Thursday, 17 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Achievements

Sertifikat Klasifikasi Kelas II/ Baik untuk Kebun Untuk Kebun Tamora

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Sejauh mana Portal Publik PTPN V dapat membantu anda dalam mencari informasi tentang PT Perkebunan Nusantara V?

View Results

Loading ... Loading ...

Pemerintah Diminta Seimbangkan Revitalisasi Pangan dan Perkebunan

24 September 2012

BANDA ACEH – Aktivis Yayasan Bina Desa di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, meminta pemerintah mengimbangi revitalisasi antara pangan dan perkebunan untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan 2014. “Seharusnya di saat Indonesia ketergantungan beras impor, program revitalisasi pangan harus menjadi fokus utama,” kata staf lapangan Yayasan Bina Desa Aceh Barat Lorenz kepada Antara.

Ia mengatakan, implementasi Undang-undang pokok Agararia Nomor 5 tahun 1960 dewasa ini sudah dikesampingkan, sehingga program mewujudkan kemakmuran rakyat dan kedaulatan petani masih jauh tertinggal. Reforma atau pendistribusian lahan kepada petani semestinya menjadi fokus pemerintah, terlebih untuk Provinsi Aceh yang sebagian besar daerahnya cukup potensial guna pengembangan lahan pertanian.

Perolehan daerah otonomi khusus bagi Aceh, dalam perkembangannya justru memfasilitasi alur modal ke daerah yang kemudian mendorong terjadinya perubahan kepemilikan lahan dari petani berpindah menjadi milik perkebunan atau industri. “Bukan tidak boleh, boleh, namun harus ditata sedemikian rupa agar tidak terjadi penciutan lahan akibat alih fungsi dari area sawah menjadi kebun,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, hasil survei pada sejumlah desa di Kabupaten Aceh Barat, hampir rata-rata petani hanya memiliki area sawah seluas satu hektare, sementara sebagian besar lain hanya pengusaha bergelut di dunia pertanian. Mayoritas kelompok tani memanfaatkan lahan orang lain sebagai persyaratan menarik dana bantuan pemerintah dalam program cetak sawah baru dan pada akhirnya lahan itu dikembalikan kepada pemilik tanah.

Selain itu, pengembangan pertanian pola organik untuk peningkatan produksi terbentur oleh semakin tingginya peredaran pupuk, sehingga tarik ulur tersebut membuat petani memilih langkah lebih praktis dengan membeli pupuk. “Pemilik bahan baku sawah pribadi di sebagian wilayah Aceh masih terbilang kecil dominannya dikuasai oleh seorang pemilik dan petani sendiri malah ada yang menyewa sawah untuk bercocok tanam,” ujarnya. (Fathan)
Last Updated on Monday, 24 September 2012 08:38
http://www.infosawit.com/index.php?option=com_content&view=article&id=104:pemerintah-diminta-seimbangkan-revitalisasi-pangan-dan-perkebunan&catid=25:lintas-update-latest



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>