Sucofindo Kembali Berpartisipasi dalam ICCEFE 2015

(ICCEFE) atau Pameran dan Forum Pendidikan tentang Perubahan Iklim Indonesia, yang digelar pada tanggal 14-17 Mei 2015 di Assembly Hall Jakarta Convention Center.

Dengan tema "Penguatan Pembangunan Rendah Emisi untuk Masa Depan Berkelanjutan dan Mendukung Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia", kegiatan expo yang telah digelar untuk kelima kalinya inidiikuti oleh 49 peserta lainnya dari berbagai kalangan, yaitu perusahaan swasta, pemerintah, serta BUMN.

 

“Tujuan utama dari kegiatan ini sebagai penyediaan saran komunikasi dan sosisalisasi program perubahan iklim di Indonesia, khususnya agar semua pihak berpartisipasi untuk menyikapi isu ini,” ungkap utusan khusus Presiden untuk perubahan iklim Ir. Rachmat Witoelar, saat pembukaan expo.

 

Rachmat menjelaskan edukasi dan penyebaran informasi mengenai isu perubahan iklim sangat penting dilakukan. Dengan pemahaman yang baik, setiap individu dapat memahami permasalahan perubahan iklim dan berbagai dampaknya.

 

 

Peran Sucofindo dalam Industri Hijau

 

Kegiatan manusia di bidang industri dan transportasi modern menghasilkan emisi gas buangan yang menumpuk di udara selama bertahun-tahun. Akumulasi bahan pencemar di atmosfer berupa gas-gas rumah kaca tersebut mengakibatkan terjadinya fenomena pemanasan global. Apabila efek rumah kaca tidak dicegah atau diturunkan, maka hal tersebut akan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup manusia.

 

Sejumlah peraturan dan kebijakan telah diterbitkan dan dijalankan oleh Pemerintah untuk meminimalisasi dampak negatif dari perubahan iklim, salah satunya dengan menerbitkan Keputusan Presiden nomor 61 tahun 2011 tentang rencana aksi nasional penurunan gas rumah kaca dengan fokus kepada implementasi green industry (industri hijau).

 

Berwawasan lingkungan, menselaraskan pembangunan dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, penerapan industri hijau merupakan langkah efisiensi proses produksi, konsumsi listrik yang semakin sedikit, dan emisi semakin rendah.

 

Seperti yang dilansir oleh Republika, Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengatakan, “Dengan penerapan industri hijau melalui penggunaan teknologi rendah karbon, tentunya akan memberikan dampak penghematan energi, air, dan bahan baku.“

 

Selain itu, menurut Saleh penerapan industri juga akan meningkatkan produktivitas perusahaan dan menghasilkan limbah yang lebih sedikit.

 

“Industri hijau merupakan salah satu solusi yang diharapkan dapat menciptakan sustainability sumber daya alam di tanah air,” kata Saleh.

 

Sejalan dengan upaya Pemerintah dalam penerapan kebijakan industri hijau, Sucofindo turut mendorong komitmen perusahaan dalam menerapkan produksi ramah lingkungan serta efisiensi penggunaan sumberdaya alam dengan menyediakan baseline data dan informasi untuk menyusun arah kebijakan energi dan rencana aksi peningkatan efisiensi energi.

 

Untuk mendukung tercapainya industri hijau, dalam peranannya sebagai auditor yang kompeten, peran Sucofindo adalah mengevaluasi pemanfaatan energi, mengidentifikasi peluang penghematan energi serta memberikan rekomendasi peningkatan efisiensi pada pengguna energi dan pengguna sumber energi dalam rangka konservasi energi.

 


Kategori Artikel