Kecelakaan Kerja Masih Tinggi

JAKARTA – Juni 2014

Angka kematian akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di Indonesia masih tinggi. “Data hingga September 2013, angkanya masih Sembilan pekerja per hari, “ ujar Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI, Amri K, di Jakarta, Senin (9/6)

Amri menambahkan, angka tersebut terbilang tinggi. “Rata-rata di berbagai negara, jumlahnya hanya satu pekerja per hari,” katanya pada pembukaan acara Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U) Bagi Perusahaan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Setiabudi. Acara tersebut merupakan kerjasama PT Surveyor Indonesia, Kemenakertrans, dan BPJS Ketenagakerjaan Jakarta.

Diakuinya, angka Sembilan pekerja per hari itu tidak sepenuhnya terjadi saat karjyawan tersebut bekerja. Sebanyak lima diantaranya terjadi di jalan raya, yakni saat pekerja tersebut pergi kerja maupun pulang kerja, “ujarnya.

Terkait hal tersebut, Amri mengemukakan, pemerintah bersungguh-sungguh untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. “Pemerintah menargetkan tahun 2015 Indonesia Berbudaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Diharapkan pada tahun tersebut angka kematian akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bisa ditekan menjadi sekecil mungkin, katanya.

Direktur PT Surveyor Indonesia Bambang Isworo mengungkapkan bahwa PT Surveyor Indonesia (PTSI) mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kemenakertrans maupun BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan K3. “PTSI mendukung Kemenakertrans dan BPJS Ketenagakerjaan untuk menyiapkan tenaga Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U) di berbagai perusahaan dalam rangka meningkatkan K3 di perusahaan-perusahaan tersebut sekaligus menekan angka kematian akibat kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja, ujar Bambang.

Ia menambahkan, PTSI juga mendukung sepenuhnya upaya pemerintah menuju Indonesia Berbudaya K3 tahun 2015. “PTSI terus menyempurnakan modul-modul yang diperlukan untuk menyiapkan tenaga ahli K3 Umum. Tidak tertutup kemungkinan PTSI mendirikan K3 Center pada waktu mendatang, “ kata Bambang . (REPUBLIKA, 11062014, Irwan Kelana)


Kategori Artikel