Sabtu, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) : "Menjadi perusahaan agribisnis berbasis kemitraan terdepan di Indonesia"

Prestasi

Penghargaan Inovasi Perkebunan pada Event ENIP 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Pembuatan komprehensif sistem yang terintegrasi sesuai model ERP (Enterprise Resource Planning) untuk BUMN Perkebunan, lebih baik dilakukan :

  • BUMN Perkebunan bersatu dalam membangun sistem untuk semua komoditi yang diusahakan (86%, 6 Votes)
  • Masing-masing BUMN Perkebunan mengembangkan sistem sendiri (14%, 1 Votes)
  • Tidak perlu dibangun sistem, karena sistem yang lama masih cukup baik (0%, 0 Votes)

Total Voters: 7

Loading ... Loading ...

Dahlan Iskan Akan Satukan BUMN Pangan

29 Agustus 2012

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hadir pada acara BUMN bersyukur di Jakarta, Selasa (29/5/2012) yang merayakan munculnya enam nama perusahaan BUMN Indonesia dalam daftar 2000 perusahaan berkinerja gemilang yang disusun majalah bisnis global Forbes. Selain acara hiburan bagi ribuan anak-anak yatim piatu se-Jabodetabek, acara yang dihadiri para direksi dan komisaris BUMN ini termasuk enam BUMN yang tercantum dalam daftar Forbes, juga ada acara pemberian bantuan fasilitas penunjang pendidikan pada anak-anak yatim piatu tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan akan melakukan merger terhadap 5 anak usaha BUMN yang terkait dengan BUMN pangan. Harapannya, BUMN tersebut akan menciptakan kekuatan besar di bidang pangan sekaligus agar perusahaan-perusahaan itu lebih fokus dan efisien. “Setidaknya ada 5-6 perusahaan yang terkait dengan komoditas pertanian dan peternakan bisa digabungkan, melalui opsi merger atau pun membentuk satu induk usaha (holding) BUMN Pangan,” kata Dahlan selepas Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Kantor PT Pertani (Persero), Kalibata Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Perusahaan pangan yang dimaksud Dahlan adalah PT Sang Hyang Sri, PT Pertani, Perum Bulog, PT Berdikari dan PT Pusri. Jika ada yang lain, maka perusahaan pangan pelat merah lain juga bisa dimasukkan dalam program tersebut. Meski sudah ada wacana untuk melakukan merger atau pembentukan holding BUMN Pangan, Dahlan tidak akan langsung melebur perusahaan tersebut menjadi satu.

Dahlan hanya ingin bahwa masing-masing perusahaan tersebut memiliki spesifikasi sendiri namun tetap fokus menjalankan program pangan. Untuk tahap awal, Dahlan akan memprioritaskan untuk menggabungkan PT Pertani dan PT Sang Hyang Sri. Menurutnya, dua BUMN ini memiliki kemiripan model bisnis yaitu benih dan distribusi pupuk.

Nantinya setelah merger, PT Pertani akan fokus pada gabah. Sedangkan PT Sang Hyang Sri akan fokus pada pengembangan benih. “Intinya masing-masing BUMN akan memiliki spesialisasi,” tegasnya.

Sementara BUMN lainnya seperti PT Berdikari akan difokuskan pada pengembangan peternakan karena BUMN ini sebelumnya menjadi perusahaan distributor pupuk. Sedangkan Perum Bulog hingga saat ini dan nanti akan tetap dikembangkan sebagai perusahaan yang selalu siap menampung produksi gabah dan beras petani. Serta bisa dikembangkan dengan komoditas lainnya. “Kalau perusahaan-perusahaan tersebut disinergikan, maka masalah ketahanan pangan nasional bisa dijamin,” ujarnya.

Sehingga Dahlan ingin agar masing-masing perusahaan pangan pelat merah tersebut dapat memiliki kekhususan sehingga unggul pada setiap komoditas yang dijalaninya. “Jenis kelamin mereka harus diperjelas, sehingga tidak ada yang memiliki bisnis tumpang tindih dengan yang lainnya. Dengan begitu BUMN yang bersangkutan kapasitasnya bisa lebih ditingkatkan,” tambahnya.

Sekadar catatan, pemerintah sejak tahun lalu sudah mencanangkan program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K), yang bertujuan mendukung target surplus produksi beras sebesar 10 juta ton pada 2014. Dalam jangka pendek, perusahaan BUMN Pangan tersebut juga akan mencetak sawah baru seluas 100.000 hektare (ha). Sebesar 30.000 ha digarap oleh PT Pertani, 40 ribu ha PT Sang Hyang Sri dan 30 ribu ha oleh PT Pusri.

Sumber : kompas.com



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>