<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</title>
	<atom:link href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2013 03:01:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kementerian Pertanian Optimis Produksi CPO Bisa Ditingkatkan</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/kementerian-pertanian-optimis-produksi-cpo-bisa-ditingkatkan/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/kementerian-pertanian-optimis-produksi-cpo-bisa-ditingkatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 03:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8354</guid>
		<description><![CDATA[
Jakarta &#8211; Direktur  Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengaku optimis  target produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) bisa tercapai  meskipun perluasan lahan terhambat. Pada Mei 2013, Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono memperpanjang moratorium pemberian izin  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/kementerian-pertanian-optimis-produksi-cpo-bisa-ditingkatkan/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-7904" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/berita/bisnis-minyak-sawit-indonesia-terus-merosot/attachment/muat-tbs_tempo/"><img class="alignleft size-full wp-image-7904" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2013/04/Muat-TBS_Tempo.jpg" alt="" width="620" height="354" /></a></p>
<p><span style="color: #666666"><strong>Jakarta</strong></span> &#8211; Direktur  Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengaku optimis  target produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) bisa tercapai  meskipun perluasan lahan terhambat. Pada Mei 2013, Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono memperpanjang moratorium pemberian izin baru  pemanfaatan hutan alam primer dan lahan gambut hingga 2015.</p>
<p>Gamal  mengatakan tanpa pembukaan lahan baru, Indonesia masih bisa  meningkatkan produksi CPO dari lahan yang ada saat ini. Di antaranya  dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan tidur.</p>
<p>&#8220;Dari segi  lahan sebetulnya masih banyak izin lama yang belum semua ditanami. Dari  data Badan Pertanahan Nasional juga masih banyak lahan terlantar,&#8221; kata  Gamal kepada Tempo, Senin, 20 Mei 2013.</p>
<p>Selain memanfaatkan lahan  yang belum ditanami, Gamal mengatakan pemerintah akan mendorong  peningkatan produktivitas lahan. Kementerian mencatat pada 2012  produktivitas lahan sawit baru sekitar 3,57 ton per hektare.</p>
<p>&#8220;Ada  lebih dari 3 juta hektare perkebunan sawit rakyat, ini bisa ditanami  lagi dengan bibit baru yang berkualitas dan dibina supaya produksi  meningkat,&#8221; kata Gamal.</p>
<p>Sebelumnya Kementerian Pertanian  menargetkan produktivitas CPO bisa mencapai 9,1 juta ton per hektare  pada 2025. Angka ini dengan produksi tandan buah segar sawit 35 ton per  hektare dan rendemen 26 persen.</p>
<p>Pada 2012, Indonesia memproduksi  26,5 juta ton sementara ekspor CPO dan produk turunanya mencapai 18,14  juta ton. Pada tahun ini produksi CPO diperkirakan bisa mencapai 28 juta  ton.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.tempo.co/read/news/2013/05/20/090481878/Kementerian-Pertanian-Optimis-Produksi-CPO-Bisa-DItingkatkan">tempo.co</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/kementerian-pertanian-optimis-produksi-cpo-bisa-ditingkatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga CPO Tertahan Sementara</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/harga-cpo-tertahan-sementara/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/harga-cpo-tertahan-sementara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 02:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8350</guid>
		<description><![CDATA[
Harga minyak kelapa sawit untuk hari Senin (20/5) cenderung mengalami  perlambatan setelah sempat rally pada pekan lalu. Perlambatan yang  terjadi hari ini merupakan kondisi yang wajar pasca rally dan juga  adanya aksi tunggu para investor di awal  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/harga-cpo-tertahan-sementara/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-6585" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/berita/indonesia-indonesia-pertahankan-bea-keluar-progresif-untuk-cpo/attachment/tph_tbs-komp/"><img class="alignleft size-full wp-image-6585" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2013/01/TPH_TBS-Komp.jpg" alt="" width="620" height="310" /></a></p>
<p>Harga minyak kelapa sawit untuk hari Senin (20/5) cenderung mengalami  perlambatan setelah sempat rally pada pekan lalu. Perlambatan yang  terjadi hari ini merupakan kondisi yang wajar pasca rally dan juga  adanya aksi tunggu para investor di awal pekan sambil menantikan  rilisnya beberapa data ekonomi global pada pekan ini.</p>
<p>Sebelumnya  harga minyak kelapa sawit sempat melambung akibat adanya spekulasi  kenaikan permintaan di negara-negara Timur Tengah dan Asia Tenggara  sebelum datangnya bulan puasa bagi umat muslim yang akan jatuh pada  bulan Juli mendatang dimana permintaan akan minyak nabati akan naik.</p>
<p>Minyak  kelapa sawit ditutup flat di level 2335 ringgit atau 775 dollar per  metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives. Harga minyak kelapa sawit pada  17 Mei lalu sempat menembus level 2336 ringgit yang merupakan level  tertinggi sejak 12 April.</p>
<p>Divisi Vibiz Research di Vibiz  Consulting, pergerakan harga minyak kelapa sawit dalam pekan ini  diprediksi akan masih berpeluang mengalami kenaikan kembali dan tidak  menutup kemungkinan akan menyentuh level 2400 ringgit per metrik ton.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.vibiznews.com/2013-05-20/harga-cpo-tertahan-sementara-hari-ini">vibiznews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/harga-cpo-tertahan-sementara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringati Harkitnas, 143 Direksi BUMN Mengajar di Berbagai Pelosok Indonesia</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/peringati-harkitnas-143-direksi-bumn-mengajar-di-berbagai-pelosok-indonesia/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/peringati-harkitnas-143-direksi-bumn-mengajar-di-berbagai-pelosok-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 02:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8347</guid>
		<description><![CDATA[
JAKARTA, &#8211; Hari Kebangkitan Nasional  yang jatuh pada hari Senin (20/5) diperingati oleh seluruh Direksi Badan  Usaha Milik Negara (BUMN) dengan mengajar di sekolah-sekolah di  Indonesia.
