Kemenperin & Sucofindo Bantu IKM dalam Pemberlakuan SNI Wajib Pakaian Bayi

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 7/M-Ind/PER/2/2014 tentang pemberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib produk pakaian bayi.

Pemberlakukan ini berlaku untuk industri pakaian bayi  lokal dan impor termasuk untuk Indutri Kecil dan Menengah (IKM) yang memproduksi pakaian bayi.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Ramon Bangun, Direktur Industri Tekstil dan Aneka, Ditjen BIM Kementerian Perindustrian, pada acara Worskshop Menyiapan IKM menghadapi ketentuan SNI wajib pakaian bayi, di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Rabu (12/11/2014).

Ramon mengatakan, tujuan workshop ini, agar para pelaku IKM paham dengan Permenperin no 7/2014 tersebut, sehingga dapat menjalankannya dan dapat memenuhi aturan tersebut,. "IKM yang merupakan bagian penggerak ekonomi bangsa ini tentunya perlu disiapkan untuk dapat maju dan berkembang," kata Busharmaidi.

Rolia Nurdiawati, Kepala Divsi SBU Laboratorium Sucofindo menambahkan, saat ini Kementerian Perindustrian bersama PT Sucofindo terus membantu industri kecil yang belum siap mengikuti ketentuan SNI wajib pakaian bayi. "kita akan bantu IKM diwilayah jawa barat ini agar dapat melaksanakan aturan tersebut, ada sekitar 62 IKM, yang tersebar diberbagai wilayah," tambahnya.

Sucofindo sebagai perusahaan inspeksi, verifikasi, pengujian dan sertifikasi siap membantu IKM dalam mendapatkan SNI, banyak yang belum siap dalam memproduksi pakaian bayi berlabel SNI. Oleh karenanya, IKM didorong dapat membuat  produk pakaian bayi yang bermutu yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam SNI pakaian bayi. Ujar Rolia.

Tidak hanya itu, sambung Rolia, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Sucofindo dalam melakukan sosialisasi kepada IKM, adalah merupakan komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).," tukasnya [  ]



Kategori Pengumuman