Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT.Perkebunan Nusantara VIII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis terkemuka dan terpercaya, mengutamakan pelanggan dan kepedulian lingkungan dengan didukung oleh SDM yang profesional"

Prestasi

PTPN VIII Juara III Pengelolaan Portal Publik Terbaik

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Teh Walini Merupakan Produk Teh Kemasan PTPN VIII. Menurut Anda bagaimanakah kualitas Teh Walini ?

View Results

Loading ... Loading ...

Harga Karet Menurun karena Kekhawatiran Permintaan

25 Mei 2012

Eny Prihtiyani | Agnes Swetta Pandia | Jumat, 25 Mei 2012 | 16:09 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Produksi Karet Untuk Ekspor – Pekerja memotong karet yang akan dikemas di pabrik pengolah karet Bunut milik PT Bakrie Sumatera Plantation Sumut I di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis (26/4/2012). Pabrik ini mampu memproduksi 31.320 ton karet per tahun. Sekitar 80 persen produksinya diekspor untuk memenuhi kebutuhan industri ban pesawat terbang, ban kendaraan bermotor kelas premium, dan karet kemasan di Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga karet berjangka pada perdagangan di Tocom mengalami penurunan ditengah kekhawatiran terhadap permintaa. Penurunan harga minyak dan melemahnya bursa Shanghai dan bursa Karet Singapura ditambah faktor krisis utang Eropa yang terus memberikan kekhawatiran pada melambatnya permintaan global.

Turunnya harga Karet juga dipengaruhi oleh imbas dari laporan yang dikeluarkan oleh International Rubber Study Group yang menyatakan bahwa produksi karet untuk tahun ini dipredi ksi akan mengalami kenaikan 3,2 persen menjadi 11,3 juta ton.

Kondisi tersebut disebabkan oleh imbas pelemahan penjualan otomotif di China sebesar 1,3 persen selama empat bulan terakhir sehingga menurunkan permintaan akan kebutuhan karet sebagai bahan baku dasar pembuatan ban.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Jumat (25/5/2012) merilis harga karet di Tokyo Commodity Exchange pada Oktober mendatang mengalami penurunan 0,7 yen atau 0,3 persen menjadi 268,9 yen per kilogram pada 00 .45 GMT. Kontrak tersebut sempat jatuh pada posisi terendah di 265,4 yen sebelumnya. Kontrak berjangka karet telah jatuh 50 persen dari rekor pada bulan Februari 2011 dipicu faktor Eropa yang terus berjuang mengatasi krisis utang dan perlambatan ekonomi Cina dimana paling lambat dalam hampir 3 tahun.

Penjualan kendaraan China turun 1,3 persen dalam empat bulan pertama, kinerja terburuk sejak 1998, menurut data industri. Penurunan harga akan memotong biaya u ntuk pembuat ban seperti Bridgestone Corp (5108) dan Michelin & Cie dan mengancam pendapatan petani di Thailand, produsen terbesar dan eksportir.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/05/25/16090949/Harga.Karet.Menurun.karena.Kekhawatiran.Permintaan



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>