Kamis, 17 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT.Perkebunan Nusantara VIII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis terkemuka dan terpercaya, mengutamakan pelanggan dan kepedulian lingkungan dengan didukung oleh SDM yang profesional"

Prestasi

PTPN VIII Juara III Pengelolaan Portal Publik Terbaik

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Teh Walini Merupakan Produk Teh Kemasan PTPN VIII. Menurut Anda bagaimanakah kualitas Teh Walini ?

View Results

Loading ... Loading ...

Indonesia Ingin Jadi Acuan Harga Pasar Komoditi Dunia

14 Desember 2011

Tribunnews.com – Jumat, 9 Desember 2011 16:17 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan Indonesia sebagai salah satu produsen dari produk-produk komoditi di dunia seharusnya bisa menjadi sumber referensi harga dunia.

Namun, menuju kesana, tegas Bayu harus ditata manajemen perdagangannya terlebih dahulu menata pasar komoditi di negeri sendiri. Pun semua kebijakan perdagangannya tidak hanya tertuju untuk mencari keuntungan jangka pendek.

“Kita harus cerdas mengelola perdagangan produk-produk kita, dimana kita sebenarnya dilihat dari volume dan produksi, kita adalah produsen besar. Bahkan mungkin salah satu terbesar di dunia. Tapi kadang-kadang dalam manajemen perdagangannya kita perlu lebih cerdas dan pintar melakukan itu,” demikian diutarakan mantan Wakil Menteri Pertanian ini kepda wartawan, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (9/12/2011).

Menurut Bayu, para pelaku dan pengambil kebijakan di Indonesia harus berpikir jangka menengah dan panjang tak sekedar mencari keuntungan jangka pendek. Tak hanya itu pelaku industri diharapkan mampu mencari nilai tambah lebih tinggi dari komoditi yang ada di dalam negeri. “Karena itu ada employment creation di dalamnya, ada growth dan lain-lain,” ia menambahkan.

Bercermin pada kenyataan sekarang ini, Bayu mengaku sedih karena Indonesia sebagai produsen terbesar tidak bisa menjadi penentu perdagangan dan harga di dunia. Malah sebaliknya, negara lainlah yang menentukannya.

“Kan sedih sekali kita produsen terbesar, tapi kemudian perdagangan ditentukan orang lain. Nilai tambah kita minimal. Itu menurut saya tidak bisa lagi kita berposisi seperti itu, kita harus cerdas,” ujarnya.

Namun, tegas Bayu, pelan-pelan hal itu dapat diwujudkan. Salah satu yang sudah mampu dilakukan adalah komoditi sawit, yang kini Indonesia telah menjadi acuan harga dunia. Bukan lagi di Rotterdam.

“Tentu masing-masing punya kelebihan. Untuk produk pertanian, misalnya sawit sekarang orientasi harganya sudah tidak lagi ke Rotterdam tapi harga yang kita pakai adalah harga di kawasan,” ulasnya.

Jadi, menurut Bayu, bukan hanya produk komoditi sawit saja, tetapi semua produk komoditi Indonesia nantinya akan demikian. Tentu harus realistis, pasar Indonesia harus lebih tertata, harus lebih bisa diandalkan dan dapat memberi pelayanan terbaik pada pelaku. “Sehingga menjadi referensi,” ujar Bayu.

Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Yudie Thirzano
http://www.tribunnews.com/2011/12/09/indonesia-ingin-jadi-acuan-harga-pasar-komoditi-dunia


Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>