Augmented Reality: Sebuah Masa Depan Marketing<!--:-->

“Kurang dari 5 tahun lagi augmented reality akan booming,” kata Peter Shearer, Managing Director AR&Co, terkait teknologi yang perusahaannya kembangkan. Istilah augmented reality mungkin masih amat asing di telinga publik. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, artinya adalah realita tambahan. Lebih lengkap, augmented reality adalah istilah teknologi untuk penggabungan benda-benda yang ada di dunia maya (virtual) ke dalam dunia nyata dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Penggabungan ini dioptimasi dengan penambahan kemampuan untuk berinteraksi secara langsung dengan objek tersebut. Objek-objek maya yang dimunculkan berfungsi untuk memperkaya informasi yang disampaikan. Salah satu contoh augmented reality adalah gim menangkap nyamuk yang dikembangkan Nokia beberapa tahun lalu. Dalam gim itu, pengguna dapat melihat nyamuk rekaan seolah-olah berada di sekelilingnya. Untuk menangkapnya, pengguna tinggal arahkan sasaran ke nyamuk yang bergerak, dan hentakan handphone untuk menangkap nyamuk tersebut. Di luar negeri, teknologi ini sudah banyak digunakan untuk keperluan edukasi maupun marketing perusahaan-perusahaan besar. Begitu juga dengan di Indonesia. Hal itu terlihat dari antusiasme perusahaan-perusahaan lokal maupun luar yang memasarkan brand-nya lewat kerjasama dengan AR&Co. “Dimulai dari tahun 2009 hingga saat ini, brand yang bekerjasama dengan AR&Co sudah lebih dari 60 buah,” jelas Peter. Dalam sebuah eksibisi augmented reality yang digelar minggu lalu di kampus Bina Nusantara, Peter menunjukan banyak karya perusahaannya. Salah satunya adalah produk susu yang kemasannya dapat dijadikan setir permainan balapan di layar komputer. Platform android juga tidak ketinggalan unjuk gigi. Dengan mengarahkan smartphone bersistem android ke sebuah poster Spiderman, tiba-tiba muncul si laba-laba mutasi loncat dan menempel di layar, seolah-olah ia nyata. Teknologi ini menurut Peter akan terus berkembang, dan brand akan dipromosikan salah satunya lewat augmented reality ini di masa depan. Yang juga akan dikembangkan adalah teknologi kacamata augmented reality, “Bayangkan jika kita menggunakan kacamata itu dan tiba-tiba ada dinosaurus menghampiri kita. Rasanya pasti seru sekali walaupun itu hanya rekaan untuk memasarkan sebuah produk,” tutup Peter. By | Category : Maneuver | June 22, 2012 - Comment: 0 http://the-marketeers.com/archives/augmented-reality-sebuah-masa-depan-marketing.html

Kategori Artikel