Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Sucofindo (Persero)

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN: NAIKKAN CITRA ORGANISASI

31 Maret 2009


Perkembangan kondisi global di
akhir abad ke dua puluh telah mendorong lahirnya beragam standar penunjang
perdagangan internasional yang diadopsi oleh berbagai negara di dunia, termasuk
Indonesia. Berbagai standar dalam sistem perdagangan internasional kini
diperkenalkan dan diterapkan di dunia, seperti standar mutu, standar
keselamatan kerja, dan lainnya, sehingga seluruh negara di dunia mau tidak mau
harus menerapkan berbagai standar jika ingin melakukan perdagangan
internasional.

 

Permasalahan keamanan global
menjadi isu utama di dunia sejak terjadinya tragedi menara kembar World Trade
Center 11 September 2001 silam. Peristiwa tersebut mengubah wajah keamanan
global yang dinilai rentan oleh aksi terorisme dan kejahatan transnasional.
Oleh karenanya, lembaga-lembaga internasional menyusun standar sistem
pengamanan yang dapat diterapkan secara global guna menjamin keamanan tata
perdagangan internasional dan produk yang diperdagangkan.  IMO (International Maritime Organization)
misalnya, mengeluarkan International Ship and Port Facility Security (ISPS)
Code
untuk diterapkan pada pelabuhan dagang internasional di seluruh negara
anggota IMO. Indonesia sendiri telah menerapkan ISPS Code di 25 pelabuhan sejak
1 Juli 2004. Selain IMO, lembaga standar internasional ISO juga setidaknya
telah mengeluarkan dua standar keamanan yang berlaku secara global yakni ISO
27001:2005 mengenai Information Technology Security dan ISO 28000:2007
mengenai Specification of Security Management System for Supply Chain.

 

Berbagai standar
lain di bidang keamanan hampir dipastikan akan segera lahir di masa depan.
Kondisi ini tentunya menuntut
kesiapan pemerintah, khususnya negara dunia ketiga, untuk membangun sistem yang
dapat mendorong sektor industri untuk menerapkan standar yang berlaku secara
global. Saat ini negara-negara maju di belahan Eropa dan Amerika Serikat telah
memiliki Bioterrorism Act dan Food Safety White Paper yang
berfungsi memproteksi keamanan produk pangan.

 

Di Indonesia sendiri telah dikeluarkan
Peraturan Kapolri No. 24/2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi,
Perusahaan dan/atau Lembaga/Instansi Pemerintah. Tujuan regulasi ini adalah
untuk mencegah kerugian dengan pendekatan manajemen risiko untuk pengendalian
ancaman bahaya keamanan dan keselamatan baik dari dalam maupun luar organisasi
(perusahaan atau instansi pemerintah).

 

Secara garis besar, Peraturan
Kapolri mengenai Sistem Manajemen Pengamanan memiliki 16 elemen dasar yang
dikelompokkan ke dalam 5 elemen kunci yang terdiri dari: (i) Komitmen dan
Kebijakan, (ii) Perencanaan, (iii) Implementasi, (iv) Pemeriksaan dan Tindakan
Perbaikan, serta (v) Penilaian Manajemen. Jika disusun ke dalam bagan alur,
maka 5 elemen kunci Sistem Manajemen Pengamanan adalah sebagaimana tertuang
dalam bagan dibawah ini.

Audit sistem manajemen pengamanan
tentunya harus dilakukan oleh auditor independen yang ditunjuk oleh Kepolisian
Republik Indonesia. Mengapa harus auditor independen dan lembaga yang ditunjuk
oleh POLRI? Seiring dengan berkembangnya jasa pengamanan profesional di
Indonesia saat ini, maka kehadiran auditor independen diperlukan guna
memberikan masukan dan penilaian secara independen terhadap sistem manajemen
pengamanan yang diterapkan, serta melakukan sertifikasi atas proses audit yang
telah dilakukan.

 

SUCOFINDO selaku auditor
independen yang selama ini berpengalaman melakukan audit sistem manajemen
seperti standar nasional Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
standar internasional OHSAS 18000, ISO 9000, ISO 14000, serta berbagai standar
manajemen lainnya, dipercaya oleh POLRI untuk melaksanakan audit dan
sertifikasi penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).  Sucofindo sendiri selama beberapa tahun ini
telah memiliki unit layanan khusus audit SMP yang memiliki auditor dan lead
auditor handal yang telah disertifikasi oleh ASIS (American Society for
Industrial Security
) serta berbagai pembekalan lainnya termasuk pelatihan
Kepolisian Terbatas.

 

Dengan menjalankan audit Sistem
Manajemen Pengamanan, organisasi atau perusahaan akan memperoleh gambaran yang
jelas dan rinci mengenai status dan mutu pengelolaan keamanan organisasi. Sertifikat
Sistem Manajemen Pengamanan yang dikeluarkan oleh lembaga audit independen yang
ditunjuk Kepolisian Republik Indonesia, merupakan satu bukti yang dapat
ditunjukkan kepada publik dan klien terhadap akuntabilitas sistem keamanan yang
diterapkan.
Sudah barang tentu hal
itu akan meningkatkan citra perusahaan untuk daya saing yang lebih kompetitif
di era globalisasi, disamping untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

 

Bagi kepentingan nasional,
sertifikasi SMP pada berbagai organisasi di Indonesia bermanfaat untuk membangun
profil keamanan investasi dan bisnis di tingkat nasional. Adanya peraturan dan
standar nasional penerapan manajemen pengamanan yang sesuai dengan
standar-standar internasional, tentu akan meningkatkan kualitas dan citra
keamanan nasional di mata dunia internasional disamping meningkatkan
partisipasi masyarakat. Permasalahan keamanan di Indonesia yang menjadi isu sebagai
faktor penghambat utama penanaman modal – sebagaimana survey yang pernah dilakukan
Japan Bank for Internatioanl Cooperation (JBIC) pada tahun 2006 –  kiranya dapat berangsur membaik sehingga kepercayaan
internasional, khususnya para pemilik modal, meningkat kembali terhadap
Indonesia.
[SJ, htm/arf]

Source :Infocus



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>