Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Sebagai salah satu entitas bisnis yang besar di Provinsi Riau, Perusahaan selalu berusaha keras untuk terus menjaga eksistensi dan keberlanjutan operasionalnya agar dapat memberikan manfaat optimal baik bagi para pemegang saham (shareholders) maupun stakeholders. Komitmen tersebut menjadi salah satu pegangan penting bagi manajemen untuk mengelola perusahaan.

Perusahaan sebagai bagian dari lingkungan bisnis menjaga keharmonisan dan keselarasan dengan komponen lingkungan internal dan eksternal seperti karyawan, konsumen, pemasok, masyarakat sekitar, lingkungan ekologi dan komponen lainnya. Salah satu usaha yang dilakukan Perusahaan adalah selalu mengikuti perkembangan Konferensi Minyak Sawit Lestari atau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

RSPO merupakan prakarsa berbagai pengambil keputusan di dunia mengenai minyak sawit lestari dan telah menghasilkan 8 prinsip dan 39 kriteria yang meliputi dimensi hukum, tanggung jawab lingkungan atau ekologi, tenaga kerja dan sosial, dan komitmen ekonomi jangka panjang. Tujuan utama RSPO adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan penggunaan minyak sawit lestari melalui kerjasama dalam mata rantai pemasokan dan membuka dialog antara para pengambil keputusan.

Lingkungan Ekologis

Isu miring kerusakan lingkungan hidup akibat alih fungsi hutan menjadi areal perkebunan merupakan salah satu bentuk kampanye negatif yang sangat tidak menguntungkan bagi keberlanjutan industry perkebunan, khususnya sektor industri kelapa sawit dan karet, yang diusahakan Perusahaan karena secara tidak langsung dapat memengaruhi citra dan kinerja Perusahaan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian serius pihak manajemen dan telah ditindaklanjuti antara lain dengan mengawasi dan mengontrol seluruh kegiatan operasional baik pabrik maupun kebun yang dikelola Perusahaan agar tidak menganggu dan merusak kelestarian lingkungan hidup antara lain melalui pemantauan lingkungan secara rutin diseluruh pabrik, pemantauan kinerja IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), kajian awal, perancangan dan pengembangan Sistem Manajeman Lingkungan dalam rangka Penerapan ISO 14001:2004, dan kerjasama dengan BAPEDAL Propinsi dan Kabupaten.


Konsumen
Perusahaan tidak berhubungan langsung dengan pembeli produk Perusahaan. Proses penjualan dilaksanakan lewat Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PTPN I-XIV melalui proses tender. Namun Perusahaan senantiasa memelihara kualitas produk yang diserahkan kepada pembeli. Perusahaan menetapkan batasan indikator-indikator mutu atas produk yang diserahkan kepada pembeli, antara lain kadar asam lemak bebas, kadar air, kadar kotoran dan sebagainya.

Karyawan
Hubungan antara Perusahaan dan karyawan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang disusun oleh Perusahaan dan karyawan yang diwakili oleh Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun). Perjanjian yang diperbaharui setiap dua tahun ini mengatur hak dan kewajiban Perusahaan dan karyawan serta tunduk pada Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 dan peraturan ketenagakerjaan lainnya. Perusahaan memberikan fasilitas yang memadai kepada karyawan, baik fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas ekonomi (melalui koperasi karyawan), fasilitas olahraga dan fasilitas lainnya.

Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti (defined benefit) untuk seluruh karyawan tetap melalui Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun). Dalam program ini, manfaat pensiun yang akan dibayarkan dihitung berdasarkan gaji pokok terakhir dan masa kerja karyawan. Berdasarkan laporan aktuaris Tubagus Syafrial, FLMI, FSAI, MBA dari PT Binaputera Jaga Hikmah rasio pendanaan dana pensiun Perusahaan telah mencapai 100%, sehingga memenuhi Kualitas Pendanaan Tingkat Pertama.