Kepala Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, mengatakan  jika Menteri  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/peringati-harkitnas-143-direksi-bumn-mengajar-di-berbagai-pelosok-indonesia/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4788" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/berita/indonesia-bumn-diharapkan-dapat-genjot-ekonomi-ri/attachment/gedung_mdnmerdeka/"><img class="alignleft size-full wp-image-4788" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2012/08/Gedung_MdnMerdeka.jpg" alt="" width="600" height="300" /></a></p>
<p><strong>JAKARTA,</strong> &#8211; Hari Kebangkitan Nasional  yang jatuh pada hari Senin (20/5) diperingati oleh seluruh Direksi Badan  Usaha Milik Negara (BUMN) dengan mengajar di sekolah-sekolah di  Indonesia.</p>
<p>Kepala Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, mengatakan  jika Menteri BUMN Dahlan Iskan sendiri mengajar di Universitas  Airlangga, Surabaya.  Dahlan memberikan semangat agar mahasiswa belajar  dengan giat.</p>
<p>Selain itu, hampir seluruh direksi dari 143 BUMN juga menyebar ke  seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman kepada siswa-siswa SD, SMP,  dan SMA hingga Perguruan Tinggi.</p>
<p>Direktur Utama PT PLN, Nur Pamudji yang mengajar dan memotivasi  siswa-siswi SMA Negeri 8 Malang, Jawa Timur. Sementara, Dirut PT Semen  Indonesia, Dwi Soetjipto mengajar di tanah kelahirannya, Surabaya, Jawa  Timur.</p>
<p>&#8220;Tepatnya, SMA Negeri 8 Surabaya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan akan menjadi guru di SMAN 2 Cikampek, Jawa Barat.</p>
<p>Kemudian Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar  mengajar di kampung halaman sang Ibu di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.</p>
<p>Dan Dirut PT Pegadaian, Suwhono mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Seragen, Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Masih banyak direksi yang lain,&#8221; kata Faisal.</p>
<p>Sumber : <a href="http://jaringnews.com/ekonomi/umum/41231/peringati-harkitnas-direksi-bumn-mengajar-di-berbagai-pelosok-indonesia">jaringnews.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/peringati-harkitnas-143-direksi-bumn-mengajar-di-berbagai-pelosok-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerakan Direksi BUMN Mengajar Berikan Wawasan Baru</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/gerakan-direksi-bumn-mengajar-berikan-wawasan-baru/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/gerakan-direksi-bumn-mengajar-berikan-wawasan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 02:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8341</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Gerakan direksi mengajar memberikan wawasan dan gambaran baru bagaimana menggapai kesuksesan.
&#8220;Saya  sangat mendukung sekali karena program ini adalah salah satu hal yang  sangat positif terutama di bidang pendidikan dimana anak-anak tidak saja  cukup diberikan materi  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/gerakan-direksi-bumn-mengajar-berikan-wawasan-baru/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-8342" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/berita/gerakan-direksi-bumn-mengajar-berikan-wawasan-baru/attachment/direktur-mengajar/"><img class="alignleft size-full wp-image-8342" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2013/05/Direktur-Mengajar.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><span class="post-content" style="margin-top: 20px">Jakarta &#8211; Gerakan direksi mengajar memberikan wawasan dan gambaran baru bagaimana menggapai kesuksesan.</span></p>
<p>&#8220;Saya  sangat mendukung sekali karena program ini adalah salah satu hal yang  sangat positif terutama di bidang pendidikan dimana anak-anak tidak saja  cukup diberikan materi di sekolah, tapi mereka harus mempunyai gambaran  misalnya direktur itu seperti apa,&#8221; ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 31  Jakarta, Era Yulvita.</p>
<p>Menurut dia, para alumni sekolah yang  menjdi orang yang sukses dalam karirnya apakah itu pengusaha maupun  direktur BUMN, mereka bisa mengajarkan pendidikan di luar pelajaran  sekolah.</p>
<p>&#8220;Karena selama ini mereka tidak tahu, kalau saya menjadi  dokter hewan, apakah harus di kandang, kan begitu, jadi ini perlu juga  pembelajaran seperti ini karena kami kapasitas di sekolah ini hanya  menuntaskan standar kompetensi yang diberikan dengan indikator yang  ada,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Jadi program ini perlu digalakkan, lanjutnya,  bahkan tanggapan peserta didik sangat luar biasa saat mengikuti  pembelajaran mengenai motivasi tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya melihat anak-anak  sangat antusias sekali karena mungkin saja mereka secara akademis belum  mampu untuk menghasilkan kompetensinya, tapi mungkin mereka punya di  seni-seni lain seperti fotografer, jurnalistik, dan mungkin bisa menjadi  orang sukses di bidang itu,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ia berharap alumni  sekolah tidak sekadar hanya bersilaturahmi dengan para guru, tapi  bagaimana ada suatu kerjasama untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah  yang ditinggalkan waktu itu.</p>
<p>Sementara itu, Alfan Juan Kelas X  mengungkapkan pembelajaran motivasi ini memberikan manfaat bagi dirinya  bahwa dalam menghadapi masalah kehidupan jangan mudah putus asa.</p>
<p>&#8220;Keren, inspiratif, jadi dalam hidup ini jangan mudah menyerah dalam  menghadapi masalah, terus berusaha,&#8221; ujar dia<em>.</em></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.antaranews.com/berita/375693/gerakan-direksi-bumn-mengajar-berikan-wawasan-baru">antaranews.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/gerakan-direksi-bumn-mengajar-berikan-wawasan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga Karet TOCOM Menguat Iringi Anjlok Yen</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/harga-karet-tocom-menguat-iringi-anjlok-yen/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/harga-karet-tocom-menguat-iringi-anjlok-yen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 01:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8338</guid>
		<description><![CDATA[Pada perdagangan di Asia hari Senin harga karet berjangka tampak  mengalami kenaikan yang cukup signifikan (20/05). Harga karet berjangka  di bursa Tokyo Commodity atau TOCOM mengalami kenaikan seiring dengan  anjloknya nilai tukar yen Jepang. Melemahnya yen mendorong  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/harga-karet-tocom-menguat-iringi-anjlok-yen/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-7729" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/berita/harga-karet-anjlok-ke-5-bulan-terendah/attachment/karet_2vibiz/"><img class="alignleft size-full wp-image-7729" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2013/04/Karet_2vibiz.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a>Pada perdagangan di Asia hari Senin harga karet berjangka tampak  mengalami kenaikan yang cukup signifikan (20/05). Harga karet berjangka  di bursa Tokyo Commodity atau TOCOM mengalami kenaikan seiring dengan  anjloknya nilai tukar yen Jepang. Melemahnya yen mendorong minat para  pelaku pasar terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam yen.</p>
<p>Yen  Jepang hari ini mengalami koreksi setelah pada perdagangan minggu lalu  sempat mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari 4.5 tahun  belakangan terhadap dollar AS. Meskipun demikian yen masih bertahan di  sekitar level terendah dalam 4.5 tahun tersebut, sehingga para pelaku  pasar masih memiliki alasan untuk membeli komoditas yang diperdagangkan  dalam yen.</p>
<p>Melemahnya yen mengakibatkan harga komoditas yang  diperdagangkan dalam yen menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli  luar negeri. Kondisi ini menjadikan permintaan komoditas ini mengalami  kenaikan.</p>
<p>Hari ini harga karet berjangka untuk kontrak pengiriman  bulan Oktober tampak mengalami peningkatan sebesar 1.6 persen dan berada  di posisi 292.5 yen per kilogram (2844 dollar per metric ton). Harga  karet ini merupakan yang paling tinggi sejak tanggal 14 Mei lalu. Rally  harga karet di bursa TOCOM hari ini mengurangi penurunan tahun ini  menjadi hanya sebesar 4.5 persen.</p>
<p>Analis Vibiz Research dari Vibiz  Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka dalam  jangka pendek masih berpotensi melanjutkan peningkatannya. Kondisi yen  yang masih berada dalam trend bearish membuat para investor masih  mengincar komoditas di Jepang.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.vibiznews.com/2013-05-20/harga-karet-tocom-menguat-iringi-anjlok-yen">vibiznews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/harga-karet-tocom-menguat-iringi-anjlok-yen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Revisi RUU Perkebunan Harus Berpihak kepada Petani Kecil&#8217;</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/revisi-ruu-perkebunan-harus-berpihak-kepada-petani-kecil/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/revisi-ruu-perkebunan-harus-berpihak-kepada-petani-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 01:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8335</guid>
		<description><![CDATA[
JAKARTA &#8211;  Anggota Dewan Pakar DPP  Asosiasi Petani Sawit Seluruh  Indonesia (APKASINDO), Dahnil Anzar Simanjuntak, berharap DPD RI Komite  II yang sedang melakukan pembahasan revisi Undang-Undang No 18 tahun  2004 tentang Perkebunan dapat menggunakan hak inisiasinya untuk  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/revisi-ruu-perkebunan-harus-berpihak-kepada-petani-kecil/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-6195" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/berita/indonesia-harga-cpo-lunglai-hingga-awal-2013/attachment/sawit_dodos/"><img class="alignleft size-full wp-image-6195" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2012/12/Sawit_Dodos.jpg" alt="" width="675" height="379" /></a></p>
<p>JAKARTA &#8211;  Anggota Dewan Pakar DPP  Asosiasi Petani Sawit Seluruh  Indonesia (APKASINDO), Dahnil Anzar Simanjuntak, berharap DPD RI Komite  II yang sedang melakukan pembahasan revisi Undang-Undang No 18 tahun  2004 tentang Perkebunan dapat menggunakan hak inisiasinya untuk  mendorong UU tersebut lebih berpihak terhadap petani perkebunan di  Indonesia.</p>
<p>Menurut Dahnil, Undang-Undang itu telah yang telah  diujimaterialkan di MK pada 2010 lalu. &#8221;Pasal 21 UU yang  cenderung  mengkriminalisasi petani kecil dan masyarakat lokal itu dibatalkan oleh  MK,&#8221; ujar Dahnil, Senin (20/5).</p>
<p>Ia berharap UU yang akan  direvisi lebih berpihak kepada kepentingan petani. Dahnil mengusulkan,   harus ada klausul yang mengatur tentang maksimum lahan perkebunan yang  bisa dikuasa oleh swasta baik asing maupun dalam negeri.</p>
<p>&#8221;Penguasaan  lahan yang berlebihan oleh pihak swasta seringkali tidak disertai oleh  komitmen untuk mendorong masyarakat lokal untuk berkembang, karena  aturan-aturan seperti Peraturan Kementan No 26 yang mewajibkan perusahan  sawit memberikan 20 persen dari total lahan yang dikelola kepada petani  setempat seringkali dilanggar, karena tidak ada monitoring dan evaluasi  dari pemerintah berkaitan dengan kewajiban ini,&#8221; papar Dahnil.</p>
<p>Menurut  dia, UU tentang Perkebunan yang akan direvisi dan diinisiasi oleh DPD  RI  Komite II ini, setidaknya bisa mendorong saham kepemilikan petani di  perkebunan-perkebunan sawit yang dikuasai swasta.</p>
<p>Dengan  begitu,  kata Dahnil,  daya tawar petani menjadi lebih baik. Saat ini,  tutur dia, luas lahan sawit Indonesia totalnya 8 juta ha.</p>
<p>&#8221;  Sebanyak 42 persen adalah perkebunan rakyat, dari 42 persen tersebut, 60  perkebunan rakyat plasma dan 40 persen perkebunan rakyat swadaya.  Sedangkan 58 persen perkebunan sawit Indonesia dikelola swasta nasional  dan asing serta BUMN,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Melihat anatomi luas  perkebunan kelapa sawit, kata dia, perkebunan rakyat produktivitasnya  masih sangat rendah rata-rata 15 ton/ha/tahun jauh dibandingkan swasta  nasional, asing dan BUMN yang bisa mencapai 25 ton/ha/tahun.</p>
<p>&#8220;Hal  tersebut terjadi karena permasalahan pengetahuan yang terbatas petani  rakyat, akses permodalan dan sertifikasi lahan yang sampai hari ini  belum jelas, maka melalui revisi UU ini, diharapkan DPD RI Komite II  bisa mendorong UU perkebunan yang lebih berpihak kepada petani.&#8221;</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/05/20/mn3kox-revisi-ruu-perkebunan-harus-berpihak-kepada-petani-kecil">republika.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/revisi-ruu-perkebunan-harus-berpihak-kepada-petani-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Lahan Tidur, Indonesia Optimis Tingkatkan Produksi Sawit 28 Juta Ton</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/manfaatkan-lahan-tidur-indonesia-optimis-tingkatkan-produksi-sawit-28-juta-ton/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/manfaatkan-lahan-tidur-indonesia-optimis-tingkatkan-produksi-sawit-28-juta-ton/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 01:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8332</guid>
		<description><![CDATA[
DIREKTUR Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir  mengaku optimis target produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO)  bisa tercapai meskipun perluasan lahan terhambat.
