PTPN VII Beri bantuan Lunak ke Petani
14 February 2012
Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII menyerahkan dana bantuan pinjaman lunak kemitraan melalui CSR kepada petani padi di desa Banjarsari Kecamatan Metro Utara Kota Metro yang tergabung dalam kelompok tani Subur II dan Subur IV senilai Rp108.300.000,-.
Kepala Urusan Kemitraan bagian TJSL PTPN VII Ahmad Riyadi mengatakan, dalam kesempatan ini baru 2 (dua) kelompok tani yang baru disalurkan, dan kedepan semua kelompok tani yang sudah mengajukan akan di proses.
Untuk diketahui ada 4 (empat) kelompok tani dari desa Banjarsari yang mengajukan pinjaman lunak, dan baru 2 (dua) kelompok yang dapat disalurkan. Sedangkan yang 2 (dua) kelompok masih dalam proses, kata Ahmad Riyadi.
PTPN VII sebagai BUMN wajib salurkan dana CSR, tapi kami juga tidak bisa menyalurkan bila tidak ada permohonan dari masyarakat.
Sebagai informasi kita semua BUMN setiap tahun diambil 2 persen dari keuntungan untuk program kemitraan dan bina lingkungan.
Selama ini pelaku UKM yang mendapat dana pinjaman, dan sejak tahun 2010, PTPN VII memberikan dana pinjaman kepada kelompok tani.
Pada kesempatan yang sama Walikota Metro Lukman Hakim dalam sambutannya mengatakan, ini suatu wujud kepedulian pemerintah dalam program yang sangat baik melalui CSR.
Lukman juga mengungkapkan terima kasihnya kepada PTPN VII, yang sudah memberikan bantuan kemitraannya kepada petani di Metro.
Dulu saya pesimis, kota Metro bisa dapat bantuan pinjaman CSR kemitraan ini, karena di Metro tidak ada perkebunan PTPN VII.
Lukman juga menghimbau kepada para petani yang sudah mendapatkan bantuan dana kemitraan, untuk berkomitmen dan bertanggungjawab untuk dapat mengembalikan. Dan bisa dimanfaatkan dengan benar oleh kelompok tani, sehingga dana yang diterima bisa terus berkembang, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, ujarnya.
Kemitraan yang ideal adalah saling bermanfaat, saling menguntungkan bagi perusahaan dan pelaku usaha atau petani,” kata Lukman.
Sementara Kabid Bakorlup provinsi Lampung Samuel Tanjung mengatakan, Kota Metro merupakan kota agribisnis, jadi intensitasnya harus ditingkatkan.
Potensi petani kota metro sangat besar, untuk itu mari kita bersinergi dengan BUMN-BUMN yang ada di Lampung, untuk menyalurkan dana CSR nya kepada petani-petani yang ada di kota Metro.
Ketua Gapoktan Hadi Siswoyo mengatakan, petani di Desa Banjarsari sangat berterima kasih atas bantuan pinjaman lunak ini. Selama ini pinjaman lunak yang diterima masih belum mencukupi bagi kelompok-kelompok tani yang ada di Metro.
Untuk itu meminta kepada PTPN VII melalui dana CSR dapat memberikan pinjaman lunak kepada kelompok tani yang ada di Metro.


Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )