Tujuh Samsat Terima ISO

Tujuh unit Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat) di wilayah Hukum Polda Metro Jaya mendapatkan sertifikasi ISO 9001-2000.Ketujuh wilayah itu masing-masing samsat jakarta Pusat, Jakarta Utara, Kota Tengerang, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Depok. Pemberian sertifikasi ISO ini melengkapi sertifikasi yang sebelumnya telah diberikan kepada Samsat Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Adang Firman pemberian ISO ini diharapkan memotivasi seluruh Samsat untuk selalu melakukan perbaikan sesuai dengan harapan masyarakat yang sesuai dengan kemajuan inilah yang senantiasa kita evaluasi.
Adang juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk mengawasi kinerja Samsat. Masyarakat dapat memberikan masukan. Informasi, keluhan atau apa pun mengenai samsat "Masyarakat dapat mengirim pesan singkat ke nomor 112 atau 1717 jika menemukan ketidak-beresan atau ingin komplain" ujar Adsng
Pemberian ISO di beberapa Samsat sebelumnya tidak mengurangi sebelumnya tidak mengurangi jumlah calo yang berkeliaran di Samsat. Menurut Adang, pemberian ISO ini bukan berarti bisa memberantas calo yang berkeliaran, karena upaya pemberantasan calo tidak bisa dilakukan oleh Samsat sendirian.
"Kita perlu juga dukungan masyarakat, masyarakat juga seharusnya menolong dengan tidak menggunakan jasa calo. Kita sendiri sudah berupaya sedemikian rupa tapi tetap saja calo tidak bida diberantas" ujar Adang
Direktur Utama Sucofindo Zafar Idham mengatakan pemberian sertifikasi ISO menunjukan kantor-kantor Samsat di Polda Metro Jaya sudah memenuhi persyaratan yangterdaftar dalam ISO. Ada delapan kalusul syrat utama untuk mendapatkan ISO mulai dari proses awal sampai akhir yang harus tertulis dengan jelas segala sesuatunya, seperti siapa penanggung jawab dan sebagainya.
Dengan ISO ini, kata dia, berarti seluruh catatan hasil kerja harus disimpan dengan jelas sehingga tidak ada kemungkinan terselip atau tidak sesuai dengan prosedur karena semuanya tercatat. ISO ini tidak diberikan untuk selamanya karen setiap harus dilakukan pengujian setiap 6 bulan sampai satu tahun.
Jika tidak benar kami berikan catatan untuk perbaikan.Jika sudah berkali-kali diberikan catatan namun tidak juga ada perbaikan, maka sertifikasi itupun akan dicabut " Ujar Zafar
Soal penghapusan calo dari Samsat. kata dia, merupakan tanggung jawab pemilik proses, salah satu penanggung jawab proses itu Direktorat lalu Lintas. Yang terpenting menurutnya sistem administrasi sekarang sudah rapi dan sudah tidak ada lagi yang di luar prosesedur
Hal senada disampaikan Asisten Administrasi Umum Pemprov Tangerang,Apon Suryana. untuk melaksanakan standar mutu ISO harus melaksanakan norma-norma yang diatur oleh ISO, seperti ketepatan pelayanan penggunaan formulir, pengendalian dokumen, manejemen review, dan audit intern. "Calo yang sulit diberantas, bukan lingkup ISO. Tugas kita untuk membrantas" ujar Apon
Irjen Pol (pur) Putra Astaman yang mencetuskan Samsat pertama kali pada 1974, menyatakan bangga dengan sertifikasi ISO yang didapat oleh Samsat, karena dengan diberikan sertifikat ini berarti telah diakui mutu pelayanan secara international.
"ISO ini untuk memotivasi, Bayangkan jika masyarakat masih harus berurusan dengan bayak instansi untuk melakukan satu urusan seperti dulu. Sekarang jauh lebih mudah" ujar Astaman.Kalau dulu numplek di Polda Metro sekarang terbagi menjadi sepuluh tempat.

Source :JAKARTA


Kategori Berita