Sawit Dalam Distorsi Isu Lingkungan

JAKARTA - Seandainya produksi minyak sawit Indonesia terus dihambat tentu saja bakal berimplikasi pada perimbangan suplai dan permintaan minyak nabati di dunia, tentu saja akibatnya bisa ditebak, harga minyak nabati pun bakal terkerek naik akibat suplai yang terus melambat.

Bilamana pertumbuhan minyak sawit dihambat, maka tambahan permintaan dunia akan minyak nabati dan lemak dengan sendirinya harus dipenuhi oleh produksi negara-negara subtropis. Bila mana hal ini yang terjadi, luas lahan yang akan dibuka untuk menambah kebutuhan produksi minyak kedelai, rapeseed dan bunga matahari akan menjadi lebih masif.

Adalah sangat tidak adil, penambahan luas tanaman penghasil minyak nabati negara-negara sub tropis tidak pernah dipersoalkan, sedangkan penambahan luas tanaman minyak sawit di negara-negara tropis, terutama Indonesia selalu dibayang-bayangi dengan isu lingkungan.

Padahal adanya pengembangan komoditas sawit bagi Indonesia sangat strategis mengingat fungsinya sebagai pioneer pembangunan di daerah terpencil, penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan kegiatan ekonomi di daerah.

Dengan demikian, tudingan miring sawit merusak lingkungan, membabat hutan dan merusak keragaman hayati bisa menjadi batu sandungan bagi komoditas sawit dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati yang terus meningkat itu.

Munculnya tudingan miring itu diduga sebagai bentuk proteksi terhadap pesatnya pertumbuhan produksi minyak sawit mentah yang bisa mengancam pertumbuhan pasar minyak nabati lainnya.

Sebab hanya dalam lima dasawarsa, terbukti minyak sawit mampu menjadi sumber minyak nabati utama di dunia, yang tidak mungkin dicapai oleh minyak nabati lainnya. Apalagi, harga minyak sawit mentah cukup ekonomis ketimbang minyak nabati lainnya.

Semua upaya mewujudkan minyak sawit yang diproduksi berdasarkan kaidah lingkungan bisa saja diterima, asalkan relevan dan mampu mendorong bertumbuhnya industri kelapa sawit di dunia, serta aturan sustainabilitiy itu semestinya pula berlaku bagi semua komoditas minyak nabati tidak hanya sawit.

Sebuah Konspirasi?

Upaya penerapan budidaya kelapa sawit yang lestari guna terwujudnya pembangunan perkebunan kelapa sawit berdasarkan kaidah lingkungan bisa saja diterima sebagai salah satu upaya melindungi lingkungan.

Hanya saja niatan itu mesti murni tanpa ada upaya menghalangi tumbuhnya industri kelapa sawit di dunia. Kendati pada kenyataannya, upaya mewujudkan budidaya sawit secara lestari acap kali diikuti dengan isu negatif, yang pada akhirnya mendistorsi upaya penerapan prinsip sustainabilitydi perkebunan kelapa sawit.

Padahal pelaku sawit di dunia sangat antusias dalam menerapkan prinsip sustainable dalam mengoperasikan perkebunannya. (Teguh Patriawan / Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Perkebunan KADIN Pusat)

 

Sumber : https://www.infosawit.com/news/8807/sawit-dalam-distorsi-isu-lingkungan


Kategori Artikel