Pada Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperpanjang  moratorium pemberian izin baru pemanfaatan hutan alam  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/manfaatkan-lahan-tidur-indonesia-optimis-tingkatkan-produksi-sawit-28-juta-ton/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-7143" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/berita/harga-sawit-turun-437-poin/attachment/sawit_perkebunan/"><img class="alignleft size-full wp-image-7143" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2013/03/sawit_Perkebunan.jpg" alt="" width="567" height="280" /></a></p>
<p>DIREKTUR Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir  mengaku optimis target produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO)  bisa tercapai meskipun perluasan lahan terhambat.</p>
<p>Pada Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperpanjang  moratorium pemberian izin baru pemanfaatan hutan alam primer dan lahan  gambut hingga 2015.</p>
<p>Gamal mengatakan tanpa pembukaan lahan baru, Indonesia masih bisa  meningkatkan produksi CPO dari lahan yang ada saat ini. Di antaranya  dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan tidur.</p>
<p>“Dari segi lahan sebetulnya masih banyak izin lama yang belum semua  ditanami. Dari data Badan Pertanahan Nasional juga masih banyak lahan  terlantar,” kata Gamal, Senin, 20 Mei 2013.</p>
<p>Selain memanfaatkan lahan yang belum ditanami, Gamal mengatakan  pemerintah akan mendorong peningkatan produktivitas lahan. Kementerian  mencatat pada 2012 produktivitas lahan sawit baru sekitar 3,57 ton per  hektare.</p>
<p>“Ada lebih dari 3 juta hektare perkebunan sawit rakyat, ini bisa  ditanami lagi dengan bibit baru yang berkualitas dan dibina supaya  produksi meningkat,” kata Gamal.</p>
<p>Sebelumnya Kementerian Pertanian menargetkan produktivitas CPO bisa  mencapai 9,1 juta ton per hektare pada 2025. Angka ini dengan produksi  tandan buah segar sawit 35 ton per hektare dan rendemen 26 persen.</p>
<p>Pada 2012, Indonesia memproduksi 26,5 juta ton sementara ekspor CPO  dan produk turunanya mencapai 18,14 juta ton. Pada tahun ini produksi  CPO diperkirakan bisa mencapai 28 juta ton.</p>
<p>Sumber : <a href="http://acehterkini.com/manfaatkan-lahan-tidur-indonesia-optimis-tingkatkan-produksi-sawit-28-juta-ton/">acehterkini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/manfaatkan-lahan-tidur-indonesia-optimis-tingkatkan-produksi-sawit-28-juta-ton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gapki Luncurkan Buku “Indonesia dan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Isu Lingkungan Global”</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/gapki-luncurkan-buku-%e2%80%9cindonesia-dan-perkebunan-kelapa-sawit-dalam-isu-lingkungan-global%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/gapki-luncurkan-buku-%e2%80%9cindonesia-dan-perkebunan-kelapa-sawit-dalam-isu-lingkungan-global%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 01:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8328</guid>
		<description><![CDATA[
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit, Senin (20/5), meluncurkan buku yang  berjudul Indonesia dan Perkebunan Kelapa Sawit Dalam Isu Lingkungan  Global di Hotel Grand Elite, Medan, Sumatra Utara.
