Sucofindo Ekspansi ke Pasar Asean Rp. 910 M

Direktur utama Sucofindo Arief Safari menyatakan terus membengkaknya target pendapatan yang dibebankan pemegang saham mebuat Sucofindo harus mencari alternatif pasar baru. "Pasar lokal untuk bisnis ini pada tahun 2008 sekitar 4,5 triliun. Kami menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 24%. Kalau target pendapatan katakanlah Rp. 4 triliun kami tidak bisa mengendalikan pasar lokal. Ada 70 pemain yang berkutat di bisinis ini" ujarnya usai serah terima jabatan direksi Sucofindo yang baru di Jakarta kamis (17/4)

menurut dia rencana ekspansi ke pasar regional (go regional) itu dapat dilakukan dengan cara organik dan anorganik. Cara organik dilakukan dengan langsung membuka kantor cabang di negara tertentu, sedangkan anorganik dapat berupa akusisi perusahaan sejenis. Cara anorganik tutur Arief, kemungkinan besar akan dipilih karena biayanya lebih murah

untuk memutuskan langkah ini papar Arief Sucofindo akan melakukan privatisasi . jumlah saham yang akan dilepas sekitar 30% caranya dapat dengan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) atau strategic sales. Sucofindo juga dapat mengombinasikan dua cara ini dalam satu paket. Pemerintah memegang 98% percent saham Sucofindo sedangkan sisanya dimiliki PT SGS. "Sucofindo akan membentuk tim privatisasi untuk menentukan cara mana yang akan dipilih " papar Arief

Sebenarnya lanjut Arief Sucofindo lebih memilih privatisasi dengan cara IPO. Soalnya Sucofindo khawatir statusnya akan berubah menjadi penanaman modal asing (PMA). Jika privatisasi dilakukan dengan strategic sales. Seperti diketahui bisnis jasa inspeksi tertutup bagi pihak asing. Sejauh ini pihak SGS sudah mengkonfirmasi untuk memberi 30% saham Sucofindo.

Arief memaparkan rencana IPO kemungkinan dilakukan pada 2009 dengan target dana Rp. 910 miliar. Angka ini baru dapat dicapai jika laba bersih Sucofindo menembus Rp 70 miliar dengan price earning ratio (PER) 13 kali. Pada 2007 laba bersih mencapai 49 miliar dan tahun ini diproyeksikan sebesar Rp. 59 miliar.

"Kalau laba bersih masih Rp. 59 miliar dana yang dihimpun hanya Rp. 600 miliar. Kalau mau masuk radar investor, laba bersih minimal Rp. 70 miliar, sehingga kapitalisasi pasar ddapat menyentuh US$ 100 juta" kata Arief

Rombak Direksi

Sementara itu pemerintah memutuskan merombak jajaran direksi dan komisaris Sucofindo untuk periode 2008-2013. Beberapa perubahan penting diantaranya perubahan kursi direktur utama dan komisaris utama.

Arief Safari terpilih menggantikan Zafar D. Idham di posisi Direktur Utama Sucofindo. Sebelumnya Arief menjabat sebagai direktur Komersial 2. posisi Arief digantikan Hadrian Syah Razad. Ganis Ramadhani masuk menjadi direktur Komersial 1 menggantikan R. Akbar. Sedangkan Hartanto Reksodipuro mengantikan posisi Haryanto Ekowaluyo di kursi Komisaris Utama

Hartanto mengatakan Sucofiondo telah berhasil melewati masa-masa sulit yang terjadi pada lima tahun lalu. Ia berharap jajaran direksi baru mampu dapat meningkatkan kinerja Sucofindo yang cuku baik pada 2007 melonjak 30% menjadi Rp. 916 miliar dibanding tahun tahun sebelumnya yang hanya Rp. 700 miliar

Hartanto mengaku dirinya terkejut dengan pelatikan direksi baru ini. "Sucofindo adalah BUMN tapi proses pelantikannya mirip dengan pegawai negeri " ujar Hartanto

Source :Investor Daily


Kategori Berita