(Indonesia) Kesepakatan Pemangkasan Ekspor Dorong Peningkatan Harga Karet
15 September 2012
MEDAN - Pergerakan harga karet TSR20 pada Jumat 14 September pagi di SGX Trading Singapura untuk kontrak Oktober 2012 tercatat meningkat, yakni dari USD2,72 menjadi USD2,85/kg. Peningkatan terbesar terjadi pada kontrak April 2013 meningkat sebesar 16,5 poin menjadi USD2,92/kg.
Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) menyatakan, peningkatan harga ini terjadi sebagai pengaruh dari kesepakatan Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) pada 29 Agustus 2012 lalu.
Adapun dalam kesepakatan itu, ketiga negara menyetujui pemangkasan ekspor karet sebesar 300 ribu ton, sebagai upaya untuk produsen mengintervensi harga karet di pasar internasional.
“Pengurangan ekspor karet harus dilakukan. Bila dipertahankan terus turun seperti kemarin, harga akan terus anjlok dan produsen akan mengalami kerugian. International Rubber Consortium Limited (IRCo) juga telah memperkuat sinyal akan melakukan tindakan kalau harga ekspor karet di bawah USD4 per kg. Sepertinya tekanan dari ketiga Negara produsen 70 karet dunia ini cukup berhasil, menekan pengaruh pelaku pasar,” jelas Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah, di Medan, Jumat (14/9/2012).
Dijelaskan Edy IRCo merupakan perusahaan patungan karet alam yang dibentuk Indonesia, Thailand dan Malaysia sebagai pelengkap dari skema penyeimbang harga dalam skema produksi dan skema ekspor. Mengingat pengaruh ketiga negara ini memang cukup besar karena 70 persen kebutuhan pasar karet alam dunia dipasok oleh ketiga Negara tersebut.
“Kami sebagai pengusaha berharap agar intervensi IRCo ini berhasil mendongkrak harga karet yang sebelumnya pernah dilakukan,” tandasnya. (ade)

Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )