Pentingnya Sertifikasi ISPO bagi Produk Kelapa Sawit

Banjarmasin - April 2014

ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) adalah ketentuan pemerintah yang bersifat wajib, diatur dalam Permentan RI No. 19 Tahun 2011 tentang Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan.  Harus dpatuhi oleh seluruh pelaku usaha perkebunan kelapa sawit di Indonesia, dengan menerapkan ISPO diharapkan produk kelapa sawit Indonesia dapat diterima di pasar Internasional tanpa adanya barier isu lingkungan.  Terkait pentingnya ISPO dalam mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, GAPKI cabang Kalimantan Selatan bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia(Persero) cabang Banjarbaru mengadakan Sarasehan Pelaksanaan ISPO dan Pembiayaan Program Plasma, beberapa waktu lalu di Banjarmasin.

Ir. Totok Dewanto SH, dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Kalimantan Selatan mengatakan, di Kalimantan Selatan terdapat 64 perusahaan dan 33 unit PKS. “Saat ini kebun sudah dinilai sebanyak 31 kebun, 29 kebun kategori kelas I, II dan III dan 2 kebun kategori kelas IV dan V serta bersertifikat ada 5 kebun. Jadi masih banyak kebun harus segera disiapkan untuk sertifikasi ISPO,” ujarnya. Secara keseluruhan di Indonesia sudah ada 881 kebun telah dinilai dan masuk dalam kelas kebun I, II & III (siap di Audit Sertifikasi) sampai saat ini baru 10 kebun yang sudah bersertifikat ISPO, lanjutnya.

 Dalam acara itu PT Surveyor Indonesia menyampaikan metode percepatan sertifikasi ISPO, untuk memenuhi Permentan RI No. 19/2011. Kemudian, pemaparan metode sertifikasi oleh Mhd. Fundi Cholis Kurniawan dari PT TUV Rheinland Indonesia, sedang perwakilan dari ketiga bank tersebut menyampaikan pola pembiayaan plasma perkebunan kelapa sawit. Menurut Permentan, batas akhir sertifikat ISPO adalah tanggal 31 Desember 2014 mendatang, jika sampai batas waktu ditentukan belum mendaftarkan untuk audit ISPO, maka dikenakan sanksi penuruan kelas kebun menjadi kelas IV.

Acara dihadiri anggota GAPKI Cabang Kalimantan Selatan, turut berhadir Agus Priyono selaku Kepala Cabang PT Surveyor Indonesia (Persero) Banjarbaru, Ir Calim Sukmantoro dan Ir Totok Dewanto SH perwakilan GAPKI Cabang Kalsel, Dr. Dadang Suhendi dari Kanwil BPN Kalsel, Kurnia R perwakilan Bank BNI Cabang Banjarmasin, Eko R Hartono dari Bank BRI Wilayah Kalimantan dan Windi Perwakilan Bank Mandiri Wilayah Kalimantan Sulawesi Papua (Radar Banjarmasin - */lai/day)


Kategori Artikel