Saturday, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) : "Menjadi perusahaan agribisnis berbasis kemitraan terdepan di Indonesia"

Achievements

Penghargaan Inovasi Perkebunan pada Event ENIP 2013

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Pembuatan komprehensif sistem yang terintegrasi sesuai model ERP (Enterprise Resource Planning) untuk BUMN Perkebunan, lebih baik dilakukan :

  • BUMN Perkebunan bersatu dalam membangun sistem untuk semua komoditi yang diusahakan (86%, 6 Votes)
  • Masing-masing BUMN Perkebunan mengembangkan sistem sendiri (14%, 1 Votes)
  • Tidak perlu dibangun sistem, karena sistem yang lama masih cukup baik (0%, 0 Votes)

Total Voters: 7

Loading ... Loading ...

Harga Karet TSR 20 di Bursa Singapura Merosot Lagi

5 July 2013

JAKARTA, Harga Karet berjangka jenis TSR 20 untuk kontrak perdagangan bulan Ags’13 di bursa Singapura kembali merosot.

Bila sebelumnya pada kontrak berjangka Agustus 2013 dibanderol 223,70 Sen US$/Kg, kini terpuruk ke posisi 222,50 Sen US$/Kg.

Harga kontrak berjangka Okt’13 malah turun 1 US$/kg menjadi 223,50  Sen US$/ Kg. Harga kontrak bulan Oktober pengiriman sebelumnya sebesar 224,50 Sen US$/Kg.

Karenanya para eksportir harus melihat moment saat akan melakukan transkasi agar tidak merugi.

Akan tetapi sangat disayangkan bahwa Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Kmoditi) tidak menjelaskan secara eksplisit apa penyebab menurunnya harga komoditi pertanian ini.

Padahal para penderes di daerah sentra produksi di Medan, Jambi, Lampung dan lainnya sangat mengharapkan harga Karet menguat untuk kebutuhan lebaran dan tahun ajaran baru anak- anak mereka.

“Mau lebaran. Mau masuk sekolah. Ya macamlah. Kita sempat senang ketika dua minggu lalu harga naik. Tapi sekarang turun lagi. Yaaa tunggu nasiblah. Mana hujan lagi banyak,” ujar Iqbal dan Solihin penderes kebun ayak mereka di Jambi dan Medan.

Sekedar diketahui, akhir tahun dan awal tahun lalu, harga karet ini memang sempat “nyarus tak laku”. Maka 3 negara penghasil yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand membentuk tripartit (TSR) untuk membatasi produksi demi menaikkan harganya.

Sumber : citraindonesia.com



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>