“Buku ini Gapki luncurkan untuk mengubah  pola pikir masyarakat Indonesia mengenai perkebuanan  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/gapki-luncurkan-buku-%e2%80%9cindonesia-dan-perkebunan-kelapa-sawit-dalam-isu-lingkungan-global%e2%80%9d/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4163" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/siaran-pers/indonesia-inilah-pengurus-baru-gapki-2/attachment/1874001-4/"><img class="alignleft size-full wp-image-4163" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2012/06/18740013.jpg" alt="" width="600" height="300" /></a></p>
<p>Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit, Senin (20/5), meluncurkan buku yang  berjudul Indonesia dan Perkebunan Kelapa Sawit Dalam Isu Lingkungan  Global di Hotel Grand Elite, Medan, Sumatra Utara.</p>
<p>“Buku ini Gapki luncurkan untuk mengubah  pola pikir masyarakat Indonesia mengenai perkebuanan kelapa sawit, yang  dulu bahkan sampai sekarang kelapa sawit masih dianggap tidak ramah  lingkungan,” ungkap Ketua Gapki Joefly Bachroeny, dalam cara itu.<br />
Peluncuran buku ini Gapki diharapkan dapat menepis semua isu miring yang  menjadi tantangan perkembangan perkebunan sawit di Indonesia.</p>
<p>“Perkebunan kelapa sawit sebenarnya ramah lingkungan karena memiliki  potensi yang besar untuk menurunkan emisi GHG (Green House Gas)  dibandingkan dengan sawah gambut maupun hutan gambut sekunder,”  jelasnya.</p>
<p>Pihaknya juga mengklaim bahwa perkebunan kelapa sawit bisa menjadi  salah satu solusi dari permasalahn pangan, energi, lingkungan, dan  ekonomi global.</p>
<p>“Melalui buku ini yang dikemas secara akademis, akan menepis isu-isu  miring terhadap perkebuanan kelapa sawit Indonesia di mata dunia,”  tambahnya.</p>
<p>Sumber : <a href="http://liputanbisnis.com/2013/05/20/gapki-luncurkan-buku-ndonesia-dan-perkebunan-kelapa-sawit-dalam-isu-lingkungan-global/">liputanbisnis.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/publikasi/berita/gapki-luncurkan-buku-%e2%80%9cindonesia-dan-perkebunan-kelapa-sawit-dalam-isu-lingkungan-global%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>So This is Jazz, Huh?</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/galeri/artikel/so-this-is-jazz-huh/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/galeri/artikel/so-this-is-jazz-huh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 04:52:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l_sidauruk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8325</guid>
		<description><![CDATA[
 
Oleh : Marfaizon Pangai

Saya tidak ingat persis kapan dan kenapa saya menyukai jazz. Jazz? Ya, jazz. Anda tidak tahu jenis musik ini? Wah, jangan-jangan saya benar-benar snobist? Snobist? Anda juga tidak tahu istilah ini? Yah, sudahlah&#8230;.
Kita bicarakan apa yang  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/galeri/artikel/so-this-is-jazz-huh/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE               MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:&quot;&quot;; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif] --></p>
<p class="MsoNormal">Oleh : Marfaizon Pangai</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="id">Saya tidak ingat persis kapan dan kenapa saya menyukai jazz. Jazz? Ya, jazz. Anda tidak tahu jenis musik ini? Wah, jangan-jangan saya benar-benar snobist? Snobist? Anda juga tidak tahu istilah ini? Yah, sudahlah&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="id">Kita bicarakan apa yang kita, Anda dan saya, ketahui saja. Atau, tepatnya, saya anggap saja kita tahu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="id">Sebagai permulaan, saya kutipkan untuk Anda apa yang pernah saya tulis tentang &#8220;kudapan&#8221; yang bernama jazz ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="IN">&#8221;<span style="color: red">J </span></span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 20.0pt;line-height: 115%;color: #365f91" lang="IN">a </span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 20.0pt;line-height: 115%;color: #943634" lang="IN">z </span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 20.0pt;line-height: 115%;color: #4bacc6" lang="IN">z</span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 20.0pt;line-height: 115%;color: #4f81bd" lang="IN"> </span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 20.0pt;line-height: 115%;color: red" lang="IN"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%;color: #943634" lang="IN">Bermula dari periode 1890-an, gaya <em>ragtime </em><span> </span>muncul dan dikenal sebagai batu pondasi musik jazz. <em>New Orleans music</em> pun mencuat sebagai pemicu disebutnya jazz sebagai genre baru. Hal ini mengukuhkan kota New Orleans, Louisiana, sebagai ibukota jazz dunia. Abad ke-20 jadi masa paling penting dalam sejarah genre ini. Mulai dari <em>swing</em>, <em>European jazz</em> sampai <em>gypsy jazz</em> (perkawinan <em>swing</em> dan musik dansa Perancis), <em>dixieland</em>, <em>bebop</em> sampai <em>hard bop,</em> hingga <em>soul</em> dan <em>fusion</em> yang menjadi tonggak musik modern lahir sepanjang era 1900-an.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%;color: #943634" lang="IN">Sebagai penikmat jazz, sebaiknya Anda mengenal sederet nama berikut ini: Louis Armstrong, Duke Ellington, Miles Davis, Christian McBride, Freddie Hubbard, Joe Herderson, McCoy Tyner, Herbie Hancock, Pat Matheny, David Murray, Roy Hangrove, John Legend, Eric Benet, Jane Monheit, sampai generasi Jammie Cullum dan Michael Buble.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%;color: #943634" lang="IN">Di Tanah Air, Anda bisa tambahkan Ireng Maulana, Buby Chen, Bill Saragih, Indra Lesmana, Ermy Kulit, Balawan, Aditya, Dira Sugandi, Endah &amp; Rhesa, David Manihutu, Sandy Sandoro, dan Lucky.