Jumat, 25 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Rajawali Nusantara Indonesia

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Mitra Kerinci Sabet Penghargaan Kategori Peningkatan Produksi Teh Terbaik

14 Pebruari 2012

(Juara I Kategori Peningkatan Produksi Teh dan Nominasi Peningkatan Produksi Kebun Pada Teh Nusantara Award – Forum Teh Nusantara)
Berbagai upaya pembenahan dan perbaikan di kebun teh dan pabrik selamat tahun 2009 telah menuai hasil berupa peningkatan produksi di tahun 2010 yang cukup signifikan.

Dibanding tahun 2009, produksi pucuk basah meningkat 36%, yaitu dari 10.402.134 Kg (2009) menjadi 14.097.444 Kg (2010). Selain kondisi iklim yang lebih mendukung (curah hujan maupun hari hujan 2010 lebih banyak dibanding 2009), peningkatan produksi tersebut juga merupakan hasil dari upaya-upaya perbaikan pemeliharaan tanaman (pemupukan, pengendalian OPT dan komposisi umur pangkas yang lebih baik), perbaikan manajemen petik (termasuk peningkatan kompetensi operator mesin petik), serta perbaikan/penambahan sarana/fasilitas kerja (angkutan, insentif, dsb).

Dari bekal prestasi tersebut, maka pada acara BUMN Perkebunan Award 2011 yang diselenggarakan di Bandung, PT Mitra Kerinci meraih gelar JUARA I untuk katagori Peningkatan Produktivitas Teh Terbaik dan nominasi Peningkatan Produktivitas Kebun Teh Terbaik.

Acara Teh Nusantara Award ini diselenggarakan oleh Forum Teh Nusantara (FTN) yang merupakan hasil kerjasama antara Kementerian BUMN dan BUMN Perkebunan. Teh Nusantara Award merupakan agenda rutin tahunan sejak pertama kali digelar tahun 2009. Tujuan penyelenggaraan TNA adalah untuk memotivasi Unit Usaha BUMN Perkebunan Teh agar dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas dan melakukan perbaikan yang berkesinambungan. Berbagai kalangan menilai, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memacu semangat dan memperkuat komunikasi serta menyebar luaskan continues improvement di antara Unit Usaha BUMN Perkebunan yang bergerak di bidang komoditas Teh. Namun untuk menjaga efektifitas, kesinambungan dan konsistensi pelaksanaannya, disatukan dengan acara awarding komoditas lainnya. Oleh karena itu, acaranya disebut dengan BUMN PERKEBUNAN AWARD 2011.

Berikut adalah kategori BUMN PERKEBUNAN AWARD 2011 untuk komoditi teh yang diperlombakan yaitu:

1. Peningkatan Produktivitas Kebun Teh Terbaik
2. Kebun Teh TM Terbaik
3. Pabrik TehHitam Orthodoks Terbaik
4. Pabrik Teh Hitam CTC Terbaik
5. Inovasi Teh Nusantara Terbaik

Ada beberapa persyaratan agar bisa menjadi peserta BUMN PERKEBUNAN AWARD 2011 yaitu Unit Usaha BUMN Perkebunan yang berbentuk Kebun dan Pabrik Teh, memiliki kapasitas pabrik minimum pabrik teh adalah 500 ton teh jadi (made tea)/tahun.

Hasil pencapaian kinerja PT Mitra Kerinci Tahun 2010 dan sekaligus membawa PT Mitra Kerinci memperoleh Juara I pada BUMN Award 2011 adalah :

1. Tahun 2010 memberikan kinerja yang membanggakan bagi Kebun Teh Liki, PT Mitra Kerinci. Dibanding tahun 2009, produksi pucuk basah meningkat 36%, yaitu dari 10.402.134 Kg (2009) menjadi 14.097.444 Kg (2010). Namun karena adanya perbaikan mutu produk, yang tercermin dari penurunan rendemen produk (24,01% menjadi 23,04%) dan penurunan prosentase off-grades (33,18% menajdi 26,50%), maka kenaikan produktivitas teh kering sebesar 30%.
2. Realisasi biaya tanaman tahun 2010 meningkat 27%, yaitu dari Rp 10,170 M (2009) menjadi Rp 12,961 M (2010). Namun sejalan dengan kenaikan produksi pucuk seperti tersebut di atas, maka biaya tanaman per Kg pucuk basah menjadi lebih efisien atau mengalami penurunan sebesar 6%, yaitu dari Rp 977,64/Kg pucuk (2000) menjadi Rp 919,37,kg pucuk (2010). Meskipun relatif kecil, kenaikan produksi pucuk tersebut di atas, juga diimbangi dengan kenaikan mutu pucuk, yaitu dari 48,22% (2009) menjadi 50,87% (2010). Kenaikan mutu pucuk pada akhirnya meningkatkan mutu produk teh kering, dimana prosentase off-grades menurun seperti tersebut di atas.
3. Dari sisi finansial, kinerja Kebun Liki, PT Mitra Kerinci tahun 2010 juga mengalami peningkatan atau perbaikan. Realisasi HPP (harga pokok produksi) kebun menurun dari Rp 9.301,-/Kg teh kering (2009) menjadi Rp 8.894,-/Kg teh kering (2010). Dengan lebih efisiennya biaya produksi tersebut, maka laba kotor kebun/perusahaan mengalami peningkatan, yaitu dari Rp 4,818 Milyar (2009) menjadi Rp 5,376 Milyar (2010). (IR)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>