PT PIM INVESTASI RP1 TRILIUN BANGUN PABRIK NPK

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) akan mengucurkan investasi Rp1 triliun untuk membangun pabrik pupuk Nitrogen Posphat Kalium (NPK) di awal Maret 2019. Tender pembangunan pabrik tersebut sudah dimenangkan salah satu perusahaan BUMN yaitu PT PP (Persero).

Direktur SDM dan Umum PT PIM, Usni Syafrizal, mengatakan, direncanakan pembangunan pabrik NPK itu dilakukan antara akhir Februari dan awal Maret 2019 dengan nilai investasi Rp1 triliun. Menurut dia, diperkirakan tingkat kebutuhan NPK ke depan sangat tinggi apabila dibandingkan dengan pupuk jenis urea.

"Untuk ke depan tren pertumbuhan kebutuhannya adalah pupuk majemuk, makanya kita mengembangkan pupuk NPK," ujar Usni Syafrizal kepada para wartawan, di Gedung Melati, PT PIM, Aceh Utara, Rabu, 13 Februari 2019.

Usni Syafrizal menjelaskan, bahan baku pupuk NPK bukan gas. Bahan baku pupuk NPK, kata dia, dari rock phospate yang merupakan pupuk mineral phoshate (P) anorganik berfungsi untuk memacu pertumbuhan akar dan pembentukan perakaran yang baik. Selain mengandung unsur P, pupuk rock phospate juga mengandung unsur mineral kalsium.

"Rock phospate itu bisa jadi kita impor dari Yordania, dan berkenaan itu saat ini sedang kita kaji lebih lanjut," ungkap Usni.

Sedangkanpupuk urea bahan bakunya gas sehingga PIM selama ini sangat tergantung kepada gas. "Apabila gas mahal, gas bermasalah maka bisa kolaps kita (perusahaan)," katanya.

Menurut Usni, masa pembangunan pabrik NPK selama 28 bulan, dan mulai beroperasi diperkirakan di awal atau pertengahan tahun 2021. Lokasi pembangunan pabrik itu di areal PT PIM dengan luas lahan sekitar satu hektare.

"Kita berharap pembangunan pabrik pupuk NPK yang direncanakan PT PIM dapat berjalan lancar, karena secara perekonomian daerah sangat berdampak positif untuk ke depan," ujar Usni Syafrizal.


Dok. Foto : Fazil
http://portalsatu.com/read/ekbis/pt-pim-investasi-rp1-triliun-bangun-pabrik-npk-48135


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan,Publikasi