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Get the point</span></em><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">? <em>Nope</em>?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">OK-lah, kita coba masuk ke definisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">&#8220;<em>Jazz isn&#8217;t music</em> (Lho?&#8212;ini komentar spontan saya).<em> It&#8217;s language. Communication,</em>&#8221; kata Enos Payne, salah seorang eksponennya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">&#8220;<em>Jazz is all music</em> (Lho???&#8212;ini juga dari saya),&#8221; kata Duke Ellington (gak perlu diperkenalkan lagi).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">&#8220;&#8230;.<em>music that includes qualities such as swing, improvising, group interaction, developing an &#8216;individual voice&#8217;, and being open to different musical possibilities</em>,&#8221; demikian menurut Travis Jackson.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">You see</span></em><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Baiklah, saya mengaku saja. Memang bukan jazz sebagai musik yang ingin saya bicarakan. Musik itu pada hakikatnya bukan untuk dipahami tapi dinikmati. Kalaupun dipaksakan untuk dipahami, itu hanya dapat dilakukan dengan rasa melalui pendengaran. Bukan dengan kata-kata: tak kan mungkin dijelaskan.<span> </span>Kali ini saya sebenarnya hanya ingin <em>sharing</em> dengan Anda mengenai kemungkinan mengadop kualitas musik jazz sebagaimana definisi di atas ke dalam wacana kepemimpinan organisasi. Dan untuk selanjutnya barangkali kita bisa menyebutnya sebagai &#8220;<em>Jazzy Leadership</em>.&#8221; (O yeaaah&#8230;)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Kualitas pertama adalah <em>swing</em>. Belum terlalu jelas sih apa itu <em>swing </em>sejatinya. Tapi seingat saya, ini adalah sesuatu tentang tempo, waktu, moment. Para musisi jazz bergerak dan bermain di antara tempo lagu yang saling kejar dan lomba (mudah-mudahan saya benar). Orang-orang dalam dunia manajemen kerap bicara tentang meraih dan memanfaatkan kesempatan ketika ia muncul. Sekali Anda abai dan lengah, momen itu lenyap dan berkemungkinan besar tidak akan muncul-muncul lagi.<span> </span>Mereka menyebut kondisi seperti ini dengan istilah &#8220;<em>missing a moment of the truth</em>&#8220;.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Kedua, improvisasi. Dalam jazz, ini adalah semacam &#8220;ruh&#8221; dalam tubuh manusia. Tanpa kualitas yang satu ini, musik itu bukan lagi jazz. Tapi untuk sampai ke level luwes dalam ber-improvisasi, Anda harus sudah selesai terlebih dahulu dengan persoalan tetek-bengek teknis permainan. Kalau belum, berarti Anda main dengan ngawur, dan kalau Anda berhasil, berarti Anda sedang beruntung. Dan ingat, keberuntungan tidak bisa diulang dan dimainkan sekehendak hati. Dalam organisasi, terutama bisnis, improvisasi juga dibutuhkan. Rencana yang sudah disusun dan anggaran yang sudah ditetapkan seringkali bersifat perkiraan dan ancang-ancang di atas kertas. Kenyataan tidaklah selalu sesederhana yang kita kira dan inginkan. Begitu pula halnya dengan standard operating procedure (SOP). Ia hanya merupakan sistem yang berisi langkah-langkah yang harus dilakukan oleh SDM dalam organisasi dalam keadaan normal untuk mencapai tujuannya. Bila situasi menjadi emergensi dan SOP tidak lagi menjadi pendorong tetapi justeru menjadi penghambat langkah organisasi, maka improvisasi bisa saja menjadi penyelamat. Kira-kira begitu, Bro.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Kemudian, <em>group interaction</em>.<span> </span>Ini juga menjadi pembeda yang mencolok dalam musik jazz. Dalam sebuah pertunjukan jazz, hampir selalu ada saja di antara personilnya, di tengah-tengah permainan, berkomunikasi satu sama lain, saling lempar ungkapan dan kelakar, atau bahkan bercakap-cakap. Mungkin karena inilah mengapa jazz disebut bukan sebagai musik, tapi bahasa. Komunikasi. Dalam organisasi, bisakah Anda bayangkan orang-orang yang bekerja di dalamnya diam seribu basa atau asyik-masyuk hanya dengan pekerjaannya masing-masing tanpa mempedulikan kaitan dan pengaruhnya dengan pekerjaan koleganya di bagian lain? Agaknya kita terlalu berlebihan, tapi bukan tidak mungkin hal ini terjadi. Bila kondisi ini memang ada, maka kita boleh katakan bahwa di organisasi itu &#8220;<em>strategic alignment</em>&#8220;-nya gak jalan. Tidak ada keselarasan strategis; yang dibuat dan digariskan dalam strategi organisasi untuk mencapai visi-misi tidak sejalan dengan kebijakan dan program konkret yang dilakukan di lapangan. Ibarat lagu Broery itu loh&#8230; &#8220;Aku begini&#8230;Engkau begitu &#8230;&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Kualitas keempat, <em>developing an ‘individual voice</em>’. Dalam jazz, Anda tidak usah heran bila, di tengah-tengah permainan, Anda tiba-tiba hanya mendengar suara terompet yang meliuk-liuk dan mendominasi bunyi-bunyian di panggung. Itu artinya bahwa seorang <em>trumpeter</em> tengah beraksi dengan menunjukkan keterampilan teknisnya yang memukau, dan yang lainnya tanpa komando dengan sadar diri memberikan kesempatan. Yup, dalam jazz, keterampilan dan keahlian seorang individu memang sangat dihargai dan diakui. <span> </span>Di poin ini, saya jadi teringat pada apa yang menjadi inti pembicaraan Stephen R. Covey dalam<span> </span>buku “<em>The Eight Habit</em>”. Katanya, “<em>Find your voice, and inspire others to find theirs</em>.”<span> </span>Temukan panggilan hidupmu, dan ilhami yang lainnya untuk menemukan panggilan hidup mereka juga.