Sucofindo meminta UE Terima Verifikasi RSPO

Keputusan Uni Eropa (UE) menerbitkan aturan baru, yakni EU Directive on renwable Energy and Fuel Quality (DREFQ) untuk ekspor minyak sawit mentah atawa crude palm oil (CPO) ke beberapa negara anggota UE mendapatkan reaksi dari lembaga penerbit sertifikasi produk CPO di dalam negeri.
Verifikasi dari lembaga penerbit sertifikat CPO yang dibentuk oleh Rountable for Sustanable palm Oil (RSPO) telah mengakomodir kepentingan U. Jadi negara-negara di Eropa tidak perlu mengkhawatirkan standar produk CPO yang masuk ke negaranya. "Kami berharap RSPO diakui oleh Uni Eropa sebagai skema yang sepadan dengan skema yang mereka bangun" ujar Direktur Utama PT Sucofindo Arief Safari kepada kontan selasa (14/10)
PT Sucofindo merupakan salah satu perusahaan yang memperoleh pengakuan RSPO sebagai lembaga penerbit sertifikasi CPO di Indonesia. BUMN ini telah mendapatkan persetujuan sebagai certification Body for RSPO Principles and Criteria for Sustainable palm oil production berdasarkan Executive Board Meeting RSPO yang digelar 6 oktober 2008 di Kuala Lumpur.
Arief tetap berharap jika skema RSPO diterima UE pengusaha dan eksportir CPO di Indonesia tidak perlu mengeluarkan biaya dobel "Pengusaha tidak perlu melakukan verifikasi dua kali" lanjutnya
Laison Officer RSPO Deuxiemi Kusamadewi mengaku saat ini pihaknya terus mengelar dialog dengan UE meyakinkan mereka bahwa RSPO telah mempunyai beberapa standar yang harus dipenuhi dengan produsen yang jelas kami terus meyakinkan UE katanya
Beberapa poin RSPO masuk dalam aturan DREFQ antara lain pembangunan perkebunan kelapa sawit harus memenuhi perubahan global dan berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim lewat pengurangan emisi gas dan ramah lingkungan selain itu DREFQ juga menetapkan standar ekspor biofuel harus berasal dari perkebunan yang khusus memproduksi minyak sawit biofuel

Source :Kontan


Kategori Berita