30 Peserta Ikut Sertifikasi AK3U - Kerjasama BPJS Batam, Pinang, dan Surveyor Indonesia

Batam - Agustus 2014

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyelenggarakan Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja Umum (AK3U) di lantai 3 Harmoni One Convention Hotel & Service Apartments Batam mulai Selasa (19/8) kemarin hingga kamis (28/8) mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

“Kegiatan ini adalah bukti kepedulian BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan hukum publik untuk peserta yang kali ini diikuti karyawan dan perwakilan 30 perusahaan yang ada di Batam dan Tanjungpinang,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Barat (Sumbar) & Riau, Iswandy Syahruli saat pembukaan.

Hadir juga dalam acara tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Batam Zarefriadi, Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Batam II Tiban Zain Setyadi, Kacab BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang Surya Rizal, Kabid BPJS Batam II Tiban, Mochamad Faisal, Kacab PT Surveyor Indonesia Batam Igit Patnowati dan lainnya.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) papar Iswandy, sangat penting di tempat kerja, di lingkungan, maupun di rumah. Semua akan berdampak kepada peningkatan produktifitas kerja. Peserta AK3U akan menjadi model bagi karyawan di perusahaan dan lingkungannya. BPJS Ketenagakerjaan berlaku sejak 1 Januari 2014 lalu dan mengacu kepada UU No. 24/2011 yang langsung berada di bawah Presiden RI. BPJS memberikan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) serta kesejahteraan melalui program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun.

BPJS juga siap menjadi badan berkelas dunia dengan memberikan pelayanan cepat dan terbaik. Tidak boleh ada pelanggaran di BPJS. Ini sesuai dengan tagline BPJS, Jembatan Menuju Kesejahteraan Tenaga Kerja (Naker).

Dilanjutkan Iswandhy, BPJS memberikan manfaat tambahan kepada para naker berupa pelatihan safety riding, pinjaman uang muka perumahan, modal koperasi karyawan dan lainnya.

Zarefriadi yang membuka acara menyebutkan, acara ini langka. Banyak naker mau ikut acara ini, tapi jarang sanggup mengikutinya. Untuk meningkatkan kompetensi, K3 harus dibudayakan. Contohnya, kadang ada orang tahu manfaat helm, tapi tidak dipakai, apalagi di kompleks perumahan. Penutup kepala ini dipakai ketika ada polisi, padahal polisi tidak perlu helm. Helm itu penting untuk kita bukan untuk orang lain/polisi.

Begitu juga larangan jangan menggunakan ponsel saat berkendara, serta kewajiban menggunakan safety belt. Semua dilanggar. Budaya selamat masih kurang tidak mudah dilakukan para naker dan masyarakat.

Sementara itu Igit Patnowati menambahkan acara ini untuk meningkatkan kompetensi para naker di bidang K3. Peserta akan mendapat materi AK3U, praktik di lapangan, ujian. Peserta yang lulus akan mendapat sertifikat dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kepmenakertrans)RI.

AK3U ini ujar Igit, mempunyai fungsi dan jasa sangat besar. Ahli AK3U bukan hanya bisa menyelamatkan diri sendiri, juga diri orang lain, perusahaan, lingkungan dan lainnya. (Suprizal Tanjung, BATAMPOS 20082014)


Kategori Artikel