Mengangkat dan Mengungkap Jejak

Ada esensi menarik yang dapat ditilik dari suatu peristiwa kelahiran.Didalam suatu kelahiran biasanya didapat itikad yang melatarbelakangi kelahiran apakah itu untuk meneruskan keturunan, memotivasi hidup atau pengikat hubungan. Niat baik adalah lentera dari kehidupan selanjutnya.Niat baik juga tercermin dan ditemukan dalam kelahiran perusahaan.
Sucofindo adalah untuk menyelamatkan devisa negara,terutama yang berasal proses perdangan ekspor impor.Ada misi penyelamatan ungkap Zafar D Idham Kamis 21/9 saat melakukan bedah buku perjalanan bisnis Sucofindo yang ditulis Renald Khazali.
Menurut Zafar iklim keterbukaan dan kompetisi yang super kompetitif di era abad ke-21 memaksa Sucofindo untuk fokus dan going concert pada layanan jasa yang menjadi core bisnisnya.Hal ini dimaksud untuk memberikan kepuasan pelanggan yang optimal dan memperkuat daya saing Sucofindo sebagai suatu entitas usaha yang berkiprah dalam bidang jasa survei di tingkat transnasional.
Mengenai penulisan buku sejarah Sucofindo dimaksud untuk mengangkat dan mengungkap jejak Sucofindo selama ini hingga menjadi perusahaan surveyor tertua dan terbesar di Indonesia.
Buku yang kami terbitkan ini memuat perjalana bisnis Sucofindo dari kelahirannya, konsisi saat ini dan predisksi di masa depan" ujar Zafar D Idham.Perjalanan panjang Sucofindo dimulai pada tanggal 22 oktober 1956 saat perusahaan ini didirikan sebagai suatu joint venture antara negara Republik Indonesia dan Societe General de Surveillance (SGS) sebuah perusahaan inspeksi terbesar yang berasal dari swiss.Momentum ini sekaligus secara langsung menandai kehadiran Sucofindo sebagai pelopor kagiatan inspeksi/surveyor di Indoneisa
Sucofindo dalam perkembangan bisnisnya telah memberikan layanan jasa yang meliputi ; jasa Verifikasi Kemampuan Industri, Verifikasi Mesin dan Peralatan Mesin, Monitoring Ekspor melalui otomatisasi Penerbitan Surat Keterangan Asal, Pamantauan Realisasi Penanaman Modal,Jasa Kajian, Perencanaan, dan Pembangunan Sarana
Di Sucofindo ada juga yang disebut strategic Business unit Kehutanan, Kelautan dan Lingkungan (KKL) secara garis besar menyajikan jasa dibidang kehutanan, kelautan dan Lingkungan guna mendukung pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengelola hutan menuju lesatari, meningkatkan sumber daya laut dan menyelesaikan permasalahan lingkungan secara menyeluruh.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang hadir dan turut memberikan sambutan atas peluncuran buku tersebut menyambut antusias atas buku yang diluncurkan tersebut "saya senang hadir dalam peluncuran buku ini" kata Mari Pasalnya peluncuran buku yang yang dikaitkan dengan usia 50 tahun Sucofindo juga merupakan hal yang bersejarah bagi Mendag "Usia saya beda sehari dengan Sucofindo" kata Mari
mendag berharap diusia 50 tahun Sucofindo akan semakin menjadi mitra yang baik lagi stakeholder serta terus meningkatkan trus confidence lebih baik

Source :Kompas


Kategori Berita