SUCOFINDO DUKUNG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DAN INVESTASI RI

Padang (14/12) –  Melalui tahap assessment oleh PT SUCOFINDO (Persero), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia memberikan sertifikat penghargaan Green Port kepada PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero),  PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) karena telah berkomitmen dan secara bertahap mengimplementasikan Green Port di 9 pelabuhan yakni Terminal Teluk Lamong, Terminal Umum PT KBS, Terminal Multipurpose Makassar,Terminal IPC-TPK, Terminal BICT, Terminal Jamrud Utara, Terminal Petikemas Semarang, Terminal Umum Balikpapan, Terminal Petikemas Makassar.

Sertifikat penghargaan Green Port ini diberikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan Budaya Maritim Safri Burhanudin. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia Basuki Hadimuljono, serta Herliana Dewi Direktur Komersial 1 SUCOFINDO.

Kegiatan ini merupakan salah satu pendukung implementasi regulasi Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No.51 Tahun 2015 bahwa untuk menjamin dan memelihara kelestarian lingkungan di pelabuhan dan menjamin pelabuhan yang berwawasan lingkungan (Eco Port). Pada kesempatan ini Herliana Dewi menyampaikan SUCOFINDO siap mendukung pemerintah dalam mewujudkan Green Port.

“Green Port merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia oleh karena itu SUCOFINDO sebagai perusahaan yang bergerak dalam jasa Testing Inspection Certification  (TIC) turut mendukung pemerintah salah satunya dalam melakukan assessment Green Port,” ujar Herliana selepas acara penyerahan sertifikat penghargaan Green Port pada Peringatan Hari Nusantara 2019.

Herliana menyampaikan apresiasinya kepada para perusahaan yang telah berkomitmen dan secara bertahap mengimplementasikan Green Port. “Tentunya saya memberikan apresiasi kepada para perusahaan yang telah berkomitmen dan secara bertahap mengimplementasikan Green Port di pelabuhannya,” ujar Herliana.

Kriteria penilaian Green Port disusun merujuk pada Green Port APEC Service Network (GPAS) dan The World Association for Waterborne Transport Infrastructure (PIANC) dan International Association of Ports and Harbors (IAPH) serta disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan terkait yang ada di Indonesia dan Internasional.

Proses assessment Green Port ini mengacu pada kriteria dari beberapa aspek-aspek yang harus dipenuhi, di antaranya aspek manajemen, aspek energi, aspek pelabuhan dan aspek lingkungan.  Waktu proses assessment ini berlangsung selama satu minggu.

“Dalam mendukung pelabuhan untuk mendapatkan penghargaan Green Port, SUCOFINDO juga dapat memberikan jasa konsultansi dalam mengelola pelabuhan sesuai dengan panduan Green Port (Green Port Guideline). Selain itu, SUCOFINDO juga mendukung terkait pelabuhan melalui jasa Audit Energi Pelabuhan dan Konsultansi Port Reception Facility (PRF), Audit CSR, Sertifikasi Sistem Manajemen dan Uji Laboratorium Lingkungan,” tutup Herliana.

 


Kategori Artikel