Peran Sucofindo Tingkatkan Daya Saing UMKM

Sejak 2016, Indonesia resmi memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan diberlakukannya MEA, maka perdagangan akan cenderung bebas hambatan. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kegiatan ekspor-impor Negara-negara di ASEAN.

Situasi ini menjadi peluang bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia masuk ke pasar ekspor, terutama dikawasan ASEAN. Namun, agar dapat  bersaing di pasar Internasional, perlu adanya standarisasi produk-produk UMKM Indonesia.  

Direktur Komersial 2 Sucofindo, Sufrin Hannan dalam sosialisasi kebijakan pemerintah dengan tema “Pasar Komoditas Baru Bagi Produk UMKM” yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 16 Februari yang lalu, menyampaikan bahwa Produk UMKM Indonesia yang meliputi hasil olahan pangan, kerajinan, hasil alam, garmen pada umumnya merupakan produk yang dapat diperdagangkan. Untuk mendorong produk UMKM masuk ke pasar global, Standar menjadi bagian penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing produk.

Kompetensi yang dimiliki Sucofindo dalam bidang sertifikasi dapat menjadi pendorong produk UMKM Indonesia untuk bisa bersaing di pasar bebas, terutama di pasar ASEAN. Sertifikasi yang terwujud dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat mendorong standarisasi industri yang dapat meningkatkan daya saing produk UMKM sekaligus menjadi proteksi konsumen, contohnya Sertifikasi Mainan Anak, Pakaian Bayi, Furniture, Produk Fashion hingga Manufaktur. (is/df)


Kategori Artikel