<span> </span>Di titik ini pula, saya teringat pada Kouzes &amp; Posner. “Kepemimpinan,” kata mereka, “adalah sebuah proses yang digunakan oleh manusia biasa ketika mereka ingin mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka sendiri maupun dari diri orang lain.” Luar biasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Terakhir, kualitas kelima: <em>being open to different musical possibilities</em>. Saya pikir, kualitas inilah yang hingga saat ini membuat jazz menjadi kaya-raya<span> </span>dengan berbagai harta “<em>derrivatives</em>”-nya&#8212;subgenre dan fusion. Sebut saja subgenre semisal <em>Bebop, Big band, Chamber jazz, Cool jazz, Free jazz, Gipsy jazz, Latin jazz, Neo-bop, Soul jazz, Swing, Third stream,<span> </span></em>dan<em> Vocal jazz</em>. Dan fusion, yakni genre yang muncul sebagai hasil perkawinan dengan aliran berbagai jenis musik lain:<span> </span><em>Acid jazz, Crossover jazz, Bossa nova, Folk jazz, Free funk, Jazzcore, Jazz funk, Jazz rap, Nu jazz, Nu soul, Punk jazz, Ska jazz, Smooth jazz, Swing revival, </em>dan<em> World fusion</em>. Setahu saya, belum ada jenis musik yang memiliki subgenre dan fusion genre seberagam musik yang satu ini. Benar-benar pengakuan dan perayaan yang meriah terhadap keberagaman. Artinya? Jazz sungguh memiliki karakter yang juga mesti dimiliki oleh orang-orang organisasi: tak cepat puas diri, selalu <em>sharing </em>dan<em> learning, </em>dan <em>humble</em>. Atau, dengan kata-kata <em>trombonist</em> J.J. Johnson, “<em>Jazz is restless. It won’t stay put and it never will</em>.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Kalau<span> </span>sudah begini saya yakin, kelak, akan berlaku apa yang disebut Warren Bennis, ‘<em>Leadership as a performing art</em>’, kepemimpinan sebagai seni pertunjukan, dalam arti ‘<em>the ability to act</em>’, kemampuan untuk beraksi, berbuat, bertindak dan menunjukkan <em>performance</em>. Kata Bennis lagi, kemampuan berbuat ini sangat esensial dalam kepemimpinan&#8212;mulai dari taman <em>play group</em> sampai ke ruang<em> board of directors</em>. Dan, tentu saja, semuanya dilakukan dengan seni, yang dipertunjukkan oleh para maestro. “Dalam tingkat maestro,” mengutip Seno Gumira Ajidarma, “setiap bidang adalah seni, dan setiap bidang adalah setara.” Tidak ada yang lebih hebat karena setiap maestro adalah hebat pada dirinya masing-masing. Bukankah perasaan ‘lebih hebat’ ini yang acap kali mengganggu arus komunikasi dalam sebuah organisasi? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">Apakah Anda <em>merasakan</em> juga apa yang saya <em>rasakan</em>? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12.0pt;line-height: 115%" lang="IN">“<em>If you don’t feel it, you’ll never know it</em>,” kata Louis Armstrong tentang genre musik <em>Swing</em>.</span></p>
<p><span lang="IN">Dan musik, menurut solois jazz asal Belanda Laura Fygie, adalah soal melakukan hal yang digemari, emosi dan pesta. Tapi aku mengatakan bahwa musik adalah apa yang kau rasakan ketika emosimu terbangkitkan, gairahmu meluap, dan pikiranmu terilhami&#8212; dan ini tidak mesti selalu berkaitan dengan pesta. Anda mengerti kan maksud saya? Nah, nikmati dan rasakanlah apa yang sedang terjadi. ### (MP, 290413)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/galeri/artikel/so-this-is-jazz-huh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bantal Emas Masal dari Negara Tropik</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/galeri/artikel/bantal-emas-masal-dari-negara-tropik/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/galeri/artikel/bantal-emas-masal-dari-negara-tropik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 03:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/?p=8321</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN
Durian  montong lagi ditanam secara massal di PTPN VIII Jawa Barat. Saat ini  sudah tertanam 250 ha, dan akhir tahun nanti sudah menjadi 1.500 hektar.  Tiap tahun jumlahnya terus meningkat hingga mencapai 3.000 hektar.  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/galeri/artikel/bantal-emas-masal-dari-negara-tropik/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="yiv1293999105s2"><span><span class="yiv1293999105s2">Oleh </span><span class="yiv1293999105s4" style="font-weight: bold">Dahlan Iskan</span></span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Menteri BUMN</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2"><a rel="attachment wp-att-6695" href="http://www.bumn.go.id/ptpn6/galeri/artikel/indonesia-dari-buli-ria-berdikari-ingin-angkat-harga-diri/attachment/lukisan_dahlan/"><img class="alignleft size-full wp-image-6695" src="http://www.bumn.go.id/ptpn6/files/2013/01/Lukisan_Dahlan.jpg" alt="" width="255" height="267" /></a>Durian  montong lagi ditanam secara massal di PTPN VIII Jawa Barat. Saat ini  sudah tertanam 250 ha, dan akhir tahun nanti sudah menjadi 1.500 hektar.  Tiap tahun jumlahnya terus meningkat hingga mencapai 3.000 hektar. Maka  tiga tahun lagi tidak perlu impor bantal emas itu. (Montong dalam  bahasa Thailand berarti bantal emas).</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Manggis  jenis wanayasa saat ini juga sudah tertanam sebanyak 250 hektar.  Seperti juga si bantal emas, akhir tahun ini sudah akan mencapai 1.500  hektar. Dadi Sunardi, Dirut PTPN VIII memilih jenis wanayasa karena  buahnya yang tidak terlalu besar. Pasar internasional tidak menyukai  manggis yang terlalu besar. Dengan ukuran yang kecil-kecil, begitu  manggis dibuka isinya bisa dikorek dengan sendok teh.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Sambil  menunggu pohon-pohon buah tropik tersebut tinggi, Dadi menanam pisang  dan pepaya di sela-selanya. Tidak ayal kalau PTPN VIII kini sudah  menghasilkan berkontainer-kontainer pepaya dan pisang.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Itu  menggambarkan bahwa apa yang dicetuskan tahun lalu di Kementerian BUMN  kini sudah mulai menjadi kenyataan. Selama ini kawasan tersebut dipaksa  ditanami teh. Padahal ketinggiannya tidak sampai 400 meter di atas  permukaan laut. Dulu, Belanda hanya mau menanam teh di lahan yang  ketinggiannya di atas 600 meter. Tapi entah bagaimana di zaman Orde Baru  lalu, lahan-lahan PTPN VIIi yang di bawah 400 meter pun ditanami teh.  Akibatnya PTPN VIII selalu mengalami kerugian ratusan miliar rupiah dari  lahan yang ditanami teh secara paksa ini.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Hampir  saja saya memutuskan untuk menanam sorgum di lahan-lahan tersebut. Agar  PTPN VIII terhindar dari kerugian. Bahkan keputusan sudah dibuat.  Untungnya, Rektor Institut Pertanian Bogor Prof Dr Herry Suhardiyanto  segera datang ke Kementerian BUMN bersama para ahli IPB. Rombongan ini  membawa ide perlunya penanaman buah tropik secara besar-besaran dengan  sIstem korporasi.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Saya  langsung menerima ide tersebut. Saking senangnya saya sampai memukul  meja keras-keras hari itu. Sampai-sampai Pak Rektor dan para ahli itu  kaget. “Ini baru IPB!&#8221; Teriak saya sambil memukul meja saat itu. Saya  baru sadar bahwa Indonesia sebagai negara tropis ternyata kurang  memperhatikan kemampuannya menghasilkan buah tropik. Buah tropik lebih  banyak dihasilkan oleh pekarangan-pekarangan rumah. Saking kecilnya  produksi buah tropik sampai-sampai kita menyebutnya sebagai barang yang  eksotik. Dan kita bangga dengan sebutan itu. Padahal dengan gelar  eksotik berarti jumlahnya sangat sedikit.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Itulah  sebabnya mengapa kita diserbu buah impor besar-besaran. Ketua Ikatan  Alumni IPB, Dr Said Didu, menyebut impor buah kita mencapai Rp 17  triliun setahun. Belum lagi bicara potensi yang bisa kita ekspor  mengingat negara seperti Tiongkok yang berpenduduk 1,3 miliar orang,  tidak bisa memproduksi buah tropik. Sebagai negara empat musim Tiongkok  hanya bisa memproduksi jenis buah-buah tertentu. Akan sangat lebar  peluang kita untuk mengekspor buah tropik ke Tiongkok. Dengan demikian  banjirnya buah dari Tiongkok akan kita imbangi dengan baniirnya buah  tropik di Tiongkok.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">PTPN  XII di Jatim juga sudah memulai. Pisang, pepaya, melon emas, dan  makadamianya sudah mulai menghasilakan. Singgih Irwan Basri, Dirut PTPN  XII mengatakan akan terus menanam buah tropik di lahannya yang mencapai  60.000 ha. Di samping menanam sorgum di tanah-tanah marginalnya. Tahun  ini tanaman sorgumnya sudah bisa mencapai 3.000 hektar. Irwan juga  bergerak cepat sehingga soal sorgum dan tanaman buah tropik yang baru  digagas tahun lalu sudah mulai terlaksana di lapangan.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span><span class="yiv1293999105s2">Pengalaman s</span><span class="yiv1293999105s2">eorang  praktisi di Jateng, Pratomo, tanaman buah tropik benar-benar harus  digalakkan di Indonesia. Setelah terjun ke buah tropik sejak lima tahun  lalu, Pratomo menyimpulkan tiap hektar tanahnya menghasilkan di tas Rp  100 juta per tahun per hektar. Tidak ada yang di bawah Rp 100 juta.  Bandingkan dengan hasil tanaman tebu, padi, dan palawija.</span></span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Di  antara tanaman-tanaman buah tropik itu, menurut Pratomo, buah naga yang  hasilnya paling besar. Bisa mencapai Rp 150 juta per hektar tahun.  Durian menduduki ranking kedua dengan Rp 130 juta per hektar per tahun.  Kelengkeng, seperti jenis itoh, bisa menghasilkan Rp 120 juta per hektar  tahun. Bandingkan dengan karet yang hanya sekitar Rp 20 juta per hektar  per tahun.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Syaratnya,  tanaman buah tropik tersebut ditanam dengan sistem yang benar, dipupuk  dengan benar, dan dirawat dengan benar. Bukan dibiarkan tumbuh apa  adanya seperti pohon buah milik perorangan yang ada di  pekarangan-pekarangan. Kelengkeng itoh, misalnya, satu pohon bisa  menghasilkan 150 kg. Buahnya kesat, kadar manisnya mencapai 22, dan  tidak mudah berubah coklat.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Salah  satu bentuk perawatan yang diperlukan adalah memperbaiki sistem  pengairannya. Terutama untuk musim kemarau. Pratomo selalu membuat kolam  di puncak bukit. Kolam itu dilapisi membrane. Di musim hujan, kolam  seluas 40 x 60 meter tersebut menampung air hujan. Air itulah yang  dialirkan melalui pipa-pipa kecil ke pohon-pohon di sekitarnya tanpa  biaya pompa karena kolamnya berada di lokasi paling tinggi. Setiap kolam  bisa mengairi 20 hektar tanaman buah tropik selama musim kemarau.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Pekan  lalu IPB mengadakan acara besar untuk menandai dimulainya gerakan  menanam buah tropik dengan sistem korporasi ini. Di situ diadakan  pameran buah tropik yang menyajikan penemuan-penemuan varitas baru. BUMN  akan menangkap semua pemikiran dan penemuan yang ditelorkan oleh IPB  itu. Revolusi oranye bisa dimulai oleh IPB. Setelah PTPN VIII dan PTPN  XII, yang lain pun termasuk yang di Sumut dan Jateng akan segera  mengikutinya.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span class="yiv1293999105s2">Indonesia  adalah negara tropis yang sangat besar. Harus menjadi penghasil buah  tropik yang terbesar pula. Dalam waktu yang tidak terlalu lama.</span></p>
<p class="yiv1293999105s2"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/ptpn6/id/galeri/artikel/bantal-emas-masal-dari-negara-tropik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
