Sabtu, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Sejauh mana Portal Publik PTPN V dapat membantu anda dalam mencari informasi tentang PT Perkebunan Nusantara V?

View Results

Loading ... Loading ...

Lewat Perampingan, Dahlan Lebih Simple Benahi BUMN

23 April 2012


DAHLAN ISKAN

RMOL.Wacana perampingan 140 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai akan membawa dampak positif terhadap kinerja perusahaan pelat merah. Hasilnya diyakini akan menguntungkan negara.

Pengamat ekonomi Univer­sitas Indonesia Muslimin Anwar mengatakan, keberhasilan induk (holding) BUMN perkebunan merupakan prestasi yang sangat baik untuk memacu percepatan peleburan di sektor lain. Dengan adanya peleburan, kinerja setiap perusahaan BUMN bisa di­pantau melalui induknya. Hal ini dapat meminimalisir fungsi pengawa­san terhadap seluruh perusahaan pelat merah, karena hanya tinggal memantau in­duknya.

“Keberhasilan holding BUMN perkebunan bisa dijadikan pilot project bagi holdingselanjutnya. Dengan rampungnya holdingtersebut, bisa dipelajari kelebihan dan kekurangannya. Apa saja yang kurang, bisa diperbaiki pada holding berikutnya,” jelas Musli­min kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Ia memaparkan, holding BUMN perkebunan bisa mem­per­lihatkan kontribusi dari ma­sing-masing perusahaan BUMN. Perusahaan yang sangat pro­duktif akan memotivasi perusa­haan yang kurang berkontribusi ter­ha­dap negara. Hal ini akan mem­buka lebar persaingan yang sehat di antara BUMN dengan jenis usaha yang sama. Selan­jut­nya, pe­rusahaan akan ber­lomba-lomba memberikan hasil yang opti­mal kepada negara se­bagai­mana tugas yang diama­natkan.

“Pasca holding, tugas Menteri BUMN akan lebih fokus dan simple. Jadi, tidak mengurusi seluruh BUMN yang ada. Monitoring cukup di­lakukan melalui kepala holding tersebut. Seluruh laporan dan per­kembangan perusahaan di ba­wah induk tetap diketahui deng­an cara yang lebih efisien,” lan­jut Dosen Pascasarjana Fa­kultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut.

Mengingat masa jabatan Men­teri BUMN Dahlan Iskan tinggal dua tahun lagi, Muslimin tetap opti­mistis bekas Dirut PLN itu mampu merampingkan semua BUMN. Sebab menurutnya, pe­rampingan BUMN bukan meru­pa­kan pekerjaan yang berat.

Perampingan hanya merupa­kan penggabungan dari perusa­haan yang memiliki kegiatan usaha  sama, seperti per­ke­bunan, energi, pangan dan in­fra­struktur.

“Perampingan ini sama halnya seperti birokrasi yang memiliki kantor wilayah. Kantor wilayah ter­sebut merupakan kumpulan dari provinsi-provinsi. Saya ya­kin hal itu tidak terlalu sulit dila­kukan. Holding akan membuat sasaran dan pencapaian perusa­haan semakin tajam,” yakinnya.

Lebih lanjut dia mengaku ti­dak khawatir terhadap nasib peru­sa­haan-perusahaan yang ber­naung di bawah induknya. Soal­nya, perusahaan yang tidak men­jadi induk harus semakin ter­pacu memberikan yang ter­baik sesuai apa yang telah di­tar­get­kan. De­ngan demikian, sumber daya manusia (SDM) di dalamnya juga semakin terampil dan berkem­bang menggali potensi lebih mak­simal.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan akan menyingkir­kan sejumlah perusahaan pelat merah yang mempunyai aset kecil alias gurem. “Misalnya saja PT EMI (Energy Management Indonesia). Itu usahanya lebih kecil daripada perusahaan Blok S,” katanya.

Ia dan jajarannya sudah meru­muskan, 140 perusahaan milik negara akan dikelompokkan men­­jadi tiga jenis. Pertama, BUMN yang mengurusi perta­ha­nan nasional, dari pangan, ener­gi, hingga persenjataan, masing-masing seperti Bulog, Pertamina dan Pindad. Adapun BUMN ke­dua adalah yang bersifat sebagai motor ekonomi, yaitu infrastruk­tur dan per­bankan seperti Pe­lin­do dan PT Kereta Api Indo­ne­sia (PT KAI). Sementara BUMN ke­tiga adalah yang sanggup men­­jadi pe­mimpin, mi­nimal se-Asia Teng­gara.

Di sisi lain, Direktur Utama Perum Damri Agus Suherman Subrata justru khawatir bisnis pe­rusahaan akan mengalami pe­nurunan bila diakuisisi oleh pe­rusahaan beraset besar, misalnya PT KAI.

“Meski pernah mengalami ma­salah keuangan, tujuh tahun ter­akhir kami dinyatakan sehat. Sebaliknya, apa (keuangan) PT KAI sehat?” ucapnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Minggu, 22 April 2012 , 08:27:00 WIB
http://ekbis.rmol.co/read/2012/04/22/61393/Lewat-Perampingan,-Dahlan-Lebih-Simple-Benahi-BUMN-



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>