Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Rajawali Nusantara Indonesia

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Harga Gula Petani Membaik

13 Juli 2010

13 Juli 2010. JAKARTA: Harga lelang gula petani mulai bergerak naik seperti yang terbentuk dari harga lelang gula milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, di mana mendekati Rp9.000 per kilogram dibandingkan dengan lelang sebelumnya sekitar Rp7.000 per kilogram.

Sekretaris Perusahaan PTPN XI Adig Suwandi mengatakan dugaan beberapa pihak yang menyatakan harga gula akan naik mulai terbukti.Isyarat tersebut, kata dia, terlihat dari hasil lelang 9.530 ton gula petani binaan PTPN XI yang digelar di Surabaya, kemarin yang mendekati Rp9.000/kg.

Dalam lelang yang diikuti 20 perusahaan distribusi dan perdagangan ini, PT Akar Djaja dari Surabaya dinyatakan sebagai pemenangnya, ujarnya, kemarin.

Menurut dia, dalam lelang itu terbentuk dua harga. Pertama, harga untuk 5.730 ton produksi pabrik gula (PG) wilayah Pasuruan ke timur sebesar Rp8.975/kg. Kedua, harga untuk 3.800 ton gula produksi PG wilayah Madiun dan sekitarnya sebesar Rp8.925/kg. Pada lelang 2 pekan sebelumnya, harga terbentuk Rp7.568/kg dan Rp7.602/ kg.

Adig berpendapat kenaikan harga gula yang cukup tinggi tersebut dipicu oleh kenaikan harga di pasar dunia yang saat ini mencapai US$606,50 per ton FOB (harga di negara asal, belum termasuk biaya pengapalan dan premium) untuk pengapalan Agustus 2010.

Faktor lainnya, kata dia, sebagai dampak dari rencana pemerintah untuk menarik gula rafinasi yang telah masuk ke pasar eceran dan diperdagangkan sebagai gula kon sumsi.

Dia mengharapkan gula rafinasi di kembalikan sesuai dengan perun tukannya untuk bahan baku industri makanan dan minuman.

Masuknya gula rafinasi ke pasar eceran, lanjut Adig, membuat kalang an produsen baik petani tebu mau pun PG khawatir, karena dipersepsi kan menambah stok, sehingga berpotensi menyebabkan harga gula lokal jatuh.

Dia menambahkan terjadi per saingan tidak sehat antara gula rafi nasi, baik yang diimpor langsung maupun yang pengolahannya berasal dari gula mentah (raw sugar) impor.

Dia menjelaskan kemungkinan turunnya produksi gula hasil penggilingan tebu 2010 akibat perubahan iklim telah mendorong kenaikan harga gula petani. Penurunan produksi gula tahun ini, kata dia, ditandai masih berlangsung nya hujan hingga saat ini.

Hujan berkepanjangan tidak hanya menyebabkan kemasakan tebu ter tunda, sehingga sebagian besar yang tergiling sekarang belum mencapai tingkat rendemen optimal yaitu ku rang dari 7% dan ketidaklancaran te bang angkut dari kebun ke pabrik.

Adig mengharapkan kenaikan har ga gula mampu mendorong petani lebih serius menerapkan praktik budi daya terbaik dan perluasan area.

Bila jumlah dan kualitas tebu me madai, lanjutnya, diharapkan tidak lagi terjadi persaingan antarpabrik gula yang cenderung liar dalam men dapatkan tebu seperti yang terjadi saat ini.

Source :Bisnis Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>