Pembinaan karyawan dilaksanakan secara terstruktur melalui mekanisme reward and punishment serta mutasi dan promosi. Sedangkan untuk pengembangan karyawan, Perusahaan memberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai program pendidikan, baik yang diselenggarakan secara internal (in house training) maupun yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan. Perusahaan juga menyediakan peluang yang sama kepada karyawan yang memiliki kompetensi bidang kerja yang dibutuhkan Perusahaan untuk pengembangan karirnya sesuai dengan kelayakan dan kemampuan.

Proses pengembangan karir karyawan dilakukan melalui tahapan-tahapan uji kelayakan dan kepatutan sesuai dengan standar Perusahaan. Pelaksanaan rekrutmen karyawan baru didasari atas kebutuhan Perusahaan dan dilaksanakan melalui lembaga independen.

Komunitas
Bina Lingkungan
Sebagai wujud kepedulian Perusahaan terhadap masyarakat tempatan dan sekaligus membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan serta mengurangi kesenjangan sosial, Perusahaan telah menyalurkan dana Bina Lingkungan/CD untuk Kabupaten/Kota di Propinsi Riau. Bentuk bantuan Bina Lingkungan yang diberikan kepada masyarakat di lingkungan Perusahaan diberikan bagi sektor Pendidikan, sektor Kerohanian, sektor Kesehatan, sektor Olahraga, sektor Kesenian, bantuan untuk Bencana Alam dan Infrastruktur.

Proyek Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA)
Dalam rangka pemerataan pembangunan melalui penyebaran pendapatan masyarakat tempatan yang belum terakomodasi dalam kegiatan pembangunan, Perusahaan melakukan kemitraan dengan petani. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan kebun kelapa sawit pola KKPA. Perusahaan telah bermitra dengan sejumlah 15 Koperasi Unit Desa dan telah terealisir kebun Kelapa Sawit pola KKPA seluas 7.200 Ha.

Petani Plasma

Hubungan antara perusahaan dan petani telah berlangsung lama dalam mengelola bisnis kelapa sawit. Perusahaan memberikan pembinaan manajemen dan bantuan teknis kepada petani plasma sekitar kebun. Keberadaan perusahaan merupakan salah satu faktor dalam meraih sukses dan memberikan standar kehidupan yang lebih baik bagi petani.

Proyek Siak
Perusahaan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Siak melaksanakan program pembangunan kebun kelapa sawit bagi masyarakat tempatan melalui Proyek Siak. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran serta merupakan nilai tambah bagi masyarakat di Kabupaten Siak. Proyek Siak I seluas 3.500 Ha di Kecamatan Sungai Apit dan Bunga Raya telah selesai dilaksanakan dan saat ini dalam tahap TBM. Keberhasilan ini diikuti dengan pembukaan Kebun Kelapa Sawit Proyek Siak II seluas 5.182 Ha di 5 Kecamatan.

Pengelolaan Limbah
Perusahaan mengupayakan teknologi yang lebih bersih dan ramah lingkungan pada setiap kegiatan produksi. Perusahaan memastikan tidak terdapat pencemaran terhadap tanah, udara dan air melalui pengelolaan limbah seperti zero burning, land application dan analisa mengenai dampak lingkungan. Perusahaan juga mencoba merubah anggapan bahwa produk sampingan seperti cangkang, fiber, buangan pabrik bukanlah limbah, dan dapat dijadikan pupuk bila diangkut ke kebun. Perusahaan yakin penciptaan lingkungan kerja yang sehat, nyaman dan aman bukan hanya membawa kebaikan tetapi memberikan dampak potensial bagi pertumbuhan usaha.

Koperasi dan PUKK
Program Kemitraan merupakan wujud pertanggung jawaban sosial Perusahaan yang didanai dari alokasi hasil laba Perusahaan. Program ini berbentuk pemberian pinjaman modal kerja kepada sektor usaha kecil, mikro dan koperasi dengan imbal jasa (bunga) yang terjangkau. Pengembalian modal kerja tersebut dan hasil pengembangannya dialokasikan kembali untuk membantu usaha kecil, mikro dan koperasi lainnya.