Aditya Rintis Jambore Kopi Melalui Banaran Coffee Festival 2019

Aditya Yoga Kusuma merintis gelaran Jambore Kopi melalui Banaran Coffee Festival (BCF) 2019.

Hal tersebut ia sampaikan saat hari pertama pelaksanan BCF 2019 di Kampoeng Kopi Banaran, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang pada Sabtu (24/8/2019) sore.

"BCF 2019 ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan BCF dengan tema petualangan dengan cakupan Nusantara secara umum dan di Jawa Tengah secara khusus," ujar Aditya yang merupakan Ketua Panitia Banaran Coffee Festival 2019 pada Tribun Jateng.

 

Ia menambahkan, pihaknya memberikan edukasi bagi para pegiat kopi seperti memperkenalkan tanaman kopi, pemetikan biji kopi, proses panen, pengolahan pabrik, hingga kopi tersebut bisa dinikmati.

Untuk itu pihaknya menyediakan tenda untuk kemah bagi pihak yang berpartisipasi agar bisa mengenal kopi dengan pengalaman menyeluruh. Kebun Kopi dan Pabrik Kopi Banaran sendiri merupakan yang tertua di Jawa Tengah yang telah berdiri sejak 1911.

Peserta yang berminat kegiatan kemah cukup membayar Rp 300 ribu.

"Harapan kami, acara ini menjadi cikal bakal penyelenggaraan Jambore Kopi tingkat nasional," imbuhnya.

Menurut Aditya, gaya hidup kopi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah belum mendapatkan dukungan dalam penyelenggaraan kompetisi. Untuk itu ia menghadirkan kompetisi pembuatan seni gambar kopi atau latte art.

Sebanyak 21 barista menunjukkan aksi mereka mengolah espresso dan susu di hadapan lima juri yang berasal dari direksi dan manajer Kopi Banaran dan panitia acara.

Melalui kompetisi latte art, diharapkan para barista dapat terus meningkatkan kemampuannya dalam proses pengolahan kopi, baik melalui mesin maupun secara manual.

 

Untuk partisipan yang terlibat berasal dari para petani, pengolah kopi, pemilik kedai kopi, barista, hingga penikmat kopi.

Mereka datang dari seluruh provinsi di Pulau Jawa dan hadir pula partisipan dari Sumatera dan Bali.

Aditya berharap dengan hadirnya semua segmen dalam proses menuju secangkir kopi dapat saling bertukar informasi dan pengetahuan terkait kopi.

 

Selain edukasi bagi para pegiat kopi, kegiatan ini menjadi ajang unjuk gigi bagi mereka.

Terdapat 58 partisipan yang terlibat dalam acara ini dan semuanya merupakan pihak yang terlibat dalam proses kopi.

Satu di antara partisipan tersebut ialah Smart Coffee Temanggung.

Kedai kopi yang berada di Jalan Pahlawan Nomor 32

Temanggung tersebut menghadirkan produk yang unik yakni seduhan kulit kopi atau karakas. Rasa dari seduhan karakas ialah manis dan asam, seperti teh bunga rosella.

"Kami menghadirkan kopi Arabika Sumbing dari Kecamatan Kledung dan Robusta Rowoseneng dari Kecamatan Kandangan," ujar Levitoa Fanny dari Smart Coffee.

Pada acara ini ia memang khusus mempromosikan dan memperkenalkan kopi dari Temanggung yang memiliki rasa kuat.

Menurut Fanny, selain terkenal akan melimpahnya produksi tembakau, Temanggung juga memiliki produk kopi.

Sayangnya, selama ini belum banyak orang yang mengenal kopi Temanggung.

Untuk itu ia dan sejumlah kawannya datang untuk memperkenalkan kopi Temanggung yang diproduksi oleh para petani lokal.

 

Selain kompetisi latte art, ada pula lomba foto Instagram, bincang kopi, dan hiburan. Para partisipan yang berada di tenda-tenda yang disediakan panitia pun menggelar lapak dagangannya.

Acara ini terbuka untuk masyarakat dan diadakan cuma-cuma hingga Minggu pukul 13.00.(arh)


https://jateng.tribunnews.com/2019/08/25/aditya-rintis-jambore-kopi-melalui-banaran-coffee-festival-2019?page=3


Kategori Artikel