliansi tiga perusahaan tersebut. “Kerjasama Mandiri, PT Taspen (Persero), dan Pos Indonesia akan menjadikan jaringan perbankan yang dibentuk sangat luas sejalan dengan layanan pos yang mencapai hingga di pelosok desa,” tuturnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, sinergi tersebut dalam rangka memperkuat akses masyarakat padalayanan keuangan (financial inclusion) yang dimana akan berfokus dalam pengembangan sektor Usaha mikro kecil dan Menengah (UMKM), sehingga mampu mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.
Diketahui bahwa saat ini, Berdasarkan data Bank Dunia, sekitar 49% penduduk Indonesia masih belum memiliki akses ketabungan, kredit dan produk asuransi. Keterbatasan terhadap akses layanan financial tersebut mengakibatkan tidak optimalnya pertumbuhan bisnis dan perekonomian. “Melalui sinergi ini, kami ingin membuat lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang dapat terlayani jasa keuangan. Sebab, bank joint ventures ini dapat menggunakan jaringan kantor Pos Indonesia yang tersebar di wilayah-wilayah rural (pedesaan),” tuturnya.
Direktur Utama PT Taspen Agus Haryanto mengatakan, penandatanganan MoU adalah dalam rangka pemberian pelayanan melebihi harapan kepada peserta (Delighted Customer Service) dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, terutama dalam hal pertanggungjawaban pembayaran pensiun yang dilakukan oleh mitra kerja Pembayar Pensiun.

Saat ini, lanjut Agus, sebagai BUMN yang menyelenggarakan 2 jenis program, yaitu Program THT dan Program Pensiun, telah mereformasi pelayanan antara inovasi dan perubahan system layanan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga dapat meningkatkan kemudahan, keamanan dan kenyamanan pelayanan peserta yang dilayani oleh Taspen. Dalam pelaksanaannya Reformasi pelayanan tersebut meliputi, reformasi formulir, proses klim, dan portabilitas layanan serta elektronisasi dapem. Reformasi lainnya dibidang pelaporan transaksi pembayaran pensiun (e-Dapem) dan strategi Strategi Pengolahan Data.
Dijelaskannya , “Misalnya, penyederhanaan formulir klim dari 22 jenis formulir menjadi 2 jenis formulir, serta mempersingkat proses penyelesaian klim dari semula 7 titik proses klim menjadi 3 titik. Selain itu pengajuan klim pembayaran Pensiun pertama dan Tabungan Hari Tua juga dapat dilakukan di seluruh kantor cabang Taspen tanpa terikat domisili akhir peserta,”.
Disamping itu Aplikasi e-Dapem, menurutnya, diharapkan dapat meningkatkan system pengendalian pembayaran pensiun secara efektif serta mempercepat laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun kepada pemerintah. Manfaat system ini tentunya keamanan keuangan negara dalam pembayaran pensiun yang dilaksanakan oleh TASPEN dapat lebih terjamin.{mospagebreak}
“Dalam upaya mendukung strategi pengumpulan dan peremajaan data peserta sebanyak 6.848.725 orang terdiri dari Peserta Aktif 4.557.524 orang serta Peserta Pensiun sebanyak 2.291.201 yang tersebar di 6 Kantor Cabang Utama, 39 Kantor Cabang dan 3 Kantor Cabang Pembantu, Taspen bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara, (BKN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN),” tambahnya

Sedangkan bagi PT Pos Indonesia, kerjasama ini merupakan langkah lanjutan perusahaan untuk lebih mengembangkan bisnis di bidang jasa keuangan dan wujud dari komitmen Perseroan dalam upaya mendukung transformasi yang tengah dilakukan. Seperti meningkatkan service, Good Corporate Governance (GCG) dan culture. Selain itu, kerjasama ini juga akan mengoptimalkan infrastruktur yang ada.
Saat ini, lanjut Ketut, mengatakan Hingga saat ini Pos Indonesia memiliki 3.702 kantor pos online dari 3.800 kantor cabang. Selain itu juga ada lebih dari 1.380 agen pos di seluruh Indonesia yang online. Jaringan yang luas hingga ke pelosok Indonesia ini merupakan value yang dimiliki PT Pos Indonesia. “Diharapkan dengan kerjasama ini nasabah Pos Indonesia yang tersebar hingga ke pelosok mendapatkan layanan produk dan jasa perbankan yang lebih optimal“ ungkap Ketut. (Nip)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>