Jumat, 18 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Sejauh mana Portal Publik PTPN V dapat membantu anda dalam mencari informasi tentang PT Perkebunan Nusantara V?

View Results

Loading ... Loading ...

Harga Ideal Karet US$ 3,2 per Kilogram

27 Juni 2013

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Umum Dewan Karet Nasional, Azis Pane, mengatakan harga ideal karet sebesar US$ 3,2 per kilogram. Saat ini masih pada kisaran US$ 2,9-3 per kilogram. “Harga karet masih belum stabil,” ujar Azis dalam diskusi di Hall Pomelotel Residence, Jakarta, hari ini, Senin, 24 Juni 2013. Menurut dia, harga karet yang turun salah satunya disebabkan kurs mata uang asing dan iklim investasi industri karet internasional. Untuk sementara, kata dia, harga karet masih di bawah rata-rata.

Penurunan harga ini, Azis menambahkan, juga berdampak pada turunya konsumsi karet di Eropa sebesar 47 persen. Meskipun industri otomotif, khususnya ban paling banyak menyerap karet, tapi saat ini fokus dunia lebih kepada bahan pokok. “Masyarakat dunia saat ini lebih berfokus pada makanan,” kata dia.

Sebelumnya, pada Kamis, 13 Juni 2013, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Daud Husni Bastari, mengatakan total produk kuartal I tahun 2013 ini naik 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Tapi pendapatan devisa turun,” kata dia kepada Tempo di komplek parlemen Senayan.

Daud mengklaim, penurunan pendapatan devisa tersebut disebabkan turunnya harga karet secara drastis. Penurunan tersebut, dia menambahkan, secara mayor disebabkan oleh fluktuatifnya kurs mata uang dunia. “Yen Cina terhadap dolar Amerika dan dolar Amerika terhadap rupiah Indonesia,” ujar Daud.

Meskipun demikian, Daud menjelaskan, industri otomotif global, khususnya di Indonesia, saat ini sedang tumbuh. Pemakaian kendaraan sedang mengalami kenaikan. “Diharapkan dalam waktu dekat harga karet akan stabil kembali,” ucapnya. Dia juga menyatakan, karet asal Indonesia saat ini mendominasi sirkulasi karet yang beredar di negara-negara ASEAN. “Jumlahnya mencapai 95 persen,” kata Daud. Maka dari itu, dia menyatakan, pemerintah didorong untuk mengendalikan kurs mata uang rupiah agar harga karet kembali normal. “Jika kurs normal, harga kembali seimbang,” ucap Daud.

AMRI MAHBUB

Senin, 24 Juni 2013 | 15:06 WIB

http://www.tempo.co/read/news/2013/06/24/092490754/Harga-Ideal-Karet-US-32-per-Kilogram



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>