Saturday, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PTPN VII  (Persero) : "Menjadi perusahaan agribisnis berbasis karet, kelapa sawit, teh dan tebu yang tangguh serta berkarakter global"

Achievements

IT Governance Award BUMN

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

How Is My Site?

  • Good (33%, 3 Votes)
  • Bad (22%, 2 Votes)
  • No Comments (22%, 2 Votes)
  • Excellent (11%, 1 Votes)
  • Can Be Improved (12%, 1 Votes)

Total Voters: 9

Loading ... Loading ...

Tingkatkan Produksi, PTPN VII Tanam Jagung 2.000 Ha

30 November 2011

Guna mendukung gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K), PTPN VII melaksanakan penenaman jagung perdana di Unit Usaha Bekri Lampung Tengah, Jumat (25/11).

Prosesi tanam perdana jagung dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung Joko Umarsaid didampingi Sekab Lampung Tengah Adi Erliyansyah, Direksi PTPN VII, Forkopimda, dan sejumlah pejabat dinas di lingkungan Pemprov Lampung dan Pemkab Lamteng.

Direktur Utama PTPN VII Andi Punoko, pada tahun ini untuk menyokong program ketahanan pangan nasional PTPN VII menargetkan menanam tanaman pangan, berupa jagung, padi, dan lainnya, seluas 2.200 ha, baik melalui kemitraan dengan para petani maupun pada lahan PTPN VII.

Khusus di lahan perusahaan, PTPN VII menanam jagung seluas 551 ha. Yaitu di  Unit Usaha Bekri seluas 353 ha, Unit Usaha Kedaton (areal yang akan diambil alih Pemprov untuk kota baru Lampung) seluas 140 ha, dan di Unit Usaha Wayberulu seluas 50 ha (lahan eks pembibitan karet).

“Dari areal seluas itu dalam waktu satu tahun akan memberikan kontribusi jagung nasional sebanyak 7.714 ton.  Sedangkan sisanya seluas 1.700 ha menggunakan lahan kemitraan milik petani dan diharapkan bisa memberikan kontribusi jagung sebanyak 25 ribu ton lebih dalam setahun,” kata Andi Punoko.

Andi Punoko mengatakan, semua program yang dilaksanakan PTPN VII bertujuan membantu program pemeritah dalam hal ketahanan pangan. Dalam program tersebut, PTPN VII juga memberikan pinjaman modal usaha budidaya kepada petani sebanyak Rp5,254 miliar. Petani penerima pinjaman tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Pringsewu, Pesawaran, Waykanan, dan Mesuji. “Khusus untuk penanaman jagung di Unit Usaha Bekri memanfaatkan lahan perusahaan seluas 353 ha.”

Menurut Andi, lahan tersebut sengaja ditanami jagung selama setahun ini untuk memutus serangan ganoderma pada tanaman sawit. Sebab, kebun sawit di Bekri sudah lima generasi dan persebaran penyakit ganoderma makin tak terkendali.

Salah satu jalan untuk memutus perkembangan penyakit yang disebabkan spora dan menyerang akar tanaman sawit itu adalah dengan mengganti komoditas sementara.

Sejak tahun 2008, PTPN VII sudah fokus mendukung program ketahanan pangan nasional dengan memberikan pinjaman modal budidaya kepada kelompok tani  yang ada di Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, Lampung Timur, Metro, Lampung Selatan dan Tulangbawang.

Sedangkan untuk kemitraan kelapa sawit sejak tahun 1993 hingga 2001, PTPN VII telah membangun kebun kemitraan di Kabupaten Lampung Tengah dengan total luas lahan 8.464 ha dengan nilai pinjaman dalam bentuk bibit sebesar Rp 8,4 miliar.

Pada kesempatan itu, PTPN VII juga memberikan bantuan bibit kelengkeng kepada masyarakat di sekitar wilayah Bekri dan Padangratu. Kegiatan ini sebagai kelanjutan program pembangunan sentra hortikultura (buah lengkeng) di Kabupaten Lampung Tengah sejak tahun 2009. Total bibit lengkeng yang diberikan kepada petani sebanyak 5.000 batang.

Selain itu, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan untuk perbaikan jalan di sekitar Unit Usaha Bekri dan Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah senilai Rp200 juta. Juga diserahkan pinjaman modal kemitraan kepada petani cabai, semangka, karet, dan lobster sebanyak Rp1,2 miliar lebih.

Sementara, Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said mengungkapkan, apresiasinya kepada PTPN VII yang telah bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Lampung, baik dalam program ketahanan pangan maupun pemberdayaan petani.

Joko meminta kegiatan ini bisa dijadikan sebagai agenda rutin setiap tahunnya dan dapat dijadikan pilot project, percontohan bagi perusahaan BUMN/BUMD se provinsi Lampung, yang merupakan mitra pemerintah.

Provinsi Lampung merupakan penyumbang jagung terbesar ktiga secara nasional, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berdasarkan data tahun 2011 luas paen 391.637 ha dengan produktivitas 47,49 kw/ha, produksinya sebanyak 1.859.897 ton atau naik 5,68%.

“Upaya yang dilakukan meningkatkan produksi antara lain dengan intensifikasi benih unggul dan pupyk, serta indeks pertanaman (IP) dan ekstensitifikasi,” kata Joko.

Hingga November 2011 PTPN VII telah memfasilitasi pengembangan komoditas jagung seluas 1.750 ha, dengan melibatkan 1.060 petani yang tergabung dalam 58 kelompok tani dengan besar pinjaman Rp5 miliar lebih.

“Kita patut berterima kasih kepada PTPN VII dan juga memberikan dukungan kepada BUMN ini karena memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Joko.

(nur/ar/bln)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>