Wednesday, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Achievements

Sertifikat Klasifikasi Kelas II/ Baik untuk Kebun Untuk Kebun Tamora

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Sejauh mana Portal Publik PTPN V dapat membantu anda dalam mencari informasi tentang PT Perkebunan Nusantara V?

View Results

Loading ... Loading ...

2014, Tenggat Angkutan Sawit Lintasi Trans Kalimantan

1 August 2012

20120730133120TENGGAT-ANGK-SAWIT-TRAN-KALIMANTAN.jpg

BANJARMASIN–MICOM: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberi batas waktu hingga 2014 bagi angkutan perkebunan kelapa sawit dapat melintas di jalan trans Kalimantan. Larangan itu diperkirakan mampu menghemat anggaran perbaikan kerusakan jalan mencapai Rp100 miliar per tahun.

“Pemerintah daerah hanya memberi tolerasi angkutan hasil perkebunan kelapa sawit dapat menggunakan jalan negara hingga 2014,” Kepala Bidang LLAJR Dinas Perhubungan Kalsel Basiran di Banjarmasin, Minggu (29/7).

Setiap harinya, diperkirakan ada 1.000 buah armada pengangkut kelapa sawit melintasi jalan trans Kalimantan dari perkebunan ke lokasi pabrik kelapa sawit (PKS). “Sebelumnya ada keberatan dari perusahaan perkebunan karena mahalnya biaya pembangunan jalan khusus ini,” tambahnya.

Menurut Basiran, kebijakan pengaturan lalu lintas di jalan trans Kalimantan terbukti mampu mengatasi kemacetan, penurunan angka kecelakaan, pencemaran dan kerusakan jalan.

Sejak 2009, Pemprov Kalsel telah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) 3 tahun 2008 yang kemudian direvisi menjadi Perda 3/2012. Dalam Perda 3/2008 masih memberikan toleransi bagi angkutan batu bara yang memasok kebutuhan industri vital termasuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan 26 perusahaan perkebunan karena alasan ketidakmampuan membangun jalan khusus. Dalam Perda 3/2012 itu memberi tenggat bagi angkutan perkebunan kelapa sawit bisa melintasi jalan trans Kalimantan.

Saat ini tercatat ada 18 jalan khusus yang dibangun untuk mengakomodasi hasil tambang batu bara dari ratusan perusahaan tambang di Kalsel. Ke 18 jalan khusus ini mengakomodasi pengangkutan batu bara dari dua jalur yaitu Kabupaten Banua Enam meliputi Hulu Sungai Selatan, Tapin, dan Banjar. Dan jalur angkutan hasil tambang dan perkebunan dari wilayah Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu.

Asisten Bidang Pembangunan Pemprov Kalsel Arsyadi mengatakan, terjadi penghematan anggaran hingga Rp100 miliar pascapenerapan pengaturan angkutan hasil tambang dan perkebunan.

Sebelum penerapan Perda 3/2008, Pemprov Kalsel disibukkan dengan kegiatan perbaikan dan

pemeliharaan jalan dampak dari maraknya angkutan hasil tambang dan perkebunan yang melintasi jalan dengan beban melebihi batas kapasitas jalan.

Untuk pemeliharaan rutin saja, sambung dia, per tahunnya mencapai Rp7 miliar. Biaya itu

belum termasuk biaya peningkatan atau pembangunan jalan serta rehabilitasi akibat

bencana dan lainnya yang mencapai lebih Rp100 miliar. (DY/OL-04)

Oleh      : Basiran, Kabid LLAJR Dinas Perhubungan
Sumber : mediaindonesia.com
Read more: http://www.kpbptpn.co.id/news-7886-0-2014-tenggat-angkutan-sawit-lintasi-trans-kalimantan.html#ixzz22HjRa5mz


Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>