Thursday, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Achievements

Sertifikat Klasifikasi Kelas II/ Baik untuk Kebun Untuk Kebun Tamora

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Sejauh mana Portal Publik PTPN V dapat membantu anda dalam mencari informasi tentang PT Perkebunan Nusantara V?

View Results

Loading ... Loading ...

Sinergi Bangun Industri Kelapa Sawit

10 May 2012

Musyawarah Nasional Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (MUNAS GAPKI) ke 8 resmi digelar pada 12-13 April 2012 lalu di Bandung. Banyak anggota hadir dengan semangat dan antusias tinggi, guna menjadi peserta MUNAS. Lantaran, keberadaan MUNAS bakal menentukan langkah organisasi sawit terbesar di Indonesia dan dunia ini untuk berkiprah.

Keberadaan peserta MUNAS GAPKI VIII yang berlangsung di kota kembang, Bandung terlihat meriah. Segenap Anggota dari pelosok nusantara pun hadir. Kehadiran Anggota MUNAS menjadi keharusan sebab suara anggota menjadi penentu jalannya organisasi kedepan. Ini seperti diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GAPKI. Anggota pun mendapatkan hak suara untuk dipilih dan memilih. Walaupun tidak semua anggota mendapatkannya, lantaran ada persyaratan minimal yang mesti dimilikinya.

Pembukaan acara MUNAS dilakukan Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan beserta pengurus GAPKI. Dalam sambutannya, Hatta mengungkapkan kekagumannya terhadap industri kelapa sawit Indonesia, sebab itu, dia mengajak GAPKI sebagai wadah organisasi untuk gencar melakukan promosi 5-10 tahun ke depan. Serta membuat rencana kerja selaras dengan program pemerintah.

Hambatan yang dihadapi industri kelapa sawit nasional seperti kampanye negatif, tarif barrier, regulation barrier, menurut Hatta harus dijadikan tolakan untuk melakukan penelitian dan pengembangan serta promosi minyak sawit Indonesia yang berkelanjutan.

Hatta juga berjanji, dana Bea Keluar (BK) yang sudah disetor ke pemerintah, akan dikembalikan ke industri dalam bentuk berbagai insentif yang diberikan kementerian untuk pembangunan industri kelapa sawit nasional. “Kami mengajak GAPKI untuk terlibat aktif dan memberikan usulan program kepada pemerintah,” ujarnya.

Senada dengan Hatta, pula diungkapkan Menteri Pertanian Suswono, yang menyatakan keprihatinannya kepada industri kelapa sawit nasional. Lantaran sering mendapatkan serangan bertubi-tubi dari pesaingnya. Sehingga, menurutnya perlu sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), yang diterapkan mandatori bagi perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan harus didukung semua pihak termasuk GAPKI.
Last Updated on Wednesday, 09 May 2012 09:46
Written by Atep Yulianto Irawan
Friday, 30 March 2012 09:33
http://www.infosawit.com/index.php?option=com_content&view=article&id=146:sinergi-bangun-industri-kelapa-sawit&catid=50:teropong



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>