Jumat, 18 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Rajawali Nusantara Indonesia

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

APTRI: Impor Gula Akan Rugikan Petani

18 Agustus 2010

tebu_petani_tebang

Oleh: Maria Y. Benyamin
 JAKARTA: Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengkhawatirkan rencana impor gula oleh pemerintah akan mengacaukan supply dan demand komoditas tersebut, yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga gula di tingkat petani.

Ketua Umum APTRI Arum Sabil  mengkalkulasi ada penurunan produksi sekitar 20% dari rencana produksi pada 22010 sekitar 2,9 juta ton, sehingga produksi nanti hanya sekitar 2,4 juta ton.

Dengan hitungan sampai konsumsi sampai akhir tahun, mungkin ada stok sekitar 800.000 ton. Menurut saya itu masih cukup untuk penuhi konsumsi kita sampai April, ujarnya hari ini.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo mengisyaratkan impor gula pasti dilakukan oleh pemerintah, mengingat target produksi yang direncanakan tidak tercapai. Namun, kata dia, sampai saat ini belum diputuskan jumlah dan jenis gula yang akan diimpor.

Itu semua masih dalam pembahasan. Sesegera mungkin akan diputuskan oleh pemerintah. Intinya da kebutuhan gula yang harus dipenuhi tidak dari dalam negeri, katanya.

Subagyo mengakui review taksasi atau perhitungan kembali terhadap stok gula nasional perlu dilakukan setiap bulan untuk mendapatkan angka yang pasti di tengah ketidakpastian musim saat ini.

Musim sulit diprediksi . Target produksi yang direncanakan tidak tercapai. Supaya kita dapatkan angka yang pasti, sebaiknya di review setiap bulan, sehingga mendapatlkan angka yang lebih pasti.

Lebih lanjut dia mengatakan kemungkinan besar sumber impor gula dari Brazil, mengingat kondisi negara produsen gula di Asia seperti Thailand yang juga tengah mengalami cuaca serupa dengan Indonesia.

Arum menambahkan apabila impor merupakan keputusan yang terbaik untuk mengatasi kelangkaan stok pada akhir tahun, pemerintah seharusnya memutuskan impor gula dalam bentuk gula kristal putih (GKP), bukan gula mentah (raw sugar).

Kalau untuk kepentingan langsung, seharusnya GKP, jangan raw sugar karena kalau impor raw sugar, nanti siapa yang akan memproses. Kalau diproses oleh industri gula rafinasi, justru jadi rancu, tegasnya.  (sut)

Source :Bisnis